Banner Uhamka
Kamis, Oktober 1, 2020
Banner Uhamka

Okja: Si Babi Super Penyelamat Krisis Pangan Dunia

Nyai Ahmad Dahlan dan Amnesia Pahlawan Perempuan

Sosiolog Universitas Indonesia Thamrin Amal Tomagola pernah menyatakan, bangsa Indonesia mengalami amnesia sejarah. Istilah itu merujuk pada orang-orang yang membenci kekuasaan Orde Baru, namun...

Menyelami Kompleksitas Hubungan Orangtua dan Kids Zaman Now  

Pengalaman pribadi merupakan pengetahuan berharga yang dapat divisualisasikan ke dalam film. Namun, sejauhmana pengalaman itu bisa dieksplorasi lebih jauh? Pertanyaan inilah yang saya ajukan...

Marlina dan Kebisingan yang Tak Pernah Reda

Tak perlu menunggu hari perempuan untuk menulis tentang perempuan. Kehidupannya unik, tuturannya syarat nasihat, hingga inspirasi perempuan dikandung setiap zaman. Soal perempuan, bukan melulu...

Yes We Scan: Perjuangan Edward Snowden dan Senjakala Kehidupan Privat

The Conversation (1974), Nineteen Eighty-Four (1984), Brazil (1985),  Enemy of the State (1998), Minority Report (2002), A Scanner Darkly (2006), The Lives of Others...
Avatar
Anzi Matta
Hobi menulis dan menggambar

Okja, babi super, dan gadis Mija dalam film “Okja” [Sumber foto: Hindustantimes.com]
Seekor babi raksasa seberat 4.000 pound atau setara 1.814 kilogram akan menjadi ikon perusahaan makanan multinasional. Dagingnya akan diproduksi secara massal dan akan berada di menu diet favorit penjuru dunia oleh perusahaan makanan multinasional, The Mirando Corp.

 

Pada 2007, perusahaan Mirando hadir dengan wajah baru. Direktur baru Mirando Corp, Lucy Mirando (Tilda Swinton), anak dari pendiri perusahaan, membawa slogan baru perusahaan yang selama ini dianggap kejam dan tidak berprikemanusiaan. Lucy menghadirkan perusahaan yang ramah lingkungan, kode etik yang berbeda dari para direktur pendahulu.

Melihat populasi dunia mencapai tujuh miliar jiwa, 805 juta jumlah kelaparan di dunia setiap harinya, dan termasuk 30 juta orang di Amerika Serikat, Lucy memberikan alternatif makanan baru di tengah krisis pangan dunia. Bermula dari seekor babi super di peternakan di Arizona, perusahaan Mirando merawat babi-babi super dengan penuh kasih sayang. Cara konvensional dibanding perusahaan-perusahaan makanan multinasional lainnya.

26 ekor babi super yang dirawat 26 petani lokal di penjuru dunia, memiliki prinsip ramah lingkungan, alami, dan non-GMO (genetically modified organism). Dunia harus menunggu sepuluh tahun kemudian, tahun 2017, untuk dapat menikmati daging lezat ini.

Ide luar biasa itu berhasil diusung Mirando Corp. Hal ini tidak hanya baik bagi bisnis perusahaan, tetapi juga para konsumen dan lingkungan. Perusahaan menerapkan sistem keberlanjutan.

Sepuluh tahun kemudian, pada 2017, seekor babi super di daerah pegunungan Korea Selatan menjadi sorotan perusahaan. Babi itu dirawat oleh seorang petani dan cucu perempuan bernama Mija (Seo-hyeon Ahn). Babi super dari Korea Selatan itu bernama Okja. Okja memiliki kesehatan yang signifikan daripada babi-babi super lainnya.

Seperti prinsip perusahaan, tiap babi super dirawat dengan penuh kasih sayang. Mija dan Okja adalah sahabat; mereka menghabiskan waktu bersama-sama, mencari makan malam bersama hingga mandi bersama di air terjun dalam hutan.

