Sabtu, Januari 16, 2021

Akhlak untuk Negeri

Mengapa Artis dan Industri Seksual Makin Menggelinjang?

Keterlibatan artis dalam industri seksual komersial lagi-lagi bukan cuma isapan jempol. Untuk kesekian kalinya polisi kembali mengungkap keterlibatan salah satu artis yang diduga terlibat...

Hari AIDS Sedunia, Kondom, dan Kemunafikan Kita

1 Desember adalah Hari AIDS Sedunia (World AIDS Day) dan tahun ini adalah peringatan yang ke-28. Tema yang diusung WHO tahun ini adalah "Hands...

Telolet, Klakson, dan Ironi Jalanan Kita

Klakson berasal dari bahasa Yunani Kuno, yaitu "klazo" yang artinya "menjerit". Ia adalah simbol teguran paling keras di jalan. Maka, jika ia masih dimodifikasi...

Tragedi 1965 dan Sejarah yang Kalah

Sebuah pepatah Afrika mengatakan, "until lions have their historians, tales of the hunt shall always glorify the hunter." Sampai yang namanya singa itu bisa...
Endang Tirtana
Endang Tirtana
Si Anak Kampung yang merantau di Jakarta dan Alumni Pesantren Kulliyatul Muballigien Muhammadiyah Padangpanjang

Rabu, 6 Januari 2021, Bapak Franky Sibarani, Komisaris Utama PT. Semen Baturaja Tbk meminta saya untuk mewakili beliau pada acara peluncuran buku Akhlak untuk Negeri. Buku ini ditulis oleh Bapak Erick Thohir dan Ary Ginanjar Gustian, dihadiri sekitar 1000 orang secara daring dari berbagai kalangan. Narasumber utama istimewa, tiga menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dari lintas generasi; Tanri Abeng, Dahlan Iskan dan Erick Thohir.

Akhlak untuk Negeri berisi tentang pikiran-pikiran Erick Thohir yang sering disebutnya sebagai “Core Value”. Nilai-nilai dasar dalam memajukan perusahaan-perusahaan BUMN. Semenjak awal kepemimpinannya di BUMN, Erick Thohir telah menekankan bahwa akhlak menjadi kunci untuk keberhasilan pengelolaan BUMN. Akhlak merupakan sumber dari moral, integritas, dan kejujuran. Dengan menjadikan akhlak sebagai panduan dalam mengelola sumber daya BUMN, maka praktik-praktik tata kelola yang tidak baik tak akan terjadi lagi.

Secara seksama saya menyimak dengan antusias sambutan Erick Thohir dalam acara itu, Ia menyampaikan, setiap orang dalam kehidupan akan meninggalkan warisan atau legacy. Warisan yang paling kuat adalah karakter, integritas, dan hasil kerja nyata untuk kepentingan dan kebaikan orang banyak.

Lebih lanju, Erick menegaskan dengan mantap bahwa setiap pemimpin harus menjadi contoh baik dalam setiap laku dan perjalanan hidupnya. Pernyataan Erick ini dibuktikannya secara nyata dengan berbagai terobosan dan inovasi. Diawal kepemimpinannya di BUMN, Erick langsung melakukan restrukturisasi dan memangkas birokrasi. Langkahnya ini terbukti, mereformasi birokrasi di BUMN menjadi lebih baik.

Tindakan-tindakan berani lain yang dilakukan Erick di antaranya adalah mengungkap secara terbuka kasus Garuda, Jiwaswaraya, Asabri dan berbagai kasus lainnya, memberi fakta bahwa perbaikan-perbaikan di BUMN sedang berlangsung dan akan terus berlanjut.

Peristiwa terbaru, Erick Thohir dan Budi Gunadi Sadikin mendatangi KPK untuk koordinasi terkait pengadaan dan program vaksinasi. Erick meminta KPK terlibat melakukan pengawasan agar dalam pelaksanaan program ini tidak ada tindakan-tindakan yang melanggar.

Saya pun berpikir dalam, sungguh ini contoh baik yang harus dilakukan oleh kementerian-kementerian dan lembaga-lembaga negara lainnya sehingga ada upaya-upaya pencegahan terhadap tindakan yang melanggar etika kerja dan hukum dalam setiap program yang dilakukan.

Berbagai langkah nyata yang dilakukan Erick Thohir itu sangat tepat. Dahlan Iskan dengan yakin menyatakan bahwa buku Akhlak untuk Negeri merupakan cermin diri Erick Thohir. Ini meneguhkan bahwa Erick adalah orang yang kata dan lakunya menyatu. Dahlan Iskan meminta agar buku ini menjadi nilai-nilai budaya perusahaan-perusahaan BUMN.

Saya pun jadi teringat, jauh sebelumnya, tokoh penegak moral bangsa, Buya Ahmad Syafii Maarif telah mengapresiasi pikiran dan langkah otentik Erick Thohir menjadikan akhlak sebagai kunci dan pondasi dalam pengelolaan BUMN.

Dalam suatu kesempatan, ketika penulis berbincang bersama Buya Syafii di kediamannya, Buya menyampaikan:

“Erick Thohir adalah sosok yang tepat untuk membenahi BUMN. Pikiran-pikirannya tentang akhlak sebagai panduan moral dalam mengelola BUMN adalah pikiran yang cerdas dan bernas. Erick Thohir, sosok pemimpin muda yang tulus untuk membenahi dan mengabdi kepada bangsa dan negaranya” ungkap Buya Syafii Maarif.

Selamat atas peluncuran bukunya Bang Erick. Teladan bagi Insan BUMN dan bangsa.

Endang Tirtana
Endang Tirtana
Si Anak Kampung yang merantau di Jakarta dan Alumni Pesantren Kulliyatul Muballigien Muhammadiyah Padangpanjang
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Soe Hok Gie, Perihal PKI dan Humanity

Soe Hok Gie sendiri adalah salah satu tokoh kunci dalam gerakan anak muda yang kemudian berujung dengan kejatuhan Orde Lama. Ia memainkan peran yang...

Ihwal Teori Keadilan John Rawls

Keadilan merupakan salah satu diskursus dalam filsafat yang paling banyak dibahas, bahkan menjadi topik utama dalam dunia global saat ini. Para filsuf sejak zaman...

Fisika dan Kemajuan Teknologi Bidang Transportasi

Era globalisasi telah mengubah kehidupan manusia di muka bumi ini akibat dari Revolusi Industri 4.0 yang ditandai dengan penemuan internet pada akhir–akhir Revolusi Industri...

Menilik Proses Pembentukan Hukum Adat

Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dikaruniai Tuhan Yang Maha Kuasa kekayaan yang begitu melimpah di segala bidang. Segala jenis tumbuhan maupun binatang...

Milenial Menjawab Tantangan Wajah Baru Jatim

Tahun berganti arah berubah harapan baru muncul. Awal tahun masehi ke-2021 terlihat penuh tantangan berkelanjutan bagi Jawa Timur setelah setahun penuh berhadapan dengan Covid-19...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Bagaimana Menjadi Muslim Moderat

Pada tahun 2017 saya pernah mengikuti Halaqah Ulama ASEAN yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama. Kampanye yang digaungkan Kemenag masih seputar moderasi beragama. Dalam sebuah diskusi...

Narkoba Menghantui Generasi Muda

Narkoba telah merajalela di Indonesia .Hampir semua kalangan masyarakat positif menggunakan Narkoba. Bahkan lebih parahnya lagi adalah narkoba juga telah merasuki para penegak hukum...

Mengapa Banyak Abdi Negara Muda Pamer di Media Sosial?

Apakah kamu pengguna Twitter yang aktif? Jika iya, pasti kamu pernah melihat akun @txtdrberseragam berseliweran di timeline kamu. Sebagaimana tercantum di bio akun ini,...

“HUTRI72 – Makna ‘Dari Sabang sampai Merauke’: Pesan untuk Pemimpin dan Generasi Muda”

“HUTRI72 – Makna ‘Dari Sabang sampai Merauke’: Pesan untuk Pemimpin dan Generasi Muda” Oleh Ali Romdhoni   “…’Dari Sabang sampai Merauke’, empat perkataan ini bukanlah sekedar satu...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.