Senin, Januari 18, 2021

DPRD DKI; Kembalilah Menjadi Wakil Rakyat!

Di Mana Keluarga Saat Si Anak Memperkosa?

”Seluruh desa dibutuhkan untuk membesarkan seorang anak,” kata pepatah Nigeria. Kalimat ini kemudian dikutip Hillary Clinton, menjadi judul bukunya It Takes A Village pada...

Makanan di Penjara Bukan Persoalan Sepele

Saya kira, semua orang yang pernah mengadakan riset lapangan di penjara tahu masalah di penjara seperti timpangnya jumlah petugas dan tahanan. Ketimpangan ini tentu...

Jokowi dan Korupsi Irman Gusman

Jumat sore (16 September), penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan operasi tangkap tangan di rumah dinas Ketua Dewan Perwakilan Daerah RI Irman Gusman (IG). Dalam...

Sekolah Unggulan, Kompetisi, dan Kurikulum [Kasus SMA Negeri 3 Semarang]

Berita kegagalan ratusan murid SMA Negeri 3 Semarang merebut kursi impian di perguruan tinggi negeri favorit melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri...
Giring Ganesha
Giring Ganeshahttps://giring.id
Ketua Umum DPP PSI, Bakal Calon Presiden RI 2024-2029

Saya terhenyak ketika mendapat informasi perihal naiknya pendapatan langsung dan tidak langsung anggota DPRD DKI Jakarta tahun anggaran 2021. Berdasarkan dokumen Rencana Kerja Tahunan DPRD DKI, total gaji, tunjangan, dan dana kegiatan tiap anggota dewan mencapai Rp 8,3 miliar per tahun. Total anggaran untuk penunjang kegiatan anggota DPRD DKI tersebut sejumlah Rp. 888.681.846.000 untuk 106 anggota selama tahun 2021. Jauh meningkat dari anggaran tahun 2020 yang sejumlah Rp. 152.329.612.000.

Sungguh suatu hal yang di luar nalar mengingat kondisi rakyat Indonesia saat ini tak terkecuali warga DKI Jakarta sedang kesusahan di segala lini kehidupan akibat pandemi covid 19. Ribuan buruh kena PHK dan tak terhitung pula karyawan perusahaan yang dirumahkan.

Kenaikan anggaran untuk DPRD ini menunjukkan bahwa sejatinya DKI Jakarta masih memiliki keleluasaan dalam penganggaran. Namun yang menjadi persoalan keleluasaan anggaran ini malah dijadikan untuk menambah anggaran anggota DPRD dan bukannya digunakan untuk mengatasi dampak pandemi covid 19.

Anggaran senilai ratusan milyar tersebut akan sangat terasa manfaatnya bila digunakan untuk menambah bantuan sosial bagi masyarakat kecil yang ekonominya tidak berjalan baik saat ini. Menambah spot wi-fi gratis bagi siswa sekolah yang kesulitan akses internet bahkan memberikan gadget bagi siswa yang tidak mampu.

Bagi Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DKI Jakarta, tidak ada pilihan lain selain menolak kebijakan anggaran yang sama sekali tidak pro rakyat dan melukai nurani ini. Tidak hanya itu Fraksi PSI juga meminta Pemprov DKI meninjau ulang besaran anggaran belanja event sebesar RP. 125,8 milyar beserta dengan belanja iklan sebesar RP. 51,3 milyar.

Bagi kita di PSI setiap rupiah uang rakyat harus dipertanggungjawabkan penggunaannya karena setiap anggaran pemerintah daerah berasal dari jerih payah dan keringat warga DKI Jakarta .

Kembalikan Fungsi Wakil Rakyat

Dalam demokrasi, wakil rakyat di DPRD itu memiliki fungsi yang sentral. Lewat lembaga inilah rakyat menitipkan kepercayaan mereka untuk dapat melakukan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan daerah. Anggota DPRD tidak hanya sekedar membuat Peraturan Daerah. Anggota DPRD tidak hanya sekedar mengesahkan RAPBD yang diajukan Pemerintah Daerah saja namun turut membahas dan mengkritisi penggunaan uang rakyat dalam RAPBD tersebut.

APBD bukan sekedar perwujudan pengelolaan keuangan daerah semata melainkan wujud dari kedaulatan rakyat itu sendiri. APBD kemudian menjadi bukti nyata apakah aspirasi publik dapat diperjuangkan sepenuhnya oleh DPRD untuk tujuan bersama yakni memajukan kesejahteraan umum. Dalam kasus ini, DPRD DKI Jakarta terbukti tidak peka terhadap persoalan rakyat dan malah menyetujui penambahan anggaran untuk diri sendiri.

