Minggu, April 11, 2021

Delusi Sejarah Nusantara Versi Pendukung Khilafah

Membedah Otak Kaum Fundamentalis-Ekstremis

Indonesia darurat intoleransi. Ya, sesuai hasil survei Wahid Institute, intoleransi, radikalisme, dan fundamentalisme agama rawan terjadi di Indonesia. Hal ini merebak beberapa tahun belakangan...

Ada Apa dengan Identitas dan Kebhinekaan? 

Kini kembali mencuat leksikon mayoritas dan minoritas di Indonesia. Dari fenomena itu tiba-tiba kita dipaksa berpikir atau bertindak masuk ke dalam himpunan mayoritas atau...

Menakar Kesungguhan Partai dalam Pilkada

Benarkah partai politik telah bersungguh-sungguh memperjuangkan calon kepala daerah yang diusung dalam pemilihan kepala daerah (pilkada)? Pertanyaan ini perlu diajukan karena dari kecenderungan yang...

Arief Budiman Kini Bisa Diam

Arief Budiman masuk ke ruang ceramah dengan santai. Ia mengenakan kemeja lengan pendek, berbahan tipis, sutra tiruan, yang bercorak lukisan abstrak, dengan warna dominan...
Hasanudin Abdurakhman
Penulis dan pekerja profesional.

Para pendukung khilafah itu delusional. Mereka delusional soal masa depan, juga delusional soal masa lalu. Salah satu bentuknya adalah klaim delusional mereka soal kerajaan Islam Nusantara yang mengaku berada di bawah Turki Usmani.

Mereka punya delusi bahwa di zaman khilafah itu umat Islam bersatu dalam satu kekuasaan saja. Keberadaan berbagai kerajaan Islam di Nusantara tentu mengganggu delusi mereka soal persatuan itu. Maka mereka mengarang cerita dusta soal kerajaan Islam Nusantara yang menginduk ke Turki tadi.

Sebenarnya sepanjang sejarahnya sendiri pun khilafah itu tidak utuh tunggal. Sejak Dinasti Umayyah dihancurkan oleh Abbasiyah, keturunan Muawiyah mendirikan kerajaan sendiri. Sepanjang sejarah Abbasiyah ada pecahan-pecahan wilayah yang juga mengaku diri mereka sebagai khilafah, yaitu Umayyad, Fatimid, Ayyubid, dan sebagainya. Dalam imajinasi delusional pendukung khilafah, umat Islam selalu berada dalam satu kekuasaan.

Selama masa kejayaan Turki Usmani pun banyak wilayah muslim yang berdiri sebagai kerajaan sendiri. Kekaisaran Mughal, misalnya, adalah kerajaan mandiri yang tidak berada di bawah kekuasaan Turki.

Bagaimana dengan di Nusantara?

Pertama, Islam sudah masuk ke sini jauh sebelum masa kejayaan Turki Usmani. Kedua, kerajaan-kerajaan Islam Nusantara berdiri sebagai lanjutan sejarah sebelumnya, bebas dari pengaruh pergerakan sejarah di berbagai tempat di dunia. Kerajaan Demak, misalnya, lahir dari sisa konflik dalam Kerajaan Majapahit. Ketiga, kerajaan-kerajaan itu juga tidak memandang Islam sebagai pemersatu. Di antara mereka sendiri saling berperang. Misanya perang antara Kerajaan Gowa dan Bone.

Apa yang konyol dari klaim itu?

Mereka mengatakan bahwa kerajaan-kerajaan Nusantara menginduk ke Turki, tapi pada saat yang sama Belanda menjajahnya. Mereka hendak mengatakan bahwa wilayah yang menginduk pada khilafah islamiyah itu ternyata justru dikuasai orang kafir. Itu justru bertentangan dengan delusi mereka yang mengatakan bahwa Islam di bawah khilafah itu adalah Islam yang jaya.

Mereka kini mengklaim adanya hubungan erat antara Pangeran Diponegoro dengan Turki Usmani. Seolah Pangeran Diponegoro mendapat bantuan dari Turki. Ahli sejarah Pater Carey mengatakan tidak ada bantuan dari Turki. Yang ada hanyalah kekaguman Pangeran Diponegoro terhadap kerajaan itu. Tidak hanya Diponegoro. Ada banyak jejak sejarah yang menunjukkan pengaruh Turki di Nusantara. Tapi pengaruhnya sebatas pada pertukaran delegasi dan cindera mata.

Turki sendiri tidak mengklaim Nusantara pernah menjadi bagian dari wilayahnya. Konyol sekali kalau ada orang Nusantara yang begitu. Mereka bermental budak.

Hasanudin Abdurakhman
Penulis dan pekerja profesional.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Kebebasan Berpendapat Masih Rancu

Kebebasan berpendapat merupakan sebuah bentuk kebebasan yang mutlak bagi setiap manusia. Tapi belakangan ini kebebasan itu sering menjadi penyebab perpecahan. Bagaimana bisa kebebasan yang...

Laporan Keuangan? Basi?

Berbicara soal laporan keuangan, tentu sudah tidak asing lagi di telinga orang ekonomi, apalagi yang bergelut dalam dunia akuntansi. Secara singkat, laporan keuangan adalah...

Mengenang Hans Küng (1928-2021), Tokoh Dialog Antar Agama

Bagi para pegiat dialog antar agama, sosok dan pemikiran Hans Küng tak asing lagi. Namanya kerap disebut seiring dengan pemikirannya tentang upaya mewujudkan perdamaian...

Stop Propaganda Anti Syiah, Bersatulah Sunni dan Syiah

Apabila kita search dengan kata kunci Syiah, entah itu di youtube, google, instagram, dan lain sebagainya. Kita pasti akan menemui berbagai gambar atau video...

Kudeta Militer Myanmar, Asumsi Media Tentang Posisi Indonesia

Pada awal tahun 2021 dunia internasional dikejutkan dengan peristiwa yang terjadi di salah satu negara di kawasan Asia Tenggara yakni Myanmar. Negara yang dulunya...

ARTIKEL TERPOPULER

Jihad Versi Kristen?

Kamus Besar Bahasa Indonesia menuliskan arti kata jihad sebagai usaha dengan segala upaya untuk mencapai kebaikan. Mengamati definisi ini paling tidak kita memiliki pengertian...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Remaja dan Zona Nyaman

Remaja pada umumnya selain terlihat fisiknya yang berubah, tetapi juga mengubah perlahan tentang pola pikirnya. Pola pikir ini berhubungan dengan sebuah tahanan sesorang remaja...

Presiden Joe Biden: Gesture pada Islam dan Dunia Muslim

Joe Biden telah empat bulan lalu dilantik sebagai Presiden Amerika Serikat ke 46 pada 20 Januari 2021. Joe Biden bersama pasangan wakil presiden Kamala...

Stop Propaganda Anti Syiah, Bersatulah Sunni dan Syiah

Apabila kita search dengan kata kunci Syiah, entah itu di youtube, google, instagram, dan lain sebagainya. Kita pasti akan menemui berbagai gambar atau video...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.