Kamis, Januari 21, 2021

Di Balik Teror Bom Sarinah

Agama, Air dan Api

Islam, termasuk agama lainnya, selalu punya wajah janus. Ia bisa menjadi air juga api. Agama bisa menjadi mata air cinta, kearifan, kebajikan, kedamaian, penyejuk...

Aku Ingin: Obituari Sapardi Djoko Damono

“Aku ingin mencintaimu dengan sederhana; dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu. Aku ingin mencintaimu dengan sederhana; dengan isyarat...

Kebebasan Berekspresi, Potret Kemalasan Berpikir?

Waspada, kelak merundung alias mem-bully di internet akan bisa berakhir di bui hingga 12 tahun. Lebay? Itulah draf Rancangan Undang-Undang Revisi UU Informasi dan...

Yesus, Tuhan Kaum Muslim Juga? [Refleksi Natal dari Seorang Mukmin]

Setiap menjelang perayaan Natal, fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) tentang boleh tidaknya kaum Muslim mengucapkan selamat Natal menjadi perbincangan. Baru-baru ini MUI kembali menambah...
Avatar
Iqbal Kholidi
Penulis adalah pemerhati terorisme dan politik Timur Tengah

Tragedi teror di Sarinah, Jakarta Pusat yang terjadi pada pukul 10.40, Kamis (14/1) telah menewaskan dua orang warga sipil dan melukai 24 orang. Lima teroris telah di tembak mati dan dilumpuhkan oleh aparat kepolisian dalam tragedi tersebut. (Andrey Gromico/The Geotimes)
Tragedi teror di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, Kamis (14/1). (Andrey Gromico/The Geotimes)

Hanya dalam hitungan jam setelah teror bom Thamrin/Sarinah di Jakarta, Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) merilis pernyataan bertanggung jawab atas kejadian tersebut. Rilis tersebut sangat mungkin memang dikeluarkan oleh ISIS. Namun, bagaimana cara memverifikasi keaslian isi rilis itu memang dikeluarkan ISIS yang berpusat di Suriah? Sementara tak ada pelaku teror yang tertangkap hidup-hidup.

Media yang pertama kali mempublikasikan pernyataan ISIS adalah kantor berita Aamaaq. Jika kita mengetik Aamaaq menggunakan teks Arab di kanal Youtube, kita akan disuguhi puluhan video ISIS di berbagai garis depan pertempuran di Irak dan Suriah yang mustahil dilakukan oleh awak media arus utama.

Bedanya, konten video yang diunggah Aamaaq tentang ISIS tidak ada adegan sadis. Di situ, misalnya, hanya ada berita aktifitas pasukan ISIS dalam situasi perang, sehingga terbilang aman dari pemblokiran. Aamaaq sering menjadi media yang selalu terdepan dan pertama kali dalam mengabarkan aktifitas ISIS, karena itu tak ada satu pun pihak yang sampai saat ini meragukan bahwa Aamaaq terhubung dengan ISIS. Bahkan sejumlah pengamat konflik Timur Tengah meyakini Aamaaq dijalankan oleh anggota ISIS.

Kemudian penggunaan istilah kosakata yang dipilih dalam penyampaian pesan ISIS tersebut. Misalnya kosakata “Junud Khilafah” yang maksudnya adalah anggota ISIS. Lalu mengobral kata “Salibis” bagi musuhnya, adalah kosakata yang sangat kental dalam kamus bahasa yang sering dipakai ISIS.

ISIS lebih suka menyebut pengikutnya sebagai “junud khilafah” dibanding “mujahidin”. Karena kata “mujahidin” sudah terlalu umum; “junud khilafah” secara harfiah artinya tentara khilafah.

Ketika Aamaaq mempublikasikan melalui channel akun telegram pernyataan ISIS tentang bom Jakarta (Thamrin), akun-akun twitter pendukung ISIS di Timur Tengah dalam sekejap menyebarluaskan rilisan tersebut dibubuhi tagar “breaking news”, “kabar khilafah”, dan “Indonesia” dalam bahasa Arab yang kemudian diamini dan diramaikan oleh akun-akun pendukung ISIS di Indonesia.

Berdasarkan uraian di atas, rilisan pernyataan ISIS atas bom Thamrin memang benar-benar asli dikeluarkan oleh ISIS di Timur Tengah, dan ini baru pertama kali terjadi di Indonesia. Lantas bagaimana dengan isi pernyataan ISIS yang ada perbedaan dengan rilisan versi pemerintah mengenai jumlah korban dan teroris. Ini adalah bagian dari propaganda yang biasa ISIS lakukan, yakni menggandakan korban musuh yang tewas dan di pihaknya diklaim hanya sedikit yang tewas.

