Kamis, Maret 4, 2021

Hijrah dan Kehidupan

Latar Keluarga Miskin Bukan Batas untuk Bergerak

Kiswanti, perempuan paruh baya, yang lahir 4 Desember 1963 di Yogyakarta, terbesit mendirikan perpustakaan gratis pada tahun 1974. Ia tidak bisa meminjam buku karena...

Menjadikan RI Negara Polisi

Tanpa bisa dibendung, pengesahan perubahan Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi ketuk palu dalam waktu teramat singkat. Walaupun melanggar prosedur pembentukan undang-undang, Presiden dan Dewan Perwakilan...

Mendukung Atalanta, Agar Tercipta Dunia yang Adil

Awal Februari lalu, Aun Rahman dan Randy Aprialdi di Youtube Ligalaga,  memprediksi Juventus untuk menjuarai Serie A musim 2019/2020. Prediksi keduanya tepat. Keduanya juga memprediksi...

Kenapa Selalu Menyalahkan Perempuan?

Keberpihakan, bagi saya, adalah perkara bagaimana hati nurani dan akal sehat bersetia. Anda boleh pintar setinggi langit dan cerdas luar biasa. Tapi jika Anda...
Amidhan Shaberah
Amidhan Shaberah
DR. KH. Amidhan Shaberah adalah Ketua MUI 1995-2015/Komnas HAM 2002-2007

Hijrah adalah dinamika. Dan dinamika adalah hukum kehidupan. Ibarat air yang bergerak dan dinamis, ia makin bening karena oksigen yang berada di dalamnya makin banyak. Air yang diam dan statis makin keruh karena oksigennya makin sedikit. Dalam air yang oksigennya makin sedikit, bakteri anaerob makin banyak. Akibatnya air menjadi keruh, kotor, dan banyak kuman.

Begitu pula dalam kehidupan manusia. Hijrah merupakan keniscayaan bila manusia ingin memperbaiki kehidupannya. Hijrah dalam perspektif ini bersifat multidimensi — bisa dalam bentuk hijrah pemikiran, hijrah keimanan, hijrah pengetahuan, hijrah keduniaan, dan macam-macam. Semua bentuk hijrah itu inti tujuannya sama. Untuk mencapai kehidupan yang lebih baik. Kehidupan yang diteladankan Rasulullah.

Dalam Islam, kata salaha, artinya memperbaiki diri. Dan orang yang terus menerus memperbaiki diri niscaya akan melakukan hijrah yang penuh dinamika. Dengan demikian, menjadi orang salih, seperti cita cita semua umat beragama, adalah menjadi manusia yang terus menerus hijrah.

Yaitu hijrah dari yang buruk menjadi yang baik. Dan hijrah dari yang baik menjadi yang lebih baik. Seterusnya, dari yang lebih baik menjadi yang jauh lebih baik lagi. Karena itu, kesalihan identik dengan everlasting improvement.

Jadi, dalam konsep kesalihan — pinjam Dr. Muhammad Nursamad Kamba — tidak ada puncak kebaikan. Karena kebaikan dalam kesalihan adalah kebaikan yang terus menerus memperbaiki diri. Sedemikian rupa hingga manusia mencapai kebaikan yang mencitrakan kebaikan Allah. Yaitu kebaikan yang Sempurna.

Karena itu, yang namanya insanul kamil, adalah manusia yang akhlaknya — pinjam istilah Sir Mohamad Iqbal, filsuf Pakistan — seperti akhlak Allah. Untuk mencapai kesempurnaan hidup, Rasulullah Muhammad menyatakan, Takhallaqu biakhlaaqillah. Berakhlaklah seperti akhlak Allah.

Bagaimana akhlak Allah itu? Akhlak Allah, tulis Sir Muhamad Iqbal, tertera dalam kata basmalah. Yaitu Maha Rahman dan Maha Rahim. Hijrah manusia paripurna adalah perjalanan menuju sifat Rahman dan Rahim tersebut.

Dengan sifat Rahman dan Rahim Allah, alam ini tercipta. Penciptaan alam adalah kreasi Allah untuk menunjukkan sifat Rahman dan RahimNya. Bayangkan, semua ciptaann Allah, dari yang paling sederhana — yaitu mikroorganisma bersel satu sampai hewan bersel banyak yang sangat kompleks; dari elektron yang ukurannya amat kecil hingga matahari dan bintang-bintang di galaksi yang ukurannya super-duper gigantik — semuanya berada dalam “Kasih Sayang” Allah.

Bentuk kasih sayang Allah tersebut berupa hukum alam yang terintegarasi sempurna. Semua ciptaan Allah itu bergerak dalam dinamika yang teratur dan terstruktur indah. Dan mereka selalu bergerak mengikuti tarian-tarian natural laws di jagat raya.

Ketika Rasul hijrah dari Mekah ke Madinah, esensinya, adalah migrasi dinamis dari keterpurukan menjadi kebangkitan. Dari keburukan menjadi kebaikan. Dari kezaliman menjadi keadilan.

