Notice: Undefined index: HTTP_REFERER in /home/geotimes/wordpress/wp-content/plugins/Plugin/plug.php on line 23
Beras vs Quinoa dan Persaingan Politik di Malaysia | GEOTIMES
Selasa, Maret 9, 2021

Beras vs Quinoa dan Persaingan Politik di Malaysia

Bara Suriah di Balik Amuk Amerika

Di saat-saat upaya pencarian solusi akhir perang Suriah, sekutu di bawah pimpinan AS melakukan serangan ofensif dari udara ke Suriah Sabtu dini hari (14/4)....

Melacak Jejak Panas ISIS di Afghanistan

  Nama militan yang pertama kali muncul di benak kebanyakan orang saat kekerasan terjadi di Afghanistan adalah Taliban. Akan tetapi, sejak Amerika Serikat menjatuhkan bom...

Kemungkinan Indonesia Bernasib Seperti Suriah (Bag. 1)

Hari-hari ini, di era lubernya informasi dan meriahnya media sosial, kita dapat melihat semua orang bisa serta-merta berpendapat dan selanjutnya ramai-ramai menganalisis hal sumir...

Turki, Minyak, dan Referendum Kurdistan

Meski sudah mendapatkan tekanan, khususnya dari pemerintah Irak ataupun dari negara-negara perbatasan yang mempunyai kepentingan seperti Iran dan Turki, pemerintahan otonom Kurdistan di Irak...
Sudarnoto Abdul Hakim
Penulis adalah Associate Professor FAH UIN Jakarta, pemerhati Malaysia, Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional.

Malaysia terus dihiasi oleh rivalitas politik antara dua kekuatan penting, yaitu UMNO yang dikomandoi oleh Perdana Menteri Najib Razak dan oposisi yang saat ini masih di bawah kepemimpinan Mahathir Mohamad. Berbagai upaya kedua belah pihak untuk secara terus menerus mempengaruhi dan memperoleh dukungan publik memenangkan Pemilu2018 pada Agustus nanti terus dilakukan.

Setiap momen akan dimanfaatkan kedua kekuatan ini secara maksimal bahkan untuk menyudutkan masing-masing pihak. Tidak jarang hal ini dilakukan oleh Mahathir, Najib, dan tokoh masing masing pendukung. Tentu saja Mahathir, khususnya sebagai tokoh yang telah memulai menabuh benderang penyerangan sejak beberapa tahun belakangan ini, sangat bersemangat untuk menyudutkan, memperlemah, dan mendegradasi Najib.

Serangan telaknya adalah kasus megakorupsi dan ini berhasil mengatraksi masyarakat dan bahkan partai-partai oposisi untuk secara bersama-sama mengakhiri dominasi UMNO. Meski tidaklah terlalu mudah, antara lain karena keluarnya Parti Islam se-Malaysia (PAS) dari opososi dan kemudian berkoalisi dengan UMNO, namun tekanan terus menerus kelompok oposisi cukup membuat Najib dan UMNO kerepotan. Akhir akhir ini, Najib kembali diserang oleh Mahathir dan beberapa tokoh oposisi lainnya terkait dengan isu quinoa.

Isu Quinoa

Objek serangan Mahathir dan tokoh oposisi lainnya ialah statemen  Najib yang mengatakan bahwa Najib akan mengkonsumsi quinoa; tidak lagi mengkonsumsi beras. Beras merupakan konsumsi pokok harian, khususnya bagi masyarakat atau puak Melayu. Nasi lemak menjadi sangat spesial dan ciri khas kuliner tradisional atau lokal Malaysia/Melayu dan itu dari beras.

Secara kultural, beras, nasi lemak, dan makanan-makanan tradisional lainnya merupakan bagian penting dari Malay identity yang seharusnya–sebagaima berbagai elemen kultural tradisional lainnya–dijaga, dirawat dan dijamin keberlangsungannya secara maksimal. Ini penting, antara lain, untuk alasan nasionalisme atau melayuisme dan menjaga dari serangan transnasionalisme kultural yang semakin hari semakin memperoleh tempatnya yang ekstensif di Malaysia, bahkan juga di berbagai wilayah negara lainnya.

Fenomena fast food seperti McDonald yang nampak menjamur di mana-mana adalah salah satu contoh kongkret dari arus transnasionalisme kuliner yang sebetulnya mengancam eksistensi makanan-makanan tradisional.

Menjadi konsumen produk-produk lokal, termasuk beras dan kuliner tradisional lainnya, merupakan cara atau pilihan yang diyakini penting untuk dilakukan. Dalam perspektif inilah maka statemen Najib untuk beralih dari beras ke quinoa sebagai bahan pokok makanan menjadi kontroversial dan amunisi bagi kelompok oposisi untuk semakin mengefektifkan tekanan terhadap Najib dan pemerintah UMNO.

