Rabu, Maret 3, 2021

Menjawab Pertanyaan “Apa Prestasi Prabowo?”

Apakah Lulusan Berspirit Pancasila untuk Kerja di Pasar Bebas?

Pada Konferensi Forum Rektor Indonesia tanggal 4 Juli 2020, Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy menyampaikan bahwa daya sebaran program...

Tragedi 11 September Setelah 15 Tahun

Tak ada peristiwa yang memilukan dalam sejarah modern Amerika Serikat daripada serangan teroris yang menghancurkan menara kembar Pentagon dan World Trade Center (WTC) pada...

Tragedi Orlando, Gun Culture, dan Gun Control

Dunia sekali lagi dikejutkan dengan kasus penembakan massal. Kali ini terjadi di Orlando, Florida. Klub Pulse diserbu oleh Omar Mateen, yang bersenjata api AR-15....

Giring, Kaum Muda, dan Pendidikan Politik

Giring Ganesha yang dikenal dengan nama panggung Giring "Nidji" memulai karir politiknya relatif baik tanpa ada kontroversi. Terinspirasi dari kinerja Pak Jokowi pada saat...
Saleh Ramli
Wasekjen Gerindra

Salah satu isu yang kerap diembuskan pendukung Jokowi adalah kurangnya pengalaman Prabowo Subianto sebagai penantang petahana. Di media sosial, atau saat turun langsung ke dapil, warga juga sering bertanya kepada saya, “apa sih prestasi Pak Prabowo?”

Saya akui Prabowo memang belum pernah menjabat di tingkat eksekutif dari tingkat RT sampai pusat. Otomatis ia belum pernah memanfaatkan anggaran negara untuk menjalankan program-program pemerintahan layaknya Jokowi dan banyak pejabat eksekutif lainnya. Tidak ada pula artefak infrastruktur yang dibangunnya untuk dijadikan alat klaim prestasi. Namun, bukan berarti ia nol prestasi.

Prabowo harus diakui adalah salah satu orang paling sukses di negeri ini. Mengawali karier di militer, ia mampu menjadi pemimpin korps pasukan elite dan terlibat langsung dalam operasi-operasi besar. Di antaranya memimpin operasi Tim Nanggala di Timor Timur dengan keberhasilan menangkap Xanana Gusmao pada 1992 dan operasi pembebasan sandera Mapenduma yang berhasil membebaskan 10 dari 12 peneliri Ekspedisi Lorentz 95′ dari sekapan Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Memang, banyak yang menyangsikan sederet prestasi lantaran kedekatan Prabowo dengan keluarga Cendana dan anggapan bahwa dirinya sebagai perwira pecatan dengan pangkat terakhir Letnan Jenderal. Akan tetapi, sudah semestinya anggapan tersebut tidak menihilkan kegigihan dan komitmennya sebagai seorang prajurit untuk menjaga kedaulatan negara. Tanpa dua hal itu, dekat atau tidak dengan keluarga Cendana, agaknya mustahil operasi-operasi tersebut bisa sukses.

Ihwal pemecatan juga mesti dipahami bahwa pada 1998 kondisi politik di Indonesia sedang masa transisi dan memburuk. Siapa pun bisa menjadi kambing hitam dari ketegangan saat itu. Apalagi Prabowo adalah salah satu perwira prodemokrasi.

Lepas dari militer, Prabowo masuk ke dunia bisnis. Ia pun kembali sukses. Bisnisnya berkembang dan menempatkannya di deretan orang terkaya negeri ini bersama saudara kandungnya, Hashim Djojohadikusumo. Bisa digoogling sendirilah kesuksesan lengkapnya di bidang bisnis.

Bicara politik apalagi. Prabowo, menurut saya, adalah salah seorang ketua umum partai tersukses di negeri ini. Ia berhasil membuat Gerindra menjadi partai terbesar ketiga di negeri ini hanya dalam waktu 12 tahun sejak didirikannya pada 2008 lalu. Bahkan di pemilu pertamanya, Gerindra sudah mengusung cawapres sendiri. Ya, Prabowo mendampingi Megawati.

