Rabu, Desember 2, 2020

Ghost Writer dan UU Cipta Kerja

Maulid Nabi 1212 untuk Kemajemukan Indonesia

Barangkali hanya kebetulan bahwa maulid Nabi Muhammad SAW kali ini bertepatan waktunya pada 12 Rabi'ul Awwal Hijriyah dan 12 Desember Masihiyah. Bahkan harinya pun...

Kapolri Baru dan PR Pemberantasan Terorisme

Setelah teroris bom Thamrin berhasil dilumpuhkan, tak lama kemudian muncul di layar kaca seorang perwira polisi berbicara di depan pers menyampaikan kronologi detail kejadian....

Saatnya Jokowi Memerdekakan Korban Pelanggaran HAM

Sehari menjelang perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato kenegaraan di gedung Parlemen. Pidato yang disiarkan langsung oleh beberapa televisi tersebut...

Menggugat Nalar Keberpihakan Jokowi tentang Asap

Hingga 22 Oktober 2015, menurut Badan Reserse Kriminal Polri, ada 247 tersangka pembakar hutan. Dari jumlah itu, 230 di antaranya tersangka perorangan, dan 17...
Syaefudin Simon
Syaefudin Simon
Freelance Columnist

Pekerjaan yang enak dan tak mengikat adalah ghost writer (GW). GW pekerjaan yang spektrumnya luas. Tapi butuh kemampuan ekstra. Tak hanya harus pintar menulis dengan bahasa yang enak, tapi juga berwawasan luas dengan pergaulan tingkat tinggi.

Sampai saat ini, GW belum terdaftar dalam narasi ketenagakerjaan di Indonesia. GW juga belum dianggap profesi seperti halnya arsitek, dokter, dan lawyer. Belum ada org yg memperkenalkan diri sebagai GW dan kartu namanya menyantumkan pekerjaan sebagai GW profesional.

UU Cipta Kerja yang lagi ramai, belum memasukkan GW sebagai naker yang wajib dilindungi. Tapi di beberapa negara Barat, GW sudah dimasukkan sebagai tenaga profesional seperti halnya arsitek dan lawyer.

Bagi orang yang mengerti, GW adalah pekerjaan terhormat. Pejabat negara, elit politik, pengusaha papan atas, niscaya butuh GW. GW adalah pekerjaan elit yang sulit dicari. Itulah sebabnya, GW dalam hal gaji, nego dengan usernya. Dalam struktur perusahaan atau politik, kadang GW dikasih jabatan mentereng. Misal asisten direktur, staf ahli, staf khusus, jubir, dan macam-macam. Tapi kerjanya ya sama.. GW.

Ada sebuah film drama seri “House of Cards” yang menceritakan, seorang first lady jatuh cinta kepada GW Presiden. Suaminya, sang presiden, tak berani mengusik perselingkuhan istrinya, karena rahasia hidupnya ada di GW dan first lady tadi. Jadinya kebijakan presiden ditentukan GW dan sang istri yang selingkuh itu.

Satu hal lagi, GW tak pernah pensiun, kecuali meninggal. Selagi jarinya masih hidup dan otaknya masih berimajinasi, GW tetap bisa bekerja. Tentu dengan orang yang mau membayarnya dengan layak dan disukainya.

Yang terakhir ini penting. Meski seorang pejabat tinggi mau membayar mahal, tapi bila GW tak suka dengannya, dia tak akan mau. GW tetap punya idealisme.

Dino seorang GW, misalnya, beberapa kali melepaskan kerja sebagai GW untuk tokoh-tokoh yang cara berpikirnya norak dan anarkis. Kata Dino, masih banyak tokoh humanis dan pluralis yang perlu diangkat nama dan popularitasnya untuk memperbaiki negeri ini. Jangan sampai Indonesia terjerumus menjadi negeri gagal karena pandangan hidup yang sempit dan intoleran dari tokoh-tokoh yang dibantunya.

Syaefudin Simon
Syaefudin Simon
Freelance Columnist
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Mengapa RUU Minol Harus Disahkan

Pada zaman yang serba modern seperti sekarang ini apa saja dapat dilakukan dan didapatkan dengan mudah karena teknologi sudah semakin canggih. Dahulu untuk mendapatkan...

Pay It Forward Merespon Dampak Pandemi Covid-19

Sinopsis Film Pay It Forward Pay It Forward merupakan sebuah film asal Amerika Serikat yang sarat pesan moral. Film ini dirilis pada tahun 2000, yang...

Senyum Ekonomi di Tengah Pandemi

Pandemi tak selamanya menyuguhkan berita sedih. Setidaknya, itulah yang disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Berita apa itu? Sri Mulyani, menyatakan, kondisi ekonomi Indonesia tidak terlalu...

Dubes Wahid dan Jejak Praktek Oksidentalisme Diplomat Indonesia

Pada 5 Oktober 2000 di Canberra dalam forum Australian Political Science Association, pakar teori HI terkemuka Inggris, Prof. Steve Smith berpidato dengan judul, “The...

Gejala ‌Depresi‌ ‌Selama‌ ‌Pandemi‌ ‌Hingga‌ ‌Risiko‌ Bunuh Diri

Kesehatan mental seringkali diabaikan dan tidak menjadi prioritas utama seseorang dalam memperhatikan hal yang di rasakannya. sementara, pada kenyataannya kesehatan mental sangat mempengaruhi banyak...

ARTIKEL TERPOPULER

Luasnya Kekuasaan Eksekutif Menurut Undang-Undang

Proses demokrasi di Indonesia telah memasuki tahap perkembangan yang sangat penting. Perkembangan itu ditandai dengan berbagai perubahan dan pembentukan institusi atau lembaga baru dalam...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Hyper Grace : Kejahatan Intelektualitas Manusia Yang Menggunakan

Hyper Grace adalah anugerah yang dilebih-lebihkan (keluar dari porsi) anugerah yang melebihi yang Firman Allah katakan (menambahkan Firman-Nya).Itu adalah anugerah di mana kamu harus...

Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Pendidikan di Indonesia

Sudah 8 bulan lalu kasus virus Covid-19 menyerang dunia. Begitu cepatnya perubahan wabah Covid-19 dari Endemi hingga memenuhi syarat menjadi Pandemi, wabah yang mendunia....

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.