Minggu, Februari 28, 2021

Hijrah sebagai Dalil Perekrutan ISIS

Mengapa Indonesia dan Dunia Islam Membutuhkan Saudi?

Kunjungan Raja Salman ke Indonesia punya arti penting dalam memperkuat hubungan Indonesia-Saudi. Menilik durasi kunjungan, jumlah rombongan, maupun lamanya jarak waktu antara kunjungan kali...

Politisasi Haji, Krisis Qatar, dan Masa Depan Teluk Arab

Krisis Qatar hampir memasuki bulan ketiga. Namun, hingga kini belum ada tanda-tanda ke arah penyelesaian. Manuver penguasa Arab Saudi memberikan izin dan fasilitas “wah”...

Tragedi Suriah dan Amnesia Dunia

Jumat 7 April 2017, membawa deja vu. Militer Amerika Serikat menembakkan 59 misil Tomahawk ke pangkalan militer Al-Sha'ayrat, Homs, Suriah. Sebenarnya ini bukan serangan...

Palestina Merana, Amerika Tertawa

We are no different, we need the world, we need the international community, and international guarantees for our security. Kalimat tersebut terlontar dari salah seorang...
Avatar
Iqbal Kholidi
Penulis adalah pemerhati terorisme dan politik Timur Tengah

A man takes a photograph of his friend as thick smoke rises from a fire, which broke out at oil wells set ablaze by Islamic State militants before they fled the oil-producing region of Qayyara, Iraq, January 28,2017. REUTERS/Muhammad Hamed TPX IMAGES OF THE DAY *** Local Caption *** Seorang pria mengambil foto temannya saat asap tebal dari api, yang keluar dari sumur minyak yang dibakar oleh militan Islamic State sebelum mereka melarikan diri dari wilayah produksi minyak Qayyara, Irak, Sabtu (28/1). ANTARA FOTO/REUTERS/Muhammad Hamed/cfo/17
Seorang pria mengambil foto temannya tak jauh dari asap tebal dari api, yang keluar dari sumur minyak yang dibakar oleh militan ISIS sebelum mereka melarikan diri dari wilayah produksi minyak Qayyara, Irak, Sabtu (28/1). ANTARA FOTO/REUTERS/Muhammad Hamed/cfo/17

Selain jihad, hijrah adalah salah satu kosakata yang kuat dalam propaganda militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Hijrah dan jihad ibarat satu tarikan nafas, keduanya tak terpisahkan bagi ISIS. Mereka memiliki jargon “tiada kehidupan tanpa jihad dan tiada jihad tanpa hijrah”.

Hijrah berasal dari bahasa Arab yang berarti pindah, dari satu negeri ke negeri lain. Istilah Hijrah dalam tradisi Islam adalah keberangkatan Rasulullah SAW dan pengikutnya dari “tanah airnya”, Mekkah, menuju Madinah (622 M) karena kekerasan pembesar Quraisy terhadap umat Islam.

Eksodusnya Rasulullah SAW bersama pengikutnya ke Madinah adalah peristiwa hijrah kedua dalam sejarah Islam. Karena terus terzalimi di Mekkah, umat Islam oleh Rasulullah SAW (615 M) disarankan hijrah ke negeri Habasyah (Ethiopia) mencari suaka politik kepada Raja Habasyah.

Peristiwa ini merupakan hijrah dari negeri yang zalim (Dar al-Zulm) ke negeri yang adil (Dar al-‘Adl). Negeri yang adil adalah negeri yang dipimpin oleh penguasa yang memberikan jaminan kebebasan untuk menjalankan tuntunan agama, meskipun pemimpinnya non-Muslim seperti Raja Habasyah.

Hijrahnya Nabi SAW menandai awal Islam sebagai agama. Peristiwa ini juga kemudian menjadi acuan tahun pertama dalam penanggalan Islam, selanjutnya dinamakan kalender Hijriyah. Serupa term jihad, di tangan agamawan ISIS, kelompok ini dengan genius melukis istilah hijrah menjadi doktrin organisasi yang memiliki implikasi yang berbahaya.

Belum lama ini ada satu keluarga WNI dideportasi pemerintah Turki setelah diketahui mencoba “hijrah” ke Suriah bergabung ISIS (24/1/2017). Kejadian ini bukan hal yang baru di negeri ini, kasus serupa beberapa kali terjadi di mana WNI nekat berangkat bergabung ISIS.

Harus diakui masih ada kalangan umat Islam di berbagai penjuru dunia yang mengimpikan Khilafah. Bagi mereka, Khilafah adalah satu-satunya institusi atau entitas politik yang bisa mempersatukan umat Islam seluruh dunia (Azyumardi Azra 2014). Kalangan ini paling rentan diseret dalam arus propaganda ISIS.

ISIS tidak mau membuang waktu. Tak lama setelah mendeklarasikan khilafah, mereka tancap gas mengkampanyekan hijrah. Dabiq nama majalah berbahasa Inggris yang diproduksi ISIS, pada edisi pertama (5/7/2014) berjudul The Return of Khilafah, memuat seruan “imam besar” ISIS Abu Bakar Al Baghdadi. “Angkat kepala kalian tinggi-tinggi, sejak hari ini kalian memiliki negara khilafah, yang mengembalikan martabat kalian… Ini adalah saat di mana orang Arab dan non-Arab, orang kulit putih dan orang kulit hitam, orang Timur dan orang Barat adalah saudara.”

“Oleh karena itu, bersegeralah wahai kaum muslimin ke Daulahmu, ya ini Daulahmu, bersegeralah karena Suriah bukan untuk orang Suriah, dan Irak bukan untuk orang Irak,” kata Al-Baghdadi. Al-Baghdadi meyakinkan pembaca Dabiq bahwa hijrah ke tanah Khilafah adalah kewajiban agama.

Editorial Dabiq edisi dua (27/8/2014) menulis tentang prioritas pertama setelah Khilafah berdiri adalah hijrah. “Bersegeralah ke naungan Daulah Islam bersama orangtuamu, saudara, pasangan dan anak-anakmu. Ada rumah di sini untukmu dan keluargamu. Engkau dapat menjadi kontributor utama pembebasan kota Mekkah, Madinah, dan Al-Quds. Apakah engkau tidak suka pada hari kiamat nanti termasuk orang dengan predikat amal besar ini?” kata tim Dabiq.

Propaganda hijrah ala ISIS semakin bergemuruh dalam terbitan Dabiq edisi tiga (10/9/2014), dengan judul sampul “A Call to Hijrah”. “Jika Anda pergi ke medan perang al-Raqqah, al-Barakah, al-Khayr, Halab,” penulis Dabiq ini menjelaskan dengan mengacu pada benteng ISIS saat ini, “Anda akan menemukan tentara dan komandan dengan bermacam-macam warna kulit, bahasa, dan tempat asal: para Najdi (Arab Saudi), Yordania, Tunisia, Mesir, Somalia, Turki, Albania, Chechnya, Indonesia, Rusia, Eropa, Amerika”.

ISIS ingin pembaca percaya bahwa umat Islam di beberapa negara telah banyak yang berhijrah. Pada Februari 2015 beredar buku panduan bagi mereka yang ingin hijrah ke Suriah bergabung ISIS. Buku setebal 50 halaman tersebut berjudul Hijrah to the Islamic State, berisi bagaimana cara untuk mencapai Suriah, rute perjalanan, dan apa yang perlu dibawa.

Diceritakan dalam buku tersebut, salah satu rute teraman untuk menuju Suriah adalah melalui Turki. Jaringan ISIS di Turki nanti akan membantu langkah “imigran” ini menyeberang perbatasan Suriah.

Buku hijrah ISIS juga berisi testimoni para warga asing asal Saudi, Bahrain, Inggris, dan Amerika yang berhasil bergabung ISIS.

“Meskipun buku ini bergaya amatir, ia memiliki implikasi yang berbahaya. Dari segi grafik dan gaya penulisan menunjukkan penulisnya memang mengincar muda-mudi. Buku ini ditulis seperti buku panduan wisata” kata Charlie Winter, pengamat kontraterorisme di Quilliam Foundation.

Doktrin Hijrah ISIS juga menyasar kalangan perempuan. Dalam Dabiq edisi 8 (30/3/2015) seorang penulis dengan nom de guerre (nama perang) Ummu Sumayyah Al-Muhajirah menulis tentang kewajiban kaum muslimah untuk hijrah ke Daulah Islam (ISIS), sekalipun tanpa suami atau mahram. Hal ini tidak lazim di kalangan kaum ekstremis arus utama. Abu Muhammad al- Maqdisi, Godfather gerakan Salafi Jihadi, mewanti-wanti kaum muslimah yang hendak hijrah ke Suriah harus disertai mahram.

ISIS meradikalisasi dan merekrut umat Islam di seluruh dunia untuk dijadikan ekstremis dengan jumlah yang fantastis atas nama hijrah. Mereka berduyun-duyun datang ke negara gadungan yang disebut Khilafah.

Di bawah ISIS, hijrah telah jauh dari makna sebelumnya. ISIS hanya memahami sekadar migrasi fisik berjihad, di mana arti jihad juga dipahami dengan sempit (militeristik). Hijrah yang awalnya migrasi damai muslim ke negeri, di mana mereka akan terhindar penganiayaan, kini telah dibajak oleh militan.

Avatar
Iqbal Kholidi
Penulis adalah pemerhati terorisme dan politik Timur Tengah
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Terlalu Jauh Menjadikan 4 Nakes Penista Agama

Kasus Pemantang Siantar sungguh membuat kita semua kaget. Empat petugas kesehatan (Nakes) digugat oleh seorang suami yang istrinya meninggal karena Covid-19. Empat petugas kesehatan...

Jurnalisme Copy-Paste

Jurnalisme copy-paste adalah pekerjaan mengumpulkan, mencari dan menulis berita dengan menggunakan teknik salin menyalin saja. Seperti ambil berita di media lain atau dapat dari...

Robert Morey dan Orientalisme yang Melapuk

Orientalisme adalah satu diskursus ketimuran, yang bercokol pada kajian-kajian Barat dalam menginterpretasikan khazanah Timur—khususnya Islam. Pada kajian ini Islam dipandangan dalam objektifikasi Barat, namun...

Generasi Muda di Antara Agama dan Budaya

Oleh: Bernadien Pramudita Tantya K, SMA Santa Ursula Jakarta Esai favorit lomba: Mengenal Indonesia, Mengenal Diri Kita Indonesia adalah negara yang kaya akan bahasa, budaya,...

Antara Kecerdasan Buatan, Politik, dan Teknokrasi

Di masa lalu, politik dan teologi memiliki keterkaitan erat. Para pemimpin politik sering mengklaim bahwa politik juga merupakan bentuk lain dari ketaatan kepada Tuhan;...

ARTIKEL TERPOPULER

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Perempuan dalam Isi Kepala Mo Yan

Tubuh perempuan adalah pemanis bagi dunia fiksi. Kadang diperlakukan bermoral, kadang sebaliknya, tanpa moral. Naluri bebas dari perempuan yang manusiawi, memendam dengki dan membunuh...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Kenapa Saya Mengkritik Mas Anies?

Dua hari yang lalu saya mengkritik Gubernur DKI Jakarta Mas Anies Baswedan melalui unggahan akun Instagram. Soalnya Mas Anies melempar kesalahan pada curah hujan dan...

Antara Kecerdasan Buatan, Politik, dan Teknokrasi

Di masa lalu, politik dan teologi memiliki keterkaitan erat. Para pemimpin politik sering mengklaim bahwa politik juga merupakan bentuk lain dari ketaatan kepada Tuhan;...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.