Senin, Januari 18, 2021

Akhlak untuk Negeri

Pendidikan Keadaban Lailatur Qadar

Tak dapat disangkal, pendidikan adalah kebutuhan subtansial umat manusia. Melalui pendidikan, seseorang akan menjadi terdidik dan tercerahkan. Maka, memiliki modal besar untuk mengetahui dan...

Pak Jokowi, Mohon Bentuk Kabinet Keberlanjutan Indonesia

Pak Jokowi yang terhormat, Tinggal beberapa hari ke depan Bapak akan kembali dilantik menjadi pimpinan cabang kekuasaan eksekutif negeri ini. Bapak akan kembali menjadi Presiden...

Agar Laut Kita Kembali Sehat

Hari Laut Dunia 8 Juni 2016 mengusung tema “Healthy Oceans, Healthy Planet”. Indonesia penyumbang sampah (plastik) laut kedua terbanyak di dunia setelah Tiongkok. Dua puluh...

Bisakah Kita Memberi Maaf Pada Kezaliman?

Salah satu tradisi mulia umat Islam Indonesia dalam lebaran adalah memohon maaf. Memohon maaf adalah simbol rekonsiliasi sosial sekaligus ungkapan kerendahan hati. Karena tak memahami...
Endang Tirtana
Endang Tirtana
Si Anak Kampung yang merantau di Jakarta dan Alumni Pesantren Kulliyatul Muballigien Muhammadiyah Padangpanjang

Rabu, 6 Januari 2021, Bapak Franky Sibarani, Komisaris Utama PT. Semen Baturaja Tbk meminta saya untuk mewakili beliau pada acara peluncuran buku Akhlak untuk Negeri. Buku ini ditulis oleh Bapak Erick Thohir dan Ary Ginanjar Gustian, dihadiri sekitar 1000 orang secara daring dari berbagai kalangan. Narasumber utama istimewa, tiga menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dari lintas generasi; Tanri Abeng, Dahlan Iskan dan Erick Thohir.

Akhlak untuk Negeri berisi tentang pikiran-pikiran Erick Thohir yang sering disebutnya sebagai “Core Value”. Nilai-nilai dasar dalam memajukan perusahaan-perusahaan BUMN. Semenjak awal kepemimpinannya di BUMN, Erick Thohir telah menekankan bahwa akhlak menjadi kunci untuk keberhasilan pengelolaan BUMN. Akhlak merupakan sumber dari moral, integritas, dan kejujuran. Dengan menjadikan akhlak sebagai panduan dalam mengelola sumber daya BUMN, maka praktik-praktik tata kelola yang tidak baik tak akan terjadi lagi.

Secara seksama saya menyimak dengan antusias sambutan Erick Thohir dalam acara itu, Ia menyampaikan, setiap orang dalam kehidupan akan meninggalkan warisan atau legacy. Warisan yang paling kuat adalah karakter, integritas, dan hasil kerja nyata untuk kepentingan dan kebaikan orang banyak.

Lebih lanju, Erick menegaskan dengan mantap bahwa setiap pemimpin harus menjadi contoh baik dalam setiap laku dan perjalanan hidupnya. Pernyataan Erick ini dibuktikannya secara nyata dengan berbagai terobosan dan inovasi. Diawal kepemimpinannya di BUMN, Erick langsung melakukan restrukturisasi dan memangkas birokrasi. Langkahnya ini terbukti, mereformasi birokrasi di BUMN menjadi lebih baik.

Tindakan-tindakan berani lain yang dilakukan Erick di antaranya adalah mengungkap secara terbuka kasus Garuda, Jiwaswaraya, Asabri dan berbagai kasus lainnya, memberi fakta bahwa perbaikan-perbaikan di BUMN sedang berlangsung dan akan terus berlanjut.

Peristiwa terbaru, Erick Thohir dan Budi Gunadi Sadikin mendatangi KPK untuk koordinasi terkait pengadaan dan program vaksinasi. Erick meminta KPK terlibat melakukan pengawasan agar dalam pelaksanaan program ini tidak ada tindakan-tindakan yang melanggar.

Saya pun berpikir dalam, sungguh ini contoh baik yang harus dilakukan oleh kementerian-kementerian dan lembaga-lembaga negara lainnya sehingga ada upaya-upaya pencegahan terhadap tindakan yang melanggar etika kerja dan hukum dalam setiap program yang dilakukan.

Berbagai langkah nyata yang dilakukan Erick Thohir itu sangat tepat. Dahlan Iskan dengan yakin menyatakan bahwa buku Akhlak untuk Negeri merupakan cermin diri Erick Thohir. Ini meneguhkan bahwa Erick adalah orang yang kata dan lakunya menyatu. Dahlan Iskan meminta agar buku ini menjadi nilai-nilai budaya perusahaan-perusahaan BUMN.

Saya pun jadi teringat, jauh sebelumnya, tokoh penegak moral bangsa, Buya Ahmad Syafii Maarif telah mengapresiasi pikiran dan langkah otentik Erick Thohir menjadikan akhlak sebagai kunci dan pondasi dalam pengelolaan BUMN.

Dalam suatu kesempatan, ketika penulis berbincang bersama Buya Syafii di kediamannya, Buya menyampaikan:

“Erick Thohir adalah sosok yang tepat untuk membenahi BUMN. Pikiran-pikirannya tentang akhlak sebagai panduan moral dalam mengelola BUMN adalah pikiran yang cerdas dan bernas. Erick Thohir, sosok pemimpin muda yang tulus untuk membenahi dan mengabdi kepada bangsa dan negaranya” ungkap Buya Syafii Maarif.

Selamat atas peluncuran bukunya Bang Erick. Teladan bagi Insan BUMN dan bangsa.

Endang Tirtana
Endang Tirtana
Si Anak Kampung yang merantau di Jakarta dan Alumni Pesantren Kulliyatul Muballigien Muhammadiyah Padangpanjang
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

China-Indonesia, Lahir dari Rahim Bulutangkis

Olahraga bukan sekedar cara untuk menjaga kesehatan, juga bukan sebagai hobi yang dinikmati dan sebuah kewajiban rutinitas untuk mencegah berbagai penyakit. Lebih dari itu,...

Penguatan Kebijakan Pelaksanaan Akreditasi RS di Masa Covid-19

Kasus Pandemik Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) kian meningkat dan telah memengaruhi berbagai aspek kesehatan termasuk memengaruhi upaya dalam meningkatkan kualitas layanan fasilitas kesehatan....

Memaknai Syair Lagu Jika Surga dan Neraka Tak Pernah Ada

Lagu yang diciptakan oleh musisi terkenal di Indonesia yaitu Ahmad Dhani, melahirkan Sebuah mahakarya lagu yang begitu indah dan memiliki makna yang dalam. Lagu...

Soe Hok Gie, Perihal PKI dan Humanity

Soe Hok Gie sendiri adalah salah satu tokoh kunci dalam gerakan anak muda yang kemudian berujung dengan kejatuhan Orde Lama. Ia memainkan peran yang...

Ihwal Teori Keadilan John Rawls

Keadilan merupakan salah satu diskursus dalam filsafat yang paling banyak dibahas, bahkan menjadi topik utama dalam dunia global saat ini. Para filsuf sejak zaman...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Mengapa Banyak Abdi Negara Muda Pamer di Media Sosial?

Apakah kamu pengguna Twitter yang aktif? Jika iya, pasti kamu pernah melihat akun @txtdrberseragam berseliweran di timeline kamu. Sebagaimana tercantum di bio akun ini,...

Narkoba Menghantui Generasi Muda

Narkoba telah merajalela di Indonesia .Hampir semua kalangan masyarakat positif menggunakan Narkoba. Bahkan lebih parahnya lagi adalah narkoba juga telah merasuki para penegak hukum...

Ihwal Teori Keadilan John Rawls

Keadilan merupakan salah satu diskursus dalam filsafat yang paling banyak dibahas, bahkan menjadi topik utama dalam dunia global saat ini. Para filsuf sejak zaman...

Soe Hok Gie, Perihal PKI dan Humanity

Soe Hok Gie sendiri adalah salah satu tokoh kunci dalam gerakan anak muda yang kemudian berujung dengan kejatuhan Orde Lama. Ia memainkan peran yang...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.