Namun yang jadi pertanyaan adalah, apakah aksi teror di Jakarta ini memang merupakan perintah langsung dari ISIS di Suriah atau semata-mata inisiatif pengikut ISIS di Indonesia yang kemudian direstui oleh ISIS?

Kemungkinan besar adalah yang terakhir. Sebab, mayoritas teror yang diklaim ISIS merupakan inisiatif pengikut ISIS yang terpanggil dan terinspirasi seruan resmi ISIS di Suriah yang pernah menyerukan serangan membunuh siapa pun yang dipandang menghalang-halangi gerakan ISIS. Namun, tak bisa dipungkiri, dukungan jarak jauh jihadis Indonesia yang bergabung dengan ISIS di Suriah pada teror Jakarta tentu ada, bisa berupa dana atau arahan.

Kalaupun dalang teror Jakarta ini dari jihadis ISIS di Suriah, bukan berarti pengungkapan teror ini selesai sampai di sini. Aparat harus mengungkap segala kemungkinan keterlibatan orang-orang yang telah terdeteksi sebagai pendukung ISIS. Sebagian dari mereka bisa saja sebagai penyandang dana, penghubung, pemasok senjata atau perekrut pelaku teror.

Memang, aksi teror ini tidak sedahsyat yang pernah terjadi di era 2000-an. Tapi untuk sebuah aksi yang pertama kali oleh pengikut ISIS ini terbilang cukup menggetarkan Indonesia. Padahal sebelumnya sudah banyak pengikut ISIS yang digerebek. Apalagi aksi ini dilakukan di jantung kota Jakarta dengan modal senjata pas-pasan. Dari awal pelaku sudah mempersiapkan diri bahwa ini adalah aksi bunuh diri.

Kini bukan saatnya saling menyalahkan, apalagi mengait-kaitkan dengan teori konspirasi bahwa ini pengalihan isu. Yang pasti, serangan teror sudah terjadi dan jatuh korban jiwa. Ada ISIS atau tidak, ancaman terorisme tidak akan pernah usai di Republik ini.

Avatar
Iqbal Kholidi
Penulis adalah pemerhati terorisme dan politik Timur Tengah
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Revolusi Azyumardi Azra

Ketika masih sekolah di Pendidikan Guru Agama (PGA), setingkat SMA, di Pariaman, Sumatera Barat, Azyumardi Azra mengirim puisi berbahasa Inggris ke Harian The Indonesian...

Towards Success: Re-evaluating Indonesia Ecological Development

Indonesia has long been an active participant of the environmental policy formation and promotion. Ever since 1970, as Dr Emil Salim appointed as the...

Apa Itu Teo Demokrasi dan Nasionalisme?

Apa itu Konsep Teo Demokrasi? Teo demokrasi terdiri dari gabungan kata yaitu teologi yang berarti agama dan demokrasi yang terdiri dari kata demos berarti rakyat dan...

Menilik Superioritas Ras dalam Film Imperium

Film Imperium yang ditulis dan disutradarai oleh Daniel Ragussis adalah sebuah film thriller yang menampilkan usaha seorang karakter utama yang mencoba untuk “masuk” ke...

Pandangan Mochtar Lubis Terhadap Kemunafikan Manusia Indonesia

Pernyataan Mochtar Lubis dalam naskah pidato Manusia Indonesia (kemudian diterbitkan menjadi buku) sampai sekarang pidato ini masih relevan untuk dibahas, baik kalangan awam maupun...

ARTIKEL TERPOPULER

Pandangan Mochtar Lubis Terhadap Kemunafikan Manusia Indonesia

Pernyataan Mochtar Lubis dalam naskah pidato Manusia Indonesia (kemudian diterbitkan menjadi buku) sampai sekarang pidato ini masih relevan untuk dibahas, baik kalangan awam maupun...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Bencana Alam: Paradigma Ekologi dan Aktivisme

Ekologi sebagai kajian ilmiah tentang hubungan antara makhluk hidup dengan makhluk tidak hidup telah memberikan perspektif baru tentang sistem keterkaitan. Namun, sebagian besar pemerhati...

Bagaimana Masa Depan Islam Mazhab Ciputat?

Sejak tahun 80-an Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jakarta dikenal "angker" oleh sebagian masyarakat, pasalnya mereka menduga IAIN Jakarta adalah sarangnya orang-orang Islam liberal,...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.