Rabu, Oktober 28, 2020

Okja: Si Babi Super Penyelamat Krisis Pangan Dunia

A Quite Place untuk Indonesia yang Banyak Bacot

Film horor dikatakan berhasil apabila sukses membuat penonton ketakutan. Reaksi apa lagi yang diminta selain ketakutan, dalam menonton film horor? Jika ada nuansa haru,...

Tentang Nasira, Muslim yang Tidak Ingin Membunuh Yahudi

"Apakah kalian berteman? Aku dengar orang Muslim ingin membunuh semua Yahudi. Kamu Muslim, kan?" tanya seorang murid kelas empat SD pada gurunya, Nasira, yang...

Memaknai Hidup dari Star Wars

Perang Bintang yang diimajinasikan film garapan Rian Johnson dalam seri The Last Jedi itu kembali memukau para penggemar fiksi sains. Ranah yang sepanjang alaf...

Ketika Dilan Memilih Puisi atau Nasi?

Kelas 2 SMA belajar morfologi? Jangan. Itu Berat. Biar Dilan saja yang melakukannya. Dilan yang serba bisa. Dilan yang begitu ajaib. Sayangnya, Dilan bersama kawan-kawannya...
Avatar
Anzi Matta
Hobi menulis dan menggambar

Okja, babi super, dan gadis Mija dalam film “Okja” [Sumber foto: Hindustantimes.com]
Seekor babi raksasa seberat 4.000 pound atau setara 1.814 kilogram akan menjadi ikon perusahaan makanan multinasional. Dagingnya akan diproduksi secara massal dan akan berada di menu diet favorit penjuru dunia oleh perusahaan makanan multinasional, The Mirando Corp.

 

Pada 2007, perusahaan Mirando hadir dengan wajah baru. Direktur baru Mirando Corp, Lucy Mirando (Tilda Swinton), anak dari pendiri perusahaan, membawa slogan baru perusahaan yang selama ini dianggap kejam dan tidak berprikemanusiaan. Lucy menghadirkan perusahaan yang ramah lingkungan, kode etik yang berbeda dari para direktur pendahulu.

Melihat populasi dunia mencapai tujuh miliar jiwa, 805 juta jumlah kelaparan di dunia setiap harinya, dan termasuk 30 juta orang di Amerika Serikat, Lucy memberikan alternatif makanan baru di tengah krisis pangan dunia. Bermula dari seekor babi super di peternakan di Arizona, perusahaan Mirando merawat babi-babi super dengan penuh kasih sayang. Cara konvensional dibanding perusahaan-perusahaan makanan multinasional lainnya.

26 ekor babi super yang dirawat 26 petani lokal di penjuru dunia, memiliki prinsip ramah lingkungan, alami, dan non-GMO (genetically modified organism). Dunia harus menunggu sepuluh tahun kemudian, tahun 2017, untuk dapat menikmati daging lezat ini.

Ide luar biasa itu berhasil diusung Mirando Corp. Hal ini tidak hanya baik bagi bisnis perusahaan, tetapi juga para konsumen dan lingkungan. Perusahaan menerapkan sistem keberlanjutan.

Sepuluh tahun kemudian, pada 2017, seekor babi super di daerah pegunungan Korea Selatan menjadi sorotan perusahaan. Babi itu dirawat oleh seorang petani dan cucu perempuan bernama Mija (Seo-hyeon Ahn). Babi super dari Korea Selatan itu bernama Okja. Okja memiliki kesehatan yang signifikan daripada babi-babi super lainnya.

Seperti prinsip perusahaan, tiap babi super dirawat dengan penuh kasih sayang. Mija dan Okja adalah sahabat; mereka menghabiskan waktu bersama-sama, mencari makan malam bersama hingga mandi bersama di air terjun dalam hutan.

Kasih sayang Mija telah membuat Okja tidak hanya menjadi babi super raksasa, tapi juga sehat dan bahagia. Bandingkan dengan babi-babi ternak lainnya, yang menghabiskan waktu mereka di kandang sangat sempit hingga penjagalan tiba.

Salah satu pihak perusahaan yang bertanggung jawab atas babi-babi super ini adalah dokter hewan sekaligus penyayang hewan dalam program televisi, Dr. Johnny Wilcox (Jake Gyllenhaal).

Ya, ini adalah sebuah film. Film yang berbeda daripada film-film lainnya yang pernah Anda tonton sebelumnya. Film ini dibuat oleh sutradara kesayangan Korea Selatan hingga Hollywood, Bong Joon-ho. Okja lebih dari sekadar film tentang persahabatan gadis kecil bersama seekor babi super peliharaannya. Tak juga hanya menyentuh dan indah, namun secara bersamaan aneh, dan dikemas secara cerdas dengan humor satir mengenai kejahatan perusahaan multinasional.

Bong Joon-ho

Seperti Park Chan-wook, tidak ada yang dapat membuat film seperti Bong, yang menggabungkan konsep visual yang indah dengan script yang ditulis secara rapi. Bong dapat membuat film mengenai sisi gelap manusia yang menjadi bahan tertawaan. Sureal. Okja terpilih tujuh nominasi dalam Penghargaan Festival Film Cannes, meski kali ini Bong pulang tanpa salah satu di antaranya.

Memories of Murder (2003), film detektif mengenai pembunuhan berantai berdasarkan kisah nyata di Korea Selatan; The Host (2006), film monster sekaligus film keluarga yang sangat gelap; dan Snowpiercer, film post-apokalips mengenai konflik kelas di dalam sebuah kereta cepat.