Pada 2014 tren Gerindra semakin meningkat. Tidak hanya bisa mengusung Prabowo sebagai capres dengan dukungan banyak partai, tapi juga berhasil finis di posisi ketiga setelah PDIP dan Golkar yang merupakan partai tua. Kini sejumlah hasil survei bahkan menempatkan elektabilitas Gerindra di urutan kedua dari 20 partai lain peserta pemilu.

Selain di tingkatan elite, Prabowo juga sukses memimpin organisasi yang berhubungan langsung dengan kepentingan publik. Ia memimpin pernah Himpunan Keluarga Tani Indonesia (HKTI) dan sekarang masih menjabat sebagai Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI). Kita pun telah menyaksikan bersama jayanya kontingen pencak silat Indonesia di Asian Games 2018 di bawah kepemimpinannya. Hampir seluruh emas disapu bersih. Barangkali menjadi yang pertama dalam sejarah bangsa ini pernah menyabet belasan medali lewat satu cabor.

Sebagai Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, saya melihat dari dekat kesuksesan Prabowo. Terutama di bidang kepartaian. Saya berkesimpulan itu bisa dicapai Prabowo karena kemampuan manajerial dan kepemimpinannya yang cakap.

Prabowo adalah tipikal pemimpin yang tidak malu lagi ragu untuk berdiskusi serta menerima masukan dari kader-kadernya. Setiap masukan yang dianggapnya baik untuk kemajuan partai dan masyarakat diterima lalu dijalankannya sebagai keputusan partai. Bahkan, ia tidak ragu untuk turun langsung ke daerah guna memastikan setiap kebijakan partai yang berkaitan dengan masyarakat berjalan di lapangan.

Misalnya, sebagai seorang caleg saya diminta langsung oleh Prabowo untuk terus melaporkan persoalan-persoalan masyarakat Riau, Dapil saya. Saya sampaikan persoalan mereka adalah minim akses untuk membuka usaha. Lantas ia meminta saya untuk memfasilitasi mereka secara langsung dalam mendapatkan akses izin dan modal usaha. “Kita berjuang bukan hanya dapat suara. Kita memastikan persoalan mereka terselesaikan,” tegasnya ke saya.

Yang penting untuk saya katakan, adalah komitmen Prabowo menggunakan partai sebagai alat menyejahterakan rakyat.

“Tugas kita berpartai adalah menyelamatkan bangsa. Membuat kepala bangsa ini tegak di antara bangsa-bangsa lain. Memastikan setiap anak mendapat pendidikan dan gizi yang layak. Memastikan setiap ibu bahagia dan pemudanya mendapat masa depan yang cerah,” begitulah pesan yang sering saya dengar dari Prabowo.

Mungkin kalian juga pernah mendengar pesan Prabowo tersebut saat kampanye. Bedanya dengan politikus lainnya, ia sudah membuktikan omongannya. Dengan modal pribadi ia menjalankan program pencegahan stunting pada anak dan pengembangan peternakan.

Selama 12 tahun ke belakang, Prabowo rutin menyumbangkan kambing Etawa dan sapi ke daerah-daerah. Fungsinya untuk diternak daging dan susunya. Sebagian hasil daging bisa membantu perekonomian peternak. Di sisi lain untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak mereka.

Tapi, itulah Prabowo. Saya akui ia memang terlalu naif sebagai politikus. Ia memilih menyepi dari pencitraan berlebihan atas hal-hal yang dilakukannya. Sehingga, ketika program Generasi Emak-Emak dan Anak Minum Susu (GEMAS) dideklarasikan tahun lalu, media menyangsikannya dan menganggapnya sekadar pencitraan.

