Banner Uhamka
Sabtu, September 19, 2020
Banner Uhamka

Bahlil, Konglomerat, dan Pemerintah

Pancasila dan Esensi Ketuhanan

Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juli merupakan momentum penting untuk melakukan refleksi kebangsaan. Masalah-masalah yang dihadapi bangsa Indonesia sebagai indikator belum berhasilnya pengamalan nilai-nilai...

ISIS dan Intervensi Militer AS di Suriah

Di saat operasi pembebasan kota Mosul baru berusia tiga minggu di Irak, tiba-tiba Amerika Serikat (AS) memberi lampu hijau dan mendukung Pasukan Demokratik Suriah...

Jokowi, Ahok, dan Media Baru

Seorang relawan menunjukkan aplikasi GoAhokPSI saat peluncurannya di Jakarta, Kamis (31/3). ANTARA FOTO/Rosa Panggabean. Twitwar antar politisi, transaksi jasa transportasi online, dan menjual barang/jasa melalui...

Meneropong Wajah Korupsi [Catatan Hukum 2016]

Terlalu banyak peristiwa hukum yang mesti ditulis sebagai refleksi akhir tahun 2016. Karena itu, rasanya ruang di kolom ini tidak cukup untuk mengurai berbagai...
Avatar
Arief Rosyid
Ketua Umum PB HMI 2013-2015 dan Seorang Dokter

“Saya titip satu saja kepada bapak/ibu sekalian, saatnya kita kolaborasi dengan pengusaha kecil dan menengah. Bapak/Ibu harus menggandeng mereka, karena dengan seperti itulah semangat gotong royong akan hadir dan mengurangi kesenjangan yang terjadi”.

Begitulah seorang Bahlil Lahadalia menutup sesi bincang-bincang investasi di hadapan ratusan pengusaha besar pagi kemarin. Dia hadir di tengah hamparan bangunan gedung, jalan, dan segala fasilitas lain yang mulai terbangun di Pantai Indah Kapuk, Jakarta.

Para konglomerat ini dengan sangat antusias bertanya bagaimana agar segala investasi yang ingin dilakukan peroleh insentif dan dukungan oleh pemerintah. Tentu saja dengan lugas Bahlil selalu memberi jawaban yang memuaskan mereka.

Tak terhitung decak kagum dan aplaus diberikan mereka setiap kali Bahlil merespons pertanyaan-pertanyaan yang muncul. Sesekali mereka berbisik, kemudahan seperti ini yang kita butuhkan.

Tengah malam sebelumnya, saya peroleh pesan dari Bendum HIPMI Cici Hilda agar merapat ke acara “Support PINK – Run 4 Cancer” besok hari. Infonya Menteri BKPM hadir, kalau abang menteri ada ya kita temenin, tutupnya.

Setelah cuaca tak begitu ramah pagi itu, iring-iringan mobil seketika berbelok menuju ke sebuah gedung pertemuan dimana ratusan konglomerat telah menunggu. Agenda peresmian jembatan yang semula menjadi rencana, dipindahkan dan langsung ke acara selanjutnya “Bincang-Bincang Investasi Bersama Bpk Bahlil Lahadalia, SE (Kepala BKPM)”.

Saya mendengar dari awal acara tersebut, mulai dibuka hingga ditutup oleh moderator Evelina Setiawan. Sahut menyahut antara para konglomerat dengan seorang anak kampung dari Papua, diantaranya tentu saja ramai gelak tawa dan tepuk tangan.

Tampak mulai dari pemilik Agung Sedayu, Lippo, Advan, Krisna, Ace Hardware, dan banyak merk terkemuka lainnya. Selama ini saya sendiri hanya sekedar mendengar nama-nama besarnya, sesekali mampir menyaksikan langsung kemewahan gedung-gedungnya.

Anak kampung dari Papua itu meski tak sendiri (termasuk saya, Bendum HIPMI, Bang Wisnu, Bang Rizal, dan Bang Umar), datang bersama beberapa staf yang menemaninya. Seperti kisah David dan Goliath, Ia tak gentar sedikitpun.

Nyalinya menyeruak, penuh percaya diri berhadapan dengan konglomerat-konglomerat tersebut. Ke-pede-an ini tentu saja ia peroleh karena jam terbangnya yang panjang, mulai dari bawah hingga kini berada diposisi penting di Republik ini.