Kasih sayang Mija telah membuat Okja tidak hanya menjadi babi super raksasa, tapi juga sehat dan bahagia. Bandingkan dengan babi-babi ternak lainnya, yang menghabiskan waktu mereka di kandang sangat sempit hingga penjagalan tiba.

Salah satu pihak perusahaan yang bertanggung jawab atas babi-babi super ini adalah dokter hewan sekaligus penyayang hewan dalam program televisi, Dr. Johnny Wilcox (Jake Gyllenhaal).

Ya, ini adalah sebuah film. Film yang berbeda daripada film-film lainnya yang pernah Anda tonton sebelumnya. Film ini dibuat oleh sutradara kesayangan Korea Selatan hingga Hollywood, Bong Joon-ho. Okja lebih dari sekadar film tentang persahabatan gadis kecil bersama seekor babi super peliharaannya. Tak juga hanya menyentuh dan indah, namun secara bersamaan aneh, dan dikemas secara cerdas dengan humor satir mengenai kejahatan perusahaan multinasional.

Bong Joon-ho

Seperti Park Chan-wook, tidak ada yang dapat membuat film seperti Bong, yang menggabungkan konsep visual yang indah dengan script yang ditulis secara rapi. Bong dapat membuat film mengenai sisi gelap manusia yang menjadi bahan tertawaan. Sureal. Okja terpilih tujuh nominasi dalam Penghargaan Festival Film Cannes, meski kali ini Bong pulang tanpa salah satu di antaranya.

Memories of Murder (2003), film detektif mengenai pembunuhan berantai berdasarkan kisah nyata di Korea Selatan; The Host (2006), film monster sekaligus film keluarga yang sangat gelap; dan Snowpiercer, film post-apokalips mengenai konflik kelas di dalam sebuah kereta cepat.

Semua terlihat begitu sureal dan dalam film Bong kali ini. Akan ada banyak aksi laga. Tidak seperti film Hollywood laga lainnya yang alurnya mudah kita prediksi, dalam Okja tidak ada plot yang halus, semuanya tidak tertebak. Ketika Okja diambil oleh perusahaan Mirando, Mija berusaha menjemput sahabatnya di Seoul, sebelum Okja diberangkatkan ke Amerika Serikat untuk kontes hewan ternak.

Di tengah perjalanan, sekumpulan orang-orang dengan penutup kepala hitam, dalam van hitam, menghentikan keberangkatan Okja, melakukan semacam pembajakan. Mereka adalah Animal Liberation Front (ALF) atau Front Pembebasan Binatang, diperankan oleh Paul Dano sebagai aktivis hak binatang.

Meski tampak sureal dan hanya terjadi dalam film, Bong benar-benar melakukan tugasnya, ALF benar-benar ada. ALF adalah sebuah perlawanan internasional, tanpa pemimpin, yang melakukan tindakan ilegal secara langsung dalam menyelamatkan binatang-binatang.

Para aktivis melihat mereka sebagai Underground Railroad (jaringan rahasia dan safe-house yang didirikan di Amerika Serikat pada abad ke-19, dan digunakan oleh budak-budak Afrika-Amerika untuk melarikan diri ke negara-negara bebas) era modern, dengan memindahkan hewan-hewan dari laboratorium dan peternakan, menghancurkan fasilitas, dan mengatur rumah aman dan perawatan bagi para hewan. Orang-orang juga menyebut mereka sebagai teroris karena aksi ilegal mereka.

Bong tidak melakukan semuanya dengan lancar. Bong juga membuat sesuai realitas yang ada, yang mana aksi-aksi revolusioner mereka tidak selalu berjalan mulus.

Secara keseluruhan film ini sungguh luar biasa indah. Bong adalah seorang jenius. Meski begitu, tak semuanya bekerja sebagaimana mestinya. Gyllenhaal, seorang aktor berbakat, harus terlihat gagal di film ini; ia memberikan penampilan yang menjengkelkan daripada menciptakan “karakter menjengkelkan”. Aktingnya tak lebih seperti Ace Ventura yang mabuk, namun dalam artian yang buruk.

