Notice: Undefined index: HTTP_REFERER in /home/geotimes/wordpress/wp-content/plugins/Plugin/plug.php on line 23
Apakah Tuhan Bahagia? | GEOTIMES
Selasa, Maret 9, 2021

Apakah Tuhan Bahagia?

Tak Berjilbab=Auto Neraka! Ini yang Ditolak Ibu Sinta Nuriyah

Ibu Sinta Nuriyah baru-baru ini menyatakan jilbab tak wajib bagi wanita Muslim. Kata Bu Sinta, kalau Alqur’an dipahami secara kontekstual, bukan tekstual, kesimpulan yang...

Menyelamatkan Demokrat yang Sekarat

Beberapa orang petinggi Partai Demokrat membentuk Gerakan Moral Penyelamatan Partai Demokrat (GMPPD). Gerakan itu digagas Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat, Max Sopacua, bersama pendiri...

Covid-19 dan Kepedulian Parpol

Gegap gempita pesta demokrasi pada pemilu 2019 lalu, masih belum beranjak dari ingatan kita. Seluruh partai politik hampir pasti tidak ada yang diam. Semuanya...

Tidak Ada Paksaan Ikut Fatwa

Beberapa waktu lalu kita mendengar kembali percakapan tentang pelbagai fatwa yang sudah dan akan dikeluarkan oleh lembaga fatwa di beberapa organisasi Islam kita. Majelis...
Sumanto Al Qurtuby
Dosen Antropologi Budaya, King Fahd University of Petroleum and Minerals, Dhahran, Arab Saudi

rumah-tuhan3
Interior Masjid Shekh Sayed, masjid paling terkenal, terindah, dan terbesar di Abu Dhabi dan di dunia.

Tiba-tiba saya teringat sebuah buku yang ditulis oleh Leszek Kalakowski, salah satu filsuf dan pemikir humanis berpengaruh di abad ke-20, yang berjudul Is God Happy?.

Di dunia modern dewasa ini, masyarakat agama semakin kreatif dalam melakukan berbagai aktivitas ritual-ibadah untuk “membahagiakan” Tuhan. Dalam rangka membahagiakan Tuhan ini, ada yang berlomba-lomba membangun tempat ibadah dari yang sederhana sampai yang supermegah.

Dari kampung-kampung sampai kota-kota metropolitan, mereka hiruk-pikuk “semangat ’45” membangun tempat-tempat ibadah: masjid, gereja, kuil, dan lain sebagainya. Meskipun sudah ada banyak tempat-tempat ibadah di sekitarnya, mereka tidak peduli: pokoknya bikin lagi dan bikin lagi sampai banyak, dan sampai masing-masing sekte dan kelompok agama mempunyai tempat ibadah sendiri-sendiri.

Karena itu, masjid atau gereja saat ini memiliki “jenis kelamin” sendiri-sendiri. Ada masjid Muhammadiyah, masjid NU, masjid Ahmadiyah, masjid Syiah, masjid LDII, masjid PKS, masjid Wahabi, dan seterusnya. Gereja lebih banyak lagi “jenis kelaminnya”. Ada gereja Katolik, gereja Mormon, gereja Mennonite, gereja Kristen ini dan itu, gereja Pentakostal, gak tahu deh hitung aja sendiri.

Di kampungku yang kecil-mungil saja ada 3 masjid/mushalla. Padahal, sih, “penghuninya” sedikit. Orangnya itu-itu doang. Meskipun jarang ke masjid, kalau diminta gotong-royong membangun masjid atau langgar, orang-orang kampung semangatnya minta ampun.

Arab Saudi juga semangat sekali kalau membangun masjid. Di kampusku ini saja ada berpuluh-puluh masjid, dan hampir setiap gedung mempunyai “mushalla”. Mereka rela mengeluarkan banyak uang demi membangun “rumah Tuhan”.

