Minggu, Oktober 25, 2020

Hizbut Tahrir, Khilafah, dan Sikap Pemerintah

Tragedi Politik Irman Gusman

Siapa yang menduga, Jumat, 16 September, menjadi hari terakhir bagi Irman Gusman menghirup udara bebas sebagai Ketua Dewan Perwakilan Daerah RI periode 2014-2019. Sabtu...

Waktunya Jokowi Merangkul Diaspora Plus dalam Kabinet

Dalam Kongres Dispora Indonesia ke-5 di Jakarta (10/8/2019), Menteri Luar Negeri Retno Marsudi pernah menyampaikan harapan besar Presiden Joko Widodo tentang keterlibatan diaspora Indonesia...

Koboi Ahok dan Pembangunan Jakarta Khas Kolonial*

Dalam karyanya, Jakarta Sejarah 400 Tahun, Susan Blackburn telah menelusuri dan mengkaji pembangunan Ibu Kota Indonesia selama berabad-abad (1619-1949).  Sejak awal berdirinya, kata penulis...

Pak Emil Salim dan Tarik Ulur Pemindahan Ibu Kota

Presiden Joko Widodo telah membuat keputusan politik untuk memindahkan ibu kota dari Jakarta ke Pulau Kalimantan. Ini keputusan yang berani di tengah kelesuhan ekonomi...
Avatar
Iqbal Kholidi
Penulis adalah pemerhati terorisme dan politik Timur Tengah

hti3(Ilustrasi) Massa Hizbut Tahrir Indonesia berunjuk rasa di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat. okezone.com

Dalam kalender Islam (hijriyah), saat ini adalah bulan Rajab. Umat Islam di sepanjang bulan ini di berbagai daerah memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Mereka menggelar pengajian atau ceramah agama yang inti dan tujuannya meningkatkan keimanan dan keislaman.

Bagi umat Islam Nusantara, peringatan Isra’ Mi’raj sama sakralnya seperti perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Pemerintah Indonesia pun sudah lama menetapkan hari libur nasional untuk memperingati hari besar umat Islam ini.

Semarak peringatan Isra’ Mi’raj di tanah air belakangan diwarnai kegaduhan di beberapa daerah. Salah satunya akibat organisasi yang menamakan dirinya Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) mengadakan kegiatan dan mendapat penolakan oleh umat Islam sendiri. HTI dituding mendompleng momentum Rajab dan Isra’ Mi’raj ini untuk kegiatan kampanye penegakan negara Khilafah, hal yang tak lazim sebagaimana dilakukan umat Islam lain di tanah air.

Di Kabupaten Jember, Jawa Timur, misalnya, Banser (Barisan Ansor), sebuah organisasi kepemudaan di bawah naungan Nahdlatul Ulama, menuntut HTI membubarkan kegiatan tersebut karena kampanye cita-cita Khilafah adalah jenis kegiatan makar (bughat) terhadap Republik Indonesia. Sebaliknya HTI membantah gerakannya merongrong NKRI.

Fenomena HTI yang mengusung cita-cita penegakan negara Khilafah bukan hal baru di Republik ini. Yang jelas, sejak era reformasi organisasi ini makin merajalela dan leluasa menyebarkan agenda Khilafahnya.

Apa yang membuat organisasi ini leluasa dan tetap eksis? Padahal di beberapa negara Timur Tengah Hizbut Tahrir masuk dalam daftar organisasi terlarang.

Sebagian pengamat menilai, keberadaan Hizbut Tahrir yang mengusung ide Khilafah adalah sebuah keniscayaan dalam negara yang menerapkan sistem demokrasi seperti di Indonesia, sekalipun Hizbut Tahrir sendiri anti-sistem demokrasi. Ada benarnya, tapi saya menilai itu bukan faktor utama kenapa Hizbut Tahrir tetap leluasa bergerak di Indonesia.

Kegiatan Hizbut Tahrir yang senantiasa berkampanye Khilafah tak hanya dijaga aparat kepolisian, tapi kadang sampai dihadiri oleh para pejabat pemerintahan. Ini sungguh menggemaskan. Saya menduga ini disebabkan karena kesalahpahaman dan ketidaktahuan aparat Pemerintah RI tentang agenda Khilafah yang diusung Hizbut Tahrir. Karenanya HT dianggap bukan ancaman keberlangsungan bangsa ini ke depan.

Secara historis, sejatinya Hizbut Tahrir tidak langsung bertujuan mendirikan negara Khilafah Islamiyah. Awalnya tujuan mereka adalah membebaskan tempat suci Al-Quds dari penjajahan Israel. Itulah mengapa organisasi ini didirikan di Al-Quds pada 1953 oleh tokoh bernama Taqiyuddin An-Nabhani.

