OUR NETWORK

Pelarangan Ibadah Haji Bagi Jama’ah Indonesia Bukan Hoaks

Kita kerap kali berusaha untuk mengolah informasi tersebut sebagai bahan untuk mengolah kebencian. Hal ini tidak hanya terkait dengan haji saja, namun juga terkait dengan soal-soal keagamaan yang lainnya.
Muslim pilgrims pray around the holy Kaaba at the Grand Mosque ahead of the annual haj pilgrimage in Mecca September 21, 2015. REUTERS/Ahmad Masood TPX IMAGES OF THE DAY *** Local Caption *** Umat muslim beribadah mengelilingi Kabah di Masjidil Haram menjelang ibadah haji di Makkah, Senin (21/9). ANTARA FOTO/REUTERS/Ahmad Masood/djo/15

Catatan kali ini saya akan menjelaskan secara khusus tentang pengumuman pemerintah Saudi atas pembukaan pelaksanaan ibadah (iqamat al-hajj) haji tahun ini. Saya menganggap penting penjelasan ini karena pengumuman tetap dilaksanakannya ibadah haji oleh Pemerintah Saudi Arabia saat ini masih ada pihak-pihak yang menggunakannya sebagai untuk menyerang pembatalan Pemerintah RI yang telah memutuskan untuk menunda berangkatan ibadah haji untuk tahun ini. Menteri Agama memang sudah mengumumkan lebih dahulu bahwa kita tidak akan mengirimkan jamaah haji tahun ini.

Pada saat Menag mengumumkan hal ini sudah banyak reaksi dari publik misalnya gimana dengan nasib uang jamaah, kok memutuskan perkara penting tidak menunggu dulu pemerintah Saudi dan lain sebagainya, ditambah dengan cerita-cerita hoaks yang dikembangkan.

Kini ketika Pemerintah Saudi mengeluarkan pengumuman bahwa mereka membuka haji juga langsung direaksi dengan komentar-komentar yang tidak utuh di kalangan masyatakat penyuka kabar hoaks. Misalnya, “bagaimana dengan uang jamaah haji tahun ini yang sudah “terlanjur” dipakai pemerintah”, “wah, ibadah haji ternyata dibuka, pemerintah bisa tekor ini karena harus mengembalikan yang haji