Bagi yang modalnya cekak, mereka rela “ngamen” di jalan-jalan raya meminta sumbangan dari para pengemudi mobil-motor yang lewat. Atau meminta sumbangan “door to door” dari rumah ke rumah.Untuk apa semua itu? Ya, untuk “membahagiakan” Tuhan tadi. Kadang-kadang saya berpikir, kasihan sekali Tuhan untuk membangun rumah-Nya saja, harus meminta-minta ke sana-kemari.

Ada lagi cara umat beragama untuk membuat Tuhan “bahagia”, yaitu dengan membersihkan agama dari hal-ihwal yang berbau lokal sehingga diharapkan agama tadi bisa menjadi murni-ni, asli-sli, tidak terkotori dengan aneka inovasi tradisi, kebudayaan, dan nilai-nilai spiritualitas lokal.

Dalam rangka upaya “pemutihan” agama ini, mereka sering kali bukan hanya dengan perkataan saja, melainkan juga dengan perbuatan anarkis atau tindakan kekerasan: orang atau kelompok yang dianggap “menyimpang” dalam mempraktikkan ajaran agama langsung dimaki, dilibas, digasak, dan dihancurkan. Mereka tidak peduli dengan tangisan dan penderitaan umat agama dan sekte lain, pokonya yang penting Tuhan “bahagia”.

Pertanyaannya adalah apakah dengan berlomba-lomba membangun tempat ibadah (atau “rumah Tuhan”) dan berlomba-lomba melakukan kekerasan terhadap umat, agama, dan sekte lain itu bisa membuat Tuhan “bahagia”? Mari kita renungkan bersama…

Jabal Dhahran, Arab Saudi

Sumanto Al Qurtuby
Dosen Antropologi Budaya, King Fahd University of Petroleum and Minerals, Dhahran, Arab Saudi
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Apresiasi dan Masalah Tersisa Pencabutan Perpres Miras

Kita patut memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas tindakan berani dan jujur Presiden Jokowi untuk mencabut lampiran Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2021 tentang Investasi...

Amuk Leviathan Hobbesian dalam Konflik Partai Demokrat

Tahun 1651, Thomas Hobbes menerbitkan buku berjudul “Leviathan”. Nama leviathan merujuk kepada monster sangat ganas dalam mitologi Yunani. Makhluk yang hidup di lautan ini...

Dialektika Hukum Kepemiluan

Dalam penyelenggaraan suatu pemerintahan, hukum dan politik merupakan dua hal yang memiliki keterikatan secara timbal balik. Hubungan timbal balik antara hukum dan politik tersebut...

Ujian Kedewasaan Digital Kita

Teknologi digital diciptakan agar tercapai pemerataan informasi tanpa pandang bulu, namun sayangnya kini dampak negatif yang tak terelakkan adalah munculnya disinformasi, berita bohong, hingga...

Toxic Masculinity dalam Patriarki

Sebelumnya, saya ingin menghimbau bahwa topik ini merupakan pembahasan yang sensitif dan masih dipandang tabu dari beberapa kalangan. Tulisan ini berupa opini saya mengenai...

ARTIKEL TERPOPULER

Amuk Leviathan Hobbesian dalam Konflik Partai Demokrat

Tahun 1651, Thomas Hobbes menerbitkan buku berjudul “Leviathan”. Nama leviathan merujuk kepada monster sangat ganas dalam mitologi Yunani. Makhluk yang hidup di lautan ini...

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Euforia Bahasa Arab

(Ilustrasi) Pameran busana tradisional Arab dalam Pekan Kebudayaan Saudi Arabia di Jakarta, Minggu (27/3). ANTARA FOTO/Rosa Panggabean. Entah apa yang ada di dalam pikiran sejumlah...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Madinah, Tinjauan Historis

Yatsrib atau yang sekarang dikenal dengan nama Madinah merupakan salah satu daerah yang subur di Jazirah Arab pada masa itu. Penduduk Madinah sebelum Islam...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.