Rabu, Desember 2, 2020

Buya Syafii dan Kintani

Mogura Tataki (土竜 叩き)  – Whack-A Mole

Permainan Mogura Tataki atau Whack-A-Mole sering kita jumpai di acara karnival di mana kita harus dengan cepat memukul tikus-tikus tanah yang bermunculan secara acak. ...

Mendukung Atalanta, Agar Tercipta Dunia yang Adil

Awal Februari lalu, Aun Rahman dan Randy Aprialdi di Youtube Ligalaga,  memprediksi Juventus untuk menjuarai Serie A musim 2019/2020. Prediksi keduanya tepat. Keduanya juga memprediksi...

Konservatisme Agama di Indonesia: Fenomena Religio-Sosial, Kultural, dan Politik (1)

Sekitar kurang dua tahun lalu, penulis memenuhi permintaan untuk berbicara tentang ‘kebangkitan konservatisme agama’ di Indonesia. Yang pertama adalah ceramah umum di depan sejumlah mahasiswa...

COVID-19, Perspektif Fikih Kebencanaan

Secara geografis Indonesia berada di daerah rawan bencana. Pulau-pulau Indonesia terbentuk dari tiga lempeng tektonik dunia yaitu lempeng Australia, lempeng Pasifik, dan lempeng Eurasia....
Avatar
David Krisna Alka
Penyuka kopi susu gula aren, Alumni INS, UIN Jakarta, dan Wall Street English, sedang belajar di Pascasarjana Departemen Ilmu Antropologi UI. Peneliti Senior MAARIF Institute for Culture and Humanity dan Wasekjen PP Pemuda Muhmamadiyah

Siang ini Jum’at berkah (04/10), ketika saya sedang asyik membaca linimasa Twitter tiba-tiba Buya Syafii Maarif mengirim pesan tautan video Youtube. Ondeh mak, ternyata Buya Syafii juga penggemar Kintani. Sejagat Minang tak ada yang tak kenal dengan Kintani.

Kintani, penyanyi Minang yang sedang tinggi popularitasnya di Sumatera Barat. Barangkali popularitasnya lebih tinggi dari Jokowi dan Prabowo. Alah, sudahlah, pemilihan presiden sudah selesai, Prabowo sudah lewat, tapi Kintani tidak.

Nah, sebelum mengurai sedikit tentang Kintani, masih ada tanya di sini. Ada apa antara Buya dengan Kintani, kok tiba-tiba Buya Syafii mengirim link lagu Youtube Kintani? Terus, siapakah Tauvani?

Begini, lagu yang dikirim Buya adalah lagu Minang, judulnya Bapisah Bukanyo Bacarai, song lyric by Syahrul Tarun Yusuf. Lagu ini dinyanyikan dengan merdu oleh Kintani feat Ilham ZED. Menurut cerita Eric Tauvani di Ibtimes.id, Buya sering mengenalkan kepadanya lagu-lagu Minang. Salah satunya adalah lagu Bapisah Bukanyo Bacarai.

Kesaksian Tauvani, Buya pandai menyanyikan lagu ini, bahkan sangat meresapi sampai di dalam hati. Mengenang masa lalu kala jauh dari keluarga dan istri. Kisah tentang Buya Syafii dan lagu ini dapat baca dalam tautan ini: Buya Syafii, Lip, dan Bapisah Bukannyo Bacarai. Kata Buya, lagu ini sungguh dahsyat!

Saya tidak menulis panjang soal lagu ini, karena sudah ditulis oleh Tauvani. Nah, bagaimana dengan Kintani? Saya mengenal Kintani dari istri, Mirna Defri Oktari. Di rumah dan di kampung atau di mana-mana, seringkali istri saya memutar lagu-lagu Kintani. Bahkan ketika Kintani konser di Ancol, Jakarta Utara, kami hadir. Bayangkan, Kintani membawakan lagu-lagu Minang di pinggir pantai Ancol. Indah nian.

Kintani Putri Medya, begitulah nama panjangnya. Sebagian orang Minang menilai penyanyi ini memiliki wajah serupa Raisa. Kintani, akrab disapa Tatan, menuai popularitas melalui Youtube. Memang, kualitas vokalnya tak kalah dengan Raisa. Lagu-lagu pop berbahasa Minang yang dibawakan oleh Kintani sudah populer di Sumbar dan di perantauan.