Berkali-kali saya mengutip dari World Economic Forum tentang sepuluh skill yang dibutuhkan di masa depan adalah complex problem solving, critical thinking, creativity, people management, coordinating with others, emotional intelligence, judgement and decision making, service orientation, negotiation, & cognitive flexibility.

Keahlian ini lengkap dimiliki Bahlil, meski ia tak sekolah dikampus ternama, tapi ia menempa dirinya di dua kawah candradimuka terbaik, HMI dan HIPMI. Keberaniannya dalam bersikap dan keuletannya dalam bekerja menunjukkan tempaan demi tempaan yang dihadapi selama ini tidak sia-sia.

Bahlil anak kampung dari Papua (meski berdarah Maluku dan Sultra, tapi karena ia besar dan menjadi seperti sekarang karena berjuang dari Papua) adalah sosok yang menginspirasi jutaan anak muda. Kehadirannya dalam langgam kekuasaan memberi warna sendiri.

Hal inilah yang menurut saya, mampu membuat Presiden Jokowi memberi kewenangan yang besar kepada Bahlil. Yang teranyar adalah Perpres No. 24 tahun 2020 tentang BKPM, lewat Perpres ini Presiden mengubah status BKPM menjadi lembaga di bawah pemerintah.

Sebelumnya ada juga Perpres No. 7 tahun 2019 tentang Percepatan Kemudahan Berusaha yang memberi kekuasaan penuh kepada BKPM untuk mengurus segala jenis perizinan usaha hingga membantu mengeksekusinya.

Tentu Bahlil tak sempurna, figurnya juga ada kontroversi. Tak sedikit perkataan dan sikapnya peroleh kritik, kadang-kadang ia tak mampu mengerem apa yang ada dalam pikirannya saat itu juga.

Selain media juga yang kadang hanya fokus pada kesalahan tersebut untuk peroleh klikbait, tentu sebagai seorang publik figur seperti Bahlil harus tetap berhati-hati dengan segala tindak tanduknya.

Setiap perkataannya akan menjadi fatwa dan setiap perbuatannya akan menjadi teladan bagi seluruh rakyat Indonesia. Termasuk keberpihakannya pada ummat dan bangsa yang secara konsisten ia tunjukkan dalam kehidupan sehari-hari.

Bahlil dikenal sebagai seorang abang yang mau menolong. Ia tak sekedar loyal, juga sekaligus royal apalagi soal perkaderan dan pendidikan. Meski kadang butuh diingatkan berkali-kali jika ia berjanji, tentu saja bukan karena ia ingkar tapi karena bebannya kian hari kian bertambah.

Kami akan selalu mendoakan dan mendukung, agar ia mampu melaksanakan amanah dengan sebaik-baik dan sebenar-benarnya.

Avatar
Arief Rosyid
Ketua Umum PB HMI 2013-2015 dan Seorang Dokter
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Madilog Sekali Lagi

Gerakan modernisasi dan perkembangan teknologi terjadi begitu cepatnya saat ini, memunculkan berbagai dampak, baik positif maupun yang negatif, mulai dari dampak yang terlihat maupun...

Harmonisasi Agama, Negara dan Dakwah (I)

Agama (Islam) mengakui eksistensi ‘kabilah’, kaum, suku dan bangsa untuk saling mengenal dan bekerjasama demi kemanusiaan dan peradaban (surah al-Hujurat 9:13). Islam menekankan pentingnya semangat/cinta...

Solusi Bersama untuk PJJ

Gebrakan dari Mas Manteri Nadiem Makarim di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dalam memerdekan pendidikan di Indonesia patut diacungkan jempol. Berbagai konsep pendidikan seperti...

Kita Lengah Karena Syariatisasi Ternyata Masih Berjalan

Kebijakan Bupati Gowa yang akan memecat ASN (Aparatus Sipil Negara) yang bekerja di lingkungannya yang buta aksara al-Qur’an membuat kita sadar jika syariatisasi di...

Sepak Bola, Cara Gus Dur Menyederhanakan Politik

Tahun 1998 adalah masa pertama penulis mulai gemar menonton sepak bola. Kala itu, bersamaan dengan momentum Piala Dunia (World Cup) di Prancis. Ketika opening...

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.