Dalam bahasa Qur’an, manusia diminta Allah untuk berjalan-jalan di muka bumi, mengamati pasang surutnya peradaban manusia yang selalu hijrah dari suatu tempat ke tempat lain; dari satu pemikiran ke pemikiran lain; dari satu keyakinan ke keyakinan lain. Ujung dari hijrah itu adalah sebuah pembentukan etika kehidupan yang bersumber dari sifat Rahman dan Rahim Allah.

Allah berfirman: “Berjalanlah di (muka) bumi, maka perhatikanlah bagaimana Allah menciptakan (manusia) dari permulaannya, kemudian Allah menjadikannya sekali lagi. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu” (Qs. 29:20). Ayat ini tafsirnya luas sekali. Allah menyuruh manusia “berjalan” di muka bumi untuk memperhatikan proses penciptaan makhluk di alam yang penuh dinamika sehingga terbentuk peradaban yang silih berganti.

Umat Islam, selalu memperingati “awal tahun Hijriyah”. Peringatan tahun Hijriyah ini hendaknya menjadi pemicu kebangkitan elan vital Islam yang Rahman dan Rahim. Islam di masa lalu, berkembang pesat bukan karena peperangan, tapi karena kasih sayang yang diajarkan Nabi Muhammad.

Selanjutnya dari rasa kasih sayang itu, muncullah kegairahan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan. Melalui ilmu pengetahuan inilah, implementasi sifat rahman dan rahim makin luas.

Rasul Muhammad diutus ke dunia oleh Allah semata mata untuk memperbaiki akhlak manusia. Kenapa? Kekacauan di muka bumi ini karena kekacauan akhlak manusia. Dalam konteks inilah peringatan Hijriyah mempunyai makna besar. Yaitu hijrah dari akhlak yang buruk menuju akhlak yang baik. Dari akhlak yang baik menuju akhlak yang lebih baik. Puncaknya hijrah menuju akhlak yang — tulis Sir Muhamad Iqbal — seperti akhlak Allah. Yaitu akhlak yang Maha Rahman dan Maha Rahim.

Amidhan Shaberah
Amidhan Shaberah
DR. KH. Amidhan Shaberah adalah Ketua MUI 1995-2015/Komnas HAM 2002-2007
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Tanah dan Transmigrasi

Peliknya urusan pertanahan dipadukan dengan samarnya transmigrasi di Indonesia menjadikan perpaduan masalah yang sulit diurai. Pasalnya permasalahan terkait tanah bukan sekedar konflik kepemilikan dan...

Idealisme Mati Sejak Mahasiswa, Apa Jadinya Bangsa?

Hidup mahasiswa! Hidup rakyat Indonesia! Tampaknya sudah sangat sering mahasiswa mendengar slogan perjuangan tersebut. Apalagi mahasiswa dengan cap "organisatoris" dan "aktivis". Organisatoris dan aktivis adalah...

Demitologisasi SO 1 Maret

Menarik bahwa ada kesaksian dari Prof. George Kahin tentang SO 1 Maret 1949. Menurutnya, SO 1 Maret bukanlah serangan balasan pertama dan terbesar dari...

Polwan Yuni Purwanti yang Terjebak Mafia Narkoba

Publik terkejut. Jagad maya pun ribut. Ini gegara Kapolsek Astana Anyar, Kota Bandung, Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi terciduk tim reserse antinarkoba Polda Jabar....

Stop Provokasi, Pelegalan Miras? Mbahmu!

Lampiran Perpres yang memuat izin investasi miras di daerah tertentu, baru saja dicabut oleh Presiden. Ini disebabkan karena banyak pihak merasa keberatan. Daripada ribut...

ARTIKEL TERPOPULER

Ziarah Ke Media Sosial

Meminjam istilah masyarakat industrial Kuntowijoyo dalam masyarakat tanpa masjid (2001), merupakan kondisi masyarakat yang terkungkung oleh rasionalisasi, komersialisasi dan monetisasi. Mengutip pendapat Robert Bala,...

Common Sense dalam Filsafat Ilmu

Ilmu filsafat selalu merumuskan tentang pertanyaan – pertanyaan kritis atas kemapanan jawaban yang sudah dipecahkan oleh ilmu pengetahuan. Pada zaman sekarang ilmu pendidikan tidak...

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Artidjo Alkostar, Sebuah Kitab Keadilan

Gambaran apa yang muncul di benak Anda setiap mendengar profesi pengacara dan kepengacaraan? Apapun citra itu, Artidjo Alkostar menghancurkannya berkeping-keping. Sebagai pengacara hingga akhir 1990an,...

Demitologisasi SO 1 Maret

Menarik bahwa ada kesaksian dari Prof. George Kahin tentang SO 1 Maret 1949. Menurutnya, SO 1 Maret bukanlah serangan balasan pertama dan terbesar dari...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.