Alih-alih berhasil memerdekakan tanah kelahirannya di mana organisasi ini didirikan, HT malah menaikkan level perjuangannya mendirikan Khilafah dan mengekspor ideologinya ke beberapa negara, termasuk di Indonesia.

Sesuai namanya, Hizbut Tahrir artinya adalah Partai Pembebasan. Dalam laman resmi Hizbut Tahrir, disebutkan bahwa organisasi ini adalah partai politik, bukan organisasi kerohanian, bukan lembaga pendidikan, dan bukan pula lembaga sosial (yang bergerak di bidang sosial kemasyarakatan).

Di Indonesia, selama ini banyak yang salah persepsi bahwa HTI adalah ormas, lebih naif lagi disebut ormas Islam dan disejajarkan dengan Muhammadiyah atau NU. Dan jika ditelusuri HTI tercatat sebagai organisasi kemasyarakatan yang terdaftar di Kementerian Dalam Negeri sejak tahun 2000. Padahal, sebagaimana diakui pihak HTI sendiri, mereka memiliki agenda mendirikan kembali sistem Khilafah yang merupakan tujuan politik dan menolak bentuk negara bangsa (nation-state).

Hizbut Tahrir sudah lama merajalela dan menyebarkan gagasan khilafahnya hingga ke pelosok daerah dengan wajah “ormas Islam”, mengadakan kegiatan dengan kedok peringatan hari-hari besar umat Islam  tapi isinya propaganda Khilafah. Selama itu pula masyarakat dan pemerintah umumnya tidak mengambil sikap apa-apa.

Namun, belakangan masyarakat mulai berani menolak bahkan menentang kegiatan Hizbut Tahrir dengan caranya sendiri. Sementara itu, pemerintah masih pada posisi sikap yang sama. Saya tidak tahu apakah ini bentuk kedewasaan pemerintah dalam berdemokrasi atau karena ketidaktahuan gerakan hakiki yang diusung HTI. Kemungkinan besar yang terakhir. Maka, saatnya pemerintah mencermatinya secara seksama dan segera mengambil sikap tegas.

Avatar
Iqbal Kholidi
Penulis adalah pemerhati terorisme dan politik Timur Tengah
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Berlindung di Balik Topeng Kaca, Public Figure juga Manusia

Ketika Candil lewat Grup Band Seurieus, salah satu Band Rock Kenamaan tahun 2000-an awal ini menyuarakan pendapatnya lewat lagu Rocker juga Manusia, saya seratus...

Lelaki Dilarang Pakai Skin Care, Kata Siapa?

Kamu tahu penyakit lelaki: mau menunjukkan kegagahan! (Ayu Utami, Maya) Sering kali, drama dari negeri ginseng menampilkan para aktor maskulin dengan wajah glowing (bersinar) yang menggunakan skin care (perawatan kulit...

Digitalisasi Bisnis Saat Pandemi

Pandemi Covid-19 telah mengubah secara drastis dunia usaha. Dari pasar, proses bisnis, sumber pendanaan, konsumen, tenaga kerja, tempat kerja, hingga cara bekerja, semuanya berubah...

Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Sektor Bisnis di Indonesia

Sejak COVID-19 memasuki wilayah Indonesia pada Maret 2020, pemerintah mencanangkan regulasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) alih-alih menerapkan lockdown. PSBB itu sendiri berlangsung selama...

Disrupsi Perbankan Perspektif Ekonomi Islam

Disrupsi berasal dari bahasa inggris disruption yang memiliki arti sebagai: gangguan, kekacauan atau permasalahan yang kemudian mengganggu aktivitas, peristiwa ataupun proses. Sedangkan inovasi disruptif yaitu...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Cara Mahasiswa Menghadapi Revolusi Industri 4.0

Teknologi selalu mengalami perubahan-perubahan seakan tidak pernah ada ujungnya. Seperti halnya saat ini teknologi sudah sangat berkembang dengan pesat terutama dalam bidang teknologi informasi...

Tanggapan Orang Biasa terhadap Demo Mahasiswa dan Rakyat 2019

Sudah dua hari televisi dihiasi headline berita demonstrasi mahasiswa, hal yang seolah mengulang berita di TV-TV pada tahun 1998. Saya teringat kala itu hanya...

10 Profesi Keren di Sektor Pertanian

Saudara saya tinggal di sebuah desa lereng Gunung Sindoro. Dari hasil pertanian, dia sukses menyekolahkan salah satu anaknya hingga lulus paska-sarjana (S2) dalam bidang...

Mengapa Pancasila Membolehkan Paham Ateisme?

Dalam pasal 156a KUHP disebutkan bahwa “Dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya lima tahun, barang siapa dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.