Kintani lahir di Payakumbuh, Sumatera Barat, 22 tahun lalu. Menurut beberapa catatan, sebelum tampil di dunia tarik suara, Kintani telah meraih sejumlah prestasi di bidang tari. Sejak duduk di bangku SMP, Kintani sudah beberapa kali keluar sebagai juara tari tingkat kota dan provinsi Sumatera Barat. Kintani juga pernah terpilih sebagai juara III dalam pemilihan Duta Songket Sumbar, 2015. Pada tahun yang sama, juga terpilih sebagai Uni Favorit Kota Payakumbuh. Tatan lahir 18 Januari 1997, album pertamanya bertajuk Uda Sayang, berkarya di belantika musik Minang dengan konsep Gadih Minang.

Video Youtube Kintani dengan lagu Bapisah Bukannyo Bacarai disebar oleh Buya Syafii. Mudah-mudahan, Kintani makin terkenal seperti Via Vallen atau Didi Kempot, insyaallah. Amin.

Terima kasih Buya Ahmad Syafii Maarif sudah mengirim video lagu yang dibawakan oleh Kintani ini. Tapi, siapa itu Tauvani? Lain kesempatan saya akan berusaha menulis catatan tentang Buya Syafii dan Tauvani. Semoga.

Dan ternyata, ketika saya share tulisan ini, Buya Azyumardi Azra juga penggemar Kintani. Kata Buya Azra, suaranya Kintani sweet. 

Avatar
David Krisna Alka
Penyuka kopi susu gula aren, Alumni INS, UIN Jakarta, dan Wall Street English, sedang belajar di Pascasarjana Departemen Ilmu Antropologi UI. Peneliti Senior MAARIF Institute for Culture and Humanity dan Wasekjen PP Pemuda Muhmamadiyah
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Mengapa RUU Minol Harus Disahkan

Pada zaman yang serba modern seperti sekarang ini apa saja dapat dilakukan dan didapatkan dengan mudah karena teknologi sudah semakin canggih. Dahulu untuk mendapatkan...

Pay It Forward Merespon Dampak Pandemi Covid-19

Sinopsis Film Pay It Forward Pay It Forward merupakan sebuah film asal Amerika Serikat yang sarat pesan moral. Film ini dirilis pada tahun 2000, yang...

Senyum Ekonomi di Tengah Pandemi

Pandemi tak selamanya menyuguhkan berita sedih. Setidaknya, itulah yang disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Berita apa itu? Sri Mulyani, menyatakan, kondisi ekonomi Indonesia tidak terlalu...

Dubes Wahid dan Jejak Praktek Oksidentalisme Diplomat Indonesia

Pada 5 Oktober 2000 di Canberra dalam forum Australian Political Science Association, pakar teori HI terkemuka Inggris, Prof. Steve Smith berpidato dengan judul, “The...

Gejala ‌Depresi‌ ‌Selama‌ ‌Pandemi‌ ‌Hingga‌ ‌Risiko‌ Bunuh Diri

Kesehatan mental seringkali diabaikan dan tidak menjadi prioritas utama seseorang dalam memperhatikan hal yang di rasakannya. sementara, pada kenyataannya kesehatan mental sangat mempengaruhi banyak...

ARTIKEL TERPOPULER

Luasnya Kekuasaan Eksekutif Menurut Undang-Undang

Proses demokrasi di Indonesia telah memasuki tahap perkembangan yang sangat penting. Perkembangan itu ditandai dengan berbagai perubahan dan pembentukan institusi atau lembaga baru dalam...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Hyper Grace : Kejahatan Intelektualitas Manusia Yang Menggunakan

Hyper Grace adalah anugerah yang dilebih-lebihkan (keluar dari porsi) anugerah yang melebihi yang Firman Allah katakan (menambahkan Firman-Nya).Itu adalah anugerah di mana kamu harus...

Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Pendidikan di Indonesia

Sudah 8 bulan lalu kasus virus Covid-19 menyerang dunia. Begitu cepatnya perubahan wabah Covid-19 dari Endemi hingga memenuhi syarat menjadi Pandemi, wabah yang mendunia....

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.