Sabtu, Januari 16, 2021

Ancaman Baru Radikalisme ISIS

Saatnya Bilang Good Bye ke “Tiger Mom”?

Nasib generasi X tidak terlalu indah agaknya. Seolah menjalani masa transisi tiada habisnya. Saat masih kanak-kanak, mereka mengalami didikan keras dari orangtua yang berasal...

Gandhi, Husain, dan Roman Kebenaran tanpa Kekerasan

Tahun Baru Islam 1438 Hijriyah kali ini bertepatan dengan hari lahir Mahatma Gandhi, 2 Oktober. Selain, setiap tahun, ia bertepatan dengan dimulainya visi hijrah...

“Dian” yang Harus Dipadamkan

Akhir pekan lalu antara lain ditandai berita-berita besar terkait terorisme. Di berbagai belahan dunia, aksi-aksi teroris memakan banyak korban. Di negeri kita, Polri dan...

Bahtiar Effendy, Muhammadiyah, dan Etos Intelektual

Kabar wafatnya Pak Bahtiar Effendy pada tanggal 21 November 2019 benar-benar sebuah kehilangan besar bagi Muhammadiyah dan intelektual Muslim Indonesia. Tapi saya yakin semangat...
Avatar
Iqbal Kholidi
Penulis adalah pemerhati terorisme dan politik Timur Tengah

anak3-isis.jpg.
Video sejumlah anak-anak Indonesia yang diduga dilatih ISIS. Abu Thalha al-Malizi (tengah) berorasi.

Militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mempublikasikan video propaganda berdurasi 20  menit yang menampilkan anak-anak Indonesia hasil didikan ISIS. Dalam video itu anak-anak sekitar umur 6 tahun memamerkan kemampuannya berlatih bela diri dan menggunakan senjata api.

Tak hanya soal latihan militer, dalam video itu diperlihatkan anak-anak telah matang menghapal doktrin radikal ISIS, seperti doktrin kewajiban mengkafirkan orang (yang menurut ISIS kafir). Sungguh ini menyedihkan, anak-anak ini telah disuntik paham paling berbahaya.

Doktrin kafir yang dipahami ISIS tidak bisa kita anggap enteng. Sebab, vonis kafir itu artinya lampu hijau untuk menumpahkan darah seseorang, begitulah ISIS meyakini. Anak-anak ini sedang dididik menjadi calon pembunuh.

Di banding sebelumnya, video kali ini lebih mendapat sorotan banyak kalangan, termasuk kepolisian dan pemerintah. Wakil Presiden RI Jusuf Kalla angkat bicara meragukan keaslian video tersebut. Ansyad Mbai mantan kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) meyakini video tersebut dibuat di Indonesia, sebagaimana dilansir BBC Indonesia. Benarkah?

Saya meyakini video tersebut dibuat tim media ISIS di Suriah, atas dasar beberapa hal. Pertama, senjata-senjata yang digunakan dalam video itu, seperti senapan serbu laras panjang jenis AK 47, bukan barang yang mudah diperoleh kecuali di daerah perang seperti Suriah.

Kedua, jika diperhatikan dengan seksama, lokasi dan suasana yang ditampilkan dalam video itu hampir dipastikan diambil di Timur Tengah. Dalam video tersebut disebutkan video diterbitkan dari wilayah ISIS Al-Barakah, yang merujuk sebuah kawasan Timur Laut Suriah, yakni provinsi Hasakah. Dan ISIS menamai kawasan ini Al-Barakah. Sudah menjadi hal lumrah ISIS menamai suatu daerah dengan nama ciri khasnya sendiri.

Terkait nama-nama aktor yang dicantumkan dalam video tersebut kita tak perlu menganggapnya serius, karena itu bukanlah nama-nama mereka yang sebenarnya. Kecuali nama bagian belakang seperti al-Malizi atau al-Indunesy, istilah yang menunjukkan bahwa yang bersangkutan berasal dari Malaysia atau Indonesia.

Video ini diterbitkan pada 16 Mei 2016 dengan judul “Generasi Petempur” dalam bahasa Arab. Dari sisi kualitas, propaganda video ini lebih menantang dan radikal dibanding video sebelumnya, sebab menampilkan anak-anak yang begitu menghayati ajaran ISIS. Saya mengkhawatirkan di video-video ISIS berikutnya anak-anak Indonesia ini nanti akan berperan sebagai algojo yang mengeksekusi tawanan dengan sadis, seperti yang pernah ISIS lakukan pada anak-anak asal Eropa.

Dalam video tersebut ada seorang pria dewasa bernama Abu Thalha al-Malizi dikelilingi anak-anak di bawah umur berorasi yang isinya mengancam akan mengirim bala tentara (ke Indonesia). Dia menyatakan melepaskan status kewarganegaraannya dengan adegan membakar paspor-paspor mereka.