Semua terlihat begitu sureal dan dalam film Bong kali ini. Akan ada banyak aksi laga. Tidak seperti film Hollywood laga lainnya yang alurnya mudah kita prediksi, dalam Okja tidak ada plot yang halus, semuanya tidak tertebak. Ketika Okja diambil oleh perusahaan Mirando, Mija berusaha menjemput sahabatnya di Seoul, sebelum Okja diberangkatkan ke Amerika Serikat untuk kontes hewan ternak.

Di tengah perjalanan, sekumpulan orang-orang dengan penutup kepala hitam, dalam van hitam, menghentikan keberangkatan Okja, melakukan semacam pembajakan. Mereka adalah Animal Liberation Front (ALF) atau Front Pembebasan Binatang, diperankan oleh Paul Dano sebagai aktivis hak binatang.

Meski tampak sureal dan hanya terjadi dalam film, Bong benar-benar melakukan tugasnya, ALF benar-benar ada. ALF adalah sebuah perlawanan internasional, tanpa pemimpin, yang melakukan tindakan ilegal secara langsung dalam menyelamatkan binatang-binatang.

Para aktivis melihat mereka sebagai Underground Railroad (jaringan rahasia dan safe-house yang didirikan di Amerika Serikat pada abad ke-19, dan digunakan oleh budak-budak Afrika-Amerika untuk melarikan diri ke negara-negara bebas) era modern, dengan memindahkan hewan-hewan dari laboratorium dan peternakan, menghancurkan fasilitas, dan mengatur rumah aman dan perawatan bagi para hewan. Orang-orang juga menyebut mereka sebagai teroris karena aksi ilegal mereka.

Bong tidak melakukan semuanya dengan lancar. Bong juga membuat sesuai realitas yang ada, yang mana aksi-aksi revolusioner mereka tidak selalu berjalan mulus.

Secara keseluruhan film ini sungguh luar biasa indah. Bong adalah seorang jenius. Meski begitu, tak semuanya bekerja sebagaimana mestinya. Gyllenhaal, seorang aktor berbakat, harus terlihat gagal di film ini; ia memberikan penampilan yang menjengkelkan daripada menciptakan “karakter menjengkelkan”. Aktingnya tak lebih seperti Ace Ventura yang mabuk, namun dalam artian yang buruk.

Okja sangatlah menyentuh, tetapi ini juga bukanlah film yang mungkin “cocok” bagi anak-anak Anda di rumah, karena ada bagian-bagian pembantaian babi-babi super ini dengan cara yang sangat mengerikan. Jika menonton ini bersama anak Anda, mungkin mereka akan menjadi vegan setelahnya. Tetapi tidak, Bong tidak menunjukkan Okja sebagai polemik untuk menentang demi memakan hewan.

Penulis skenario, Jon Ronson, mengatakan bahwa pesan film tersebut tidak tepat jika ditujukan sebagai pro-vegan: itu terlalu sederhana. “Orang-orang baik dalam ini makan daging. Lebih tepatnya, Okja adalah rumusan provokatif tentang kekejaman kapitalisme Amerika, atas semua kekejaman yang akan kita tolerir demi burger yang nikmat atau mungkin iPhone terbaru.”

Okja adalah sebuah film dengan ide orisinil yang segar dan layak untuk Anda tonton di tahun 2017 ini.

Avatar
Anzi Matta
Hobi menulis dan menggambar
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

KDRT Saat Pandemi

Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) atau yang lebih dikenal dengan nama COVID-19 adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini...

Politik dan Monopoli Media Sosial

Saat ini, kita hidup di era cyberspace (dunia maya). Era yang pertama kali diperkenalkan oleh William Gibson dalam buku Neuromancer itu, dimaknai sebagai suatu...

Candu Media Sosial, Kajian Filosofis dan Psikologis

Bermain ria di “alam medsos” terkadang meng-asyikkan. Tapi akhirnya menganggap dunia nyata jadi tak menarik untuk bersosialisasi dan mengemban hidup secara hakiki. Untuk melihat...

Membendung Hegemoni China di Asia Tenggara

Lima hari sudah Menteri Luar Negeri (Menlu) China Wang Yi berkunjung ke empat negara di Asia Tenggara (15-18 Oktober 2020). Dalam kunjungan ke Kamboja,...

Reformasi Kewenangan Legislasi DPD

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) sebagai anak kandung reformasi telah berusia 16 tahun. Lembaga negara buah amandemen ketiga UUD 1945 mengalami banyak goncangan. Isu pembubaran...

ARTIKEL TERPOPULER

Pemuda Pancasila Selalu Ada Karena Banyak yang Memeliharanya

Mengapa organisasi ini masih boleh terus memakai nama Pancasila? Inikah tingkah laku yang dicerminkan oleh nama yang diusungnya itu? Itulah pertanyaan saya ketika membaca...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Tamansiswa, Ki Hadjar Dewantara, dan Sistem Pendidikan Kolonial

Setiap 2 Mei kita dihadapkan pada kesibukan rutin memperingati Hari Pendidikan Nasional. 2 Mei itu merupakan tanggal kelahiran tokoh pendidikan nasional, Ki Hadjar Dewantara,...

Cara Mahasiswa Menghadapi Revolusi Industri 4.0

Teknologi selalu mengalami perubahan-perubahan seakan tidak pernah ada ujungnya. Seperti halnya saat ini teknologi sudah sangat berkembang dengan pesat terutama dalam bidang teknologi informasi...

Mengenal Dua Tokoh Ateisme: Feuerbach dan Marx

Ludwid Feuerbach (1804-1872) dan Karl Marx (1818-1883) menjadi dua tokoh besar ateisme dalam sejarah peradaban manusia. Keduanya digolongkan filsuf materialistis karena bagi mereka pemikiran...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.