Di sisi lain, kita berharap langkah Pemprov DKI ini bukan untuk membungkam naluri kritis dari anggota DPRD DKI. Kita tahu, Gubernur DKI Jakarta memenangkan Pilgub DKI dengan dukungan partai Gerindra, Partai Amanat Nasional dan Partai Keadilan Sejahtera. Jumlah kursi ketiga partai pendukung ini hanya sebanyak 44 kursi dari total 106 kursi di DPRD DKI Jakarta. Dengan begitu, komposisi pendukung Anies Baswedan adalah minoritas dan secara politik maka dukungan DPRD kepada Gubernur bisa dikategorikan “lemah”.

Dengan kondisi ini kita tidak berharap melonjaknya anggaran untuk DPRD DKI ini sebagai bentuk kompromi Pemprov DKI untuk mendapatkan dukungan politik dari DPRD dalam setiap kebijakannya. Kita tidak berharap ini merupakan perwujudan politik dagang sapi atau tukar menukar kepentingan. Karena bila ini terjadi maka hilanglah harapan kita supaya DPRD DKI menjadi lembaga demokrasi yang menjadi pengawas dan penyeimbang jalannya pemerintahan DKI Jakarta.

Tapi saya yakin dan percaya kawan-kawan Fraksi PSI di DPRD DKI akan tetap melakukan hal tidak biasa ini yakni menolak penambahan anggaran untuk diri sendiri. Fraksi PSI di DPRD DKI Jakarta akan tetap menjadi penjaga uang rakyat untuk tidak dihambur-hamburkan bagi keperluan yang jauh dari kepentingan rakyat. Lebih baik membiasakan hal yang tak biasa itu selama dalam rangka menjalankan fungsi pokok sebagai pengontrol jalannya pemerintah daerah sekaligus sebagai penyambung aspirasi rakyat.

Disaat kondisi serba susah karena pandemi ini, kita tidak boleh kehilangan hati dan nurani. Karena nuranilah yang akan menuntun setiap anggota dewan dan pemimpin untuk memprioritaskan kebijakan yang benar-benar dibutuhkan rakyat. Ketepikan dulu kepentingan pribadi dan golongan, mari kita tempatkan keselamatan dan kesejahteraan rakyat sebagai hukum yang tertinggi dalam demokrasi. Tidak mudah memang namun untuk itulah kita ada.

Pertama kali dipublish https://giring.id/opini/dprd-dki-kembalilah-menjadi-wakil-rakyat/

Giring Ganesha
Giring Ganeshahttps://giring.id
Ketua Umum DPP PSI, Bakal Calon Presiden RI 2024-2029
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

China-Indonesia, Lahir dari Rahim Bulutangkis

Olahraga bukan sekedar cara untuk menjaga kesehatan, juga bukan sebagai hobi yang dinikmati dan sebuah kewajiban rutinitas untuk mencegah berbagai penyakit. Lebih dari itu,...

Penguatan Kebijakan Pelaksanaan Akreditasi RS di Masa Covid-19

Kasus Pandemik Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) kian meningkat dan telah memengaruhi berbagai aspek kesehatan termasuk memengaruhi upaya dalam meningkatkan kualitas layanan fasilitas kesehatan....

Memaknai Syair Lagu Jika Surga dan Neraka Tak Pernah Ada

Lagu yang diciptakan oleh musisi terkenal di Indonesia yaitu Ahmad Dhani, melahirkan Sebuah mahakarya lagu yang begitu indah dan memiliki makna yang dalam. Lagu...

Soe Hok Gie, Perihal PKI dan Humanity

Soe Hok Gie sendiri adalah salah satu tokoh kunci dalam gerakan anak muda yang kemudian berujung dengan kejatuhan Orde Lama. Ia memainkan peran yang...

Ihwal Teori Keadilan John Rawls

Keadilan merupakan salah satu diskursus dalam filsafat yang paling banyak dibahas, bahkan menjadi topik utama dalam dunia global saat ini. Para filsuf sejak zaman...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Mengapa Banyak Abdi Negara Muda Pamer di Media Sosial?

Apakah kamu pengguna Twitter yang aktif? Jika iya, pasti kamu pernah melihat akun @txtdrberseragam berseliweran di timeline kamu. Sebagaimana tercantum di bio akun ini,...

Narkoba Menghantui Generasi Muda

Narkoba telah merajalela di Indonesia .Hampir semua kalangan masyarakat positif menggunakan Narkoba. Bahkan lebih parahnya lagi adalah narkoba juga telah merasuki para penegak hukum...

Ihwal Teori Keadilan John Rawls

Keadilan merupakan salah satu diskursus dalam filsafat yang paling banyak dibahas, bahkan menjadi topik utama dalam dunia global saat ini. Para filsuf sejak zaman...

Soe Hok Gie, Perihal PKI dan Humanity

Soe Hok Gie sendiri adalah salah satu tokoh kunci dalam gerakan anak muda yang kemudian berujung dengan kejatuhan Orde Lama. Ia memainkan peran yang...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.