Bagi saya, hal yang perlu diwaspadai adalah bukanlah ancaman seperti isi gertakan di atas atau kepulangan mereka nanti ke tanah air. Sebab, sangat kecil peluang mereka kembali ke tanah air dengan mempertimbangkan dua alasan.

Pertama, situasi perang di Suriah. Negeri ini di lapangan telah terpecah menjadi beberapa wilayah yang dikuasai berbagai macam kekuatan: pihak rezim, pemberontak aliansi al-Qaidah, pemberontak pro-Barat, pasukan Kurdi, dan ISIS. Sebagai catatan, ISIS terlibat pertikaian serius dengan semua pihak tersebut. Bukan hal yang mudah bisa keluar dari wilayah ISIS di Suriah dan kembai ke tanah air.

Kedua, dengan apa mereka kembali ke tanah air, sementara paspor mereka bakar? Dan lagi kembali ke tanah air ibarat lari dari “perang suci” yang menurut ISIS merupakan dosa besar. Mereka sudah bersusah payah menerobos perbatasan Suriah demi mimpinya bergabung ke ISIS. Jadi, untuk apa mereka kembali?

Pendeknya, yang perlu diwaspadai adalah para pengikut ISIS yang berada di tanah air, atau kalangan yang menaruh simpati dengan ideologi gerakan ISIS. Video propaganda ISIS dengan pemeran jihadis asal Indonesia tentu lebih memotivasi mereka untuk lebih mendalami gerakan ISIS dan menjadi lebih radikal.

Video ISIS yang melibatkan anak-anak Indonesia tidak bisa dipandang remeh. Secara tersirat,  ISIS mendorong pengikutnya di Indonesia supaya mengikuti jejaknya, yakni mencekoki anak-anaknya dengan doktrin radikal ISIS sejak dini. Maka, saya berharap pemerintah tidak mengabaikan isu ini. Jelas ancaman radikalisme ISIS tak hanya menyasar kalangan anak muda tapi kini mulai menemukan sasaran baru, yakni kalangan anak-anak di bawah umur.

Avatar
Iqbal Kholidi
Penulis adalah pemerhati terorisme dan politik Timur Tengah
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Soe Hok Gie, Perihal PKI dan Humanity

Soe Hok Gie sendiri adalah salah satu tokoh kunci dalam gerakan anak muda yang kemudian berujung dengan kejatuhan Orde Lama. Ia memainkan peran yang...

Ihwal Teori Keadilan John Rawls

Keadilan merupakan salah satu diskursus dalam filsafat yang paling banyak dibahas, bahkan menjadi topik utama dalam dunia global saat ini. Para filsuf sejak zaman...

Fisika dan Kemajuan Teknologi Bidang Transportasi

Era globalisasi telah mengubah kehidupan manusia di muka bumi ini akibat dari Revolusi Industri 4.0 yang ditandai dengan penemuan internet pada akhir–akhir Revolusi Industri...

Menilik Proses Pembentukan Hukum Adat

Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dikaruniai Tuhan Yang Maha Kuasa kekayaan yang begitu melimpah di segala bidang. Segala jenis tumbuhan maupun binatang...

Milenial Menjawab Tantangan Wajah Baru Jatim

Tahun berganti arah berubah harapan baru muncul. Awal tahun masehi ke-2021 terlihat penuh tantangan berkelanjutan bagi Jawa Timur setelah setahun penuh berhadapan dengan Covid-19...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Bagaimana Menjadi Muslim Moderat

Pada tahun 2017 saya pernah mengikuti Halaqah Ulama ASEAN yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama. Kampanye yang digaungkan Kemenag masih seputar moderasi beragama. Dalam sebuah diskusi...

Narkoba Menghantui Generasi Muda

Narkoba telah merajalela di Indonesia .Hampir semua kalangan masyarakat positif menggunakan Narkoba. Bahkan lebih parahnya lagi adalah narkoba juga telah merasuki para penegak hukum...

Mengapa Banyak Abdi Negara Muda Pamer di Media Sosial?

Apakah kamu pengguna Twitter yang aktif? Jika iya, pasti kamu pernah melihat akun @txtdrberseragam berseliweran di timeline kamu. Sebagaimana tercantum di bio akun ini,...

“HUTRI72 – Makna ‘Dari Sabang sampai Merauke’: Pesan untuk Pemimpin dan Generasi Muda”

“HUTRI72 – Makna ‘Dari Sabang sampai Merauke’: Pesan untuk Pemimpin dan Generasi Muda” Oleh Ali Romdhoni   “…’Dari Sabang sampai Merauke’, empat perkataan ini bukanlah sekedar satu...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.