Okja sangatlah menyentuh, tetapi ini juga bukanlah film yang mungkin “cocok” bagi anak-anak Anda di rumah, karena ada bagian-bagian pembantaian babi-babi super ini dengan cara yang sangat mengerikan. Jika menonton ini bersama anak Anda, mungkin mereka akan menjadi vegan setelahnya. Tetapi tidak, Bong tidak menunjukkan Okja sebagai polemik untuk menentang demi memakan hewan.

Penulis skenario, Jon Ronson, mengatakan bahwa pesan film tersebut tidak tepat jika ditujukan sebagai pro-vegan: itu terlalu sederhana. “Orang-orang baik dalam ini makan daging. Lebih tepatnya, Okja adalah rumusan provokatif tentang kekejaman kapitalisme Amerika, atas semua kekejaman yang akan kita tolerir demi burger yang nikmat atau mungkin iPhone terbaru.”

Okja adalah sebuah film dengan ide orisinil yang segar dan layak untuk Anda tonton di tahun 2017 ini.

Avatar
Anzi Matta
Hobi menulis dan menggambar
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Pancasila dan Demokrasi Kita Hari Ini

Perjalanan demokrasi di Indonesia tidak selamanya sejalan dengan ideologi negara kita, Pancasila. Legitimasi Pancasila secara tegas tercermin dalam Undang-Undang Dasar 1945, dan difungsikan sebagai...

PKI, HMI, dan NU

Saya pernah membuka kliping koran Kedaulatan Rakyat (KR) tahun 1965-an, dari Januari sampai 30 September di Perpus DIY, Malioboro, tahun 2018. Waktu itu saya...

Dua Perwira di Bawah Pohon Pisang (Kenangan Kekejaman PKI di Yogya)

Yogya menangis. Langit di atas Kentungan muram. Nyanyian burung kutilang di sepanjang selokan Mataram terdengar sedih. What's wrong? Ono opo kui? Rakyat Ngayogyakarta risau, karena sudah...

Pilkada dan Pergulatan Idealisme

Invasi Covid-19 memang tak henti-hentinya memborbardir aspek kehidupan manusia secara komprehensif. Belum usai kegamangan pemerintah terkait preferensi mitigasi utama yang harus didahulukan antara keselamatan...

Menimbang Demokrasi di Tengah Pandemi

Dibukanya pendaftaran peserta pilkada dari tanggal 4 – 6 September lalu diwarnai oleh pelbagai pelanggaran yang dilakukan oleh bakal calon peserta pilkada. Pelanggaran yang...

ARTIKEL TERPOPULER

Lebih Baik Dituduh PKI daripada PKS

Ini sebenarnya pilihan yang konyol. Tetapi, ketika harus memilih antara dituduh sebagai (kader, pendukung/simpatisan) Partai Komunis Indonesia (PKI) atau Partai Keadilan Sejahtera (PKS), maka...

Pengakuan Pak Harto: Malam Jahanam itu Bernama Kudeta

RAUT wajah Presiden Sukarno tampak menahan kesal teramat sangat. Sambil duduk, ia dihadapkan pada selembar kertas yang harus ditandatangani. Di sisi kanan Bung Besar,...

Narasi – Narasi Seputar G-30S 1965

Hingga hari ini, masih banyak masyarakat awam yang percaya bahwa dalang utama dibalik peristiwa G30S adalah PKI. Kepercayaan tersebut tidak bisa dilepaskan dari kampanye...

PKI, HMI, dan NU

Saya pernah membuka kliping koran Kedaulatan Rakyat (KR) tahun 1965-an, dari Januari sampai 30 September di Perpus DIY, Malioboro, tahun 2018. Waktu itu saya...

Hyper Grace : Kejahatan Intelektualitas Manusia Yang Menggunakan

Hyper Grace adalah anugerah yang dilebih-lebihkan (keluar dari porsi) anugerah yang melebihi yang Firman Allah katakan (menambahkan Firman-Nya).Itu adalah anugerah di mana kamu harus...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.