Saya mafhum saja dengan anggapan tersebut. Namanya juga sedang masa pemilu. Segala tingkah manusia bisa dimaknai politis, apalagi Prabowo yang jelas menjadi capres. Tapi toh, meminjam kalimat populer Sonny Tulung, survei membuktikan. Masyarakat mulai menyadari peran Prabowo selama ini, meskipun pencitraannya tidak seluas Jokowi. Tren elektabilitas Prabowo di sejumlah survei meningkat. Kini rata-rata di angka 31 persen dibandingkan tahun lalu. Sebaliknya Jokowi stuck di sekitar 54 persen. Itu belum menghitung yang masih menyembunyikan pendapatnya.

Dari sejumlah survei tersebut, yang menjadi catatan penting bagi saya, adalah peningkatan tren suara pemilih muslim bagi Prabowo. Misalnya survei LSI Denny JA yang menyatakan kenaikan dari 27,9 persen pada Agustus 2018 menjadi 35,4 persen pada Januari 2019. Hal ini menunjukkan, bahwa yang dibutuhkan masyarakat muslim sebagai mayoritas penduduk Indonesia dan mayoritas pula prasejahtera, adalah pemimpin yang bisa menyejahterakan mereka.

Tanpa mengurangi rasa hormat kepada KH Ma’ruf Amin, rupanya Prabowo dan segala prestasinya di masa lalu dianggap sebagian masyarakat muslim bisa memberi kesejahteraan.

Jadi, prestasi Prabowo mana lagi yang kalian pertanyakan?

Saleh Ramli
Wasekjen Gerindra
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Artijo dan Nurhadi di Mahkamah Agung

In Memoriam Artijo Alkostar Di Mahkamah Agung (MA) ada dua tokoh terkenal. Artijo Alkostar, Hakim Agung di Kamar Pidana dan Nurhadi, Sekjen MA. Dua tokoh MA...

Gangguan Jiwa Skizofrenia

Kesehatan jiwa adalah kondisi dimana individu dapat berkembang secara fisik, mental, spiritual dan social sehingga individu tersebut menyadari kemampuan diri sendiri. Dapat mengatasi tekanan,...

Mencermati Inflasi Menjelang Ramadhan

Beberapa pekan lagi, Bulan Ramadhan akan tiba. Bulan yang ditunggu-tunggu sebagian umat muslim ini adalah bulan yang istimewa karena masyarakat muslim berusaha berlomba-lomba dalam...

Kasus Khashoggi Makin Mendunia

Hari ini, 1 Maret 2021, Biden mau umumkan resmi di Washington keterlibatan MBS dalam pembunuhan Kashoggi. Menarik. KAS pasti meradang. Ini konflik pertama, yg sulit...

Jujur Itu Hebat, Artidjo Personifikasi dari Semua Itu

Satu demi satu orang tumbang dibekap covid, penyakit lain atau karena usia. Pagi ini saya kembali dikejutkan oleh berpulangnya Artidjo Alkostar, kawan lama yang...

ARTIKEL TERPOPULER

Artidjo Alkostar, Sebuah Kitab Keadilan

Gambaran apa yang muncul di benak Anda setiap mendengar profesi pengacara dan kepengacaraan? Apapun citra itu, Artidjo Alkostar menghancurkannya berkeping-keping. Sebagai pengacara hingga akhir 1990an,...

Ziarah Ke Media Sosial

Meminjam istilah masyarakat industrial Kuntowijoyo dalam masyarakat tanpa masjid (2001), merupakan kondisi masyarakat yang terkungkung oleh rasionalisasi, komersialisasi dan monetisasi. Mengutip pendapat Robert Bala,...

Common Sense dalam Filsafat Ilmu

Ilmu filsafat selalu merumuskan tentang pertanyaan – pertanyaan kritis atas kemapanan jawaban yang sudah dipecahkan oleh ilmu pengetahuan. Pada zaman sekarang ilmu pendidikan tidak...

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.