Terlepas pilihan personal Najib untuk mengkonsumsi quinoa untuk alasan kesehatan, statemennya dinilai tidak sensitif terhadap pentingnya menjaga muruah dan eksistensi tradisi Melayu. Padahal, UMNO didirikan adalah untuk membela kepentingan Melayu. Najib, di mata masyarakat, akan bisa dinilai merusak dan mengkhianati eksistensi tradisi Melayu apalagi kalau kemudian nanti menjadi kebijakan resmi pemerintah.

Quinoa adalah biji-bijian yang berasal dari tanaman chenopodium quinoa yang kemudian menjadi bahan pokok makanan. Menurut catatan, tanaman yang sudah ada sejak kurang lebih 5.000 tahun yang lalu ini adalah tanaman asli daerah Andean Peru, Ekuador, Bolivia, dan Kolombia. Saat ini negara penghasil utama quinoa di dunia adalah Peru, Bolivia, dan Amerika Serikat (Colorado dan Nevada).

Harga quinoa ini jauh lebih mahal daripada beras, 23 kali lipat. Dari sisi kesehatan, quinoa ini memang dinilai lebih bagus/menyehatkan daripada beras, antara lain karena kadar karbohidratnya jauh lebih rendah; proteinnya sangat tinggi.

Hal kedua, serangan Mahathir dan tokoh oposisi lain kepada Najib seperti Lim Kit Siang ialah pola hidup mewah sehari-hari Najib. Memilih quinoa adalah memilih kemewahan karena, sebagaimana yang disebutkan di atas, harga quinoa adalah 23 kali lipat harga beras.

Pola hidup mewah dan greedy ini sejalan dengan kecenderungan koruptif yang dilakukan oleh Najib. Dan inilah sumber masalah kepemimpinan Najib dan UMNO yang bagi oposisi harus dihentikan. Quinoa hanyalah satu di antara sekian banyak bukti kemewahan Najib.

Statemen Najib “I don’t eat rice. I eat Quinoa” dan tweet Mahathir “I only eat local rice” menggambarkan pertentangan politik dan unending political rivalry di antara keduanya. Semangat Mahathir dengan kekuatan oposisinya untuk meruntuhkan Najib dan UMNO terus menyala.

Agustus 2018 adalah bulan menentukan karena pemilu diselenggarakan. Lim, sebagaimana yang dikutip oleh Reuters, mengatakan dengan tegas sebagai berikut: “The 14th general election will be quinoa vs. rice; clean government vs. kleptocracy; and Najib vs. people of Malaysia.  Kita tunggu.

Kolom terkait:

Najib dan Modal Kemenangan UMNO

General Assembly UMNO

Manfaat Punya Rival Tetangga Macam Malaysia

NKRI Harga Mati, Malaysia Terima Kasih!

Sudarnoto Abdul Hakim
Penulis adalah Associate Professor FAH UIN Jakarta, pemerhati Malaysia, Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Apresiasi dan Masalah Tersisa Pencabutan Perpres Miras

Kita patut memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas tindakan berani dan jujur Presiden Jokowi untuk mencabut lampiran Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2021 tentang Investasi...

Amuk Leviathan Hobbesian dalam Konflik Partai Demokrat

Tahun 1651, Thomas Hobbes menerbitkan buku berjudul “Leviathan”. Nama leviathan merujuk kepada monster sangat ganas dalam mitologi Yunani. Makhluk yang hidup di lautan ini...

Dialektika Hukum Kepemiluan

Dalam penyelenggaraan suatu pemerintahan, hukum dan politik merupakan dua hal yang memiliki keterikatan secara timbal balik. Hubungan timbal balik antara hukum dan politik tersebut...

Ujian Kedewasaan Digital Kita

Teknologi digital diciptakan agar tercapai pemerataan informasi tanpa pandang bulu, namun sayangnya kini dampak negatif yang tak terelakkan adalah munculnya disinformasi, berita bohong, hingga...

Toxic Masculinity dalam Patriarki

Sebelumnya, saya ingin menghimbau bahwa topik ini merupakan pembahasan yang sensitif dan masih dipandang tabu dari beberapa kalangan. Tulisan ini berupa opini saya mengenai...

ARTIKEL TERPOPULER

Amuk Leviathan Hobbesian dalam Konflik Partai Demokrat

Tahun 1651, Thomas Hobbes menerbitkan buku berjudul “Leviathan”. Nama leviathan merujuk kepada monster sangat ganas dalam mitologi Yunani. Makhluk yang hidup di lautan ini...

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Euforia Bahasa Arab

(Ilustrasi) Pameran busana tradisional Arab dalam Pekan Kebudayaan Saudi Arabia di Jakarta, Minggu (27/3). ANTARA FOTO/Rosa Panggabean. Entah apa yang ada di dalam pikiran sejumlah...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Madinah, Tinjauan Historis

Yatsrib atau yang sekarang dikenal dengan nama Madinah merupakan salah satu daerah yang subur di Jazirah Arab pada masa itu. Penduduk Madinah sebelum Islam...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.