Mudiklah, Wahai Jiwa yang Tenteram

Mudiklah, wahai jiwa yang tenteram. Mudiklah ke kampung halamanmu yang telah lama kautinggalkan. Hari-hari ini kampung halamanmu atau kampong memanggil-manggilmu, membangunkan jiwa dan rohmu untuk...

Ali Audah: Menulis Sejarah, Ditulis Sejarah

Alkisah, bocah dari kampung bernama Ali Audah itu diberi uang oleh ummi-nya untuk membeli baju lantaran bajunya sudah kumal dan sobek. Sampai di pasar,...

Ali Audah dan Gerakan Kembali ke Kemurnian Al-Qur’an

SIAPA PUN yang memiliki gagasan, atau gerakan, untuk kembali kepada kemurnian al- Qur'an, bahkan dengan mengabaikan Hadits dan Ijtihad Ulama, sebaiknya becermin kepada Ali...

Lagi, Puasa dan Kesinambungan Agama

Tema ini sudah menjadi perbincangan luas setiap Ramadhan dan saya tak yakin ada hal menarik lain yang dapat saya tambahkan. Al-Qur’an sendiri mengakui bahwa...

Al-Qur’an, Toleransi, dan Tuhan Yang Maha Toleran

Bagaimana Tuhan menyifati “Diri”-Nya dan mengajarkan kita tentang toleransi dalam Islam? Saat ini kita sedang dihadapkan pada fenomena Muslim yang menuhan: memonopoli kebenaran dan...

Salat, Proyek yang Belum Selesai?

Tulisan ini akan melanjutkan poin terakhir dari kolom terdahulu tentang dua kalimat syahadat. Yakni, sebagaimana agama lain, Islam muncul dan berkembang secara bertahap. Agama...

Terorisme dan Urgensi Narasi Baru Agama

  Sejarah menunjukkan bahwa jutaan orang mati karena agama. Berpegang pada ajaran Tuhan, ternyata, tak selamanya mendatangkan damai. Terorisme adalah salah satu bentuknya. Riwayat dunia...

Ramadhan dan Masa Depan Islam di China

Pada minggu pertama Ramadhan 1438 H, saya sengaja memilih mengajak keluarga untuk berbuka puasa di luar rumah. Kami ingin menikmati kebahagiaan menjelang waktu maghrib...

Asal-Muasal Dua Kalimat Syahadat Pasca Nabi?

Judul tulisan ini diberi tanda tanya (walaupun sebenarnya tidak perlu) karena akan dipersoalkan banyak kalangan. Bahkan, sebagian orang akan menyangkal keras klaim bahwa formula...

Yuk, Lawan Persekusi dan Watak Fanatisme!

Kejadian yang menimpa dokter Fiera Lovita, Indri Sorayya Zulkarnain, dan Afi Nihaya karena tulisannya di media sosial yang mengungkapkan kebenaran dari perspektif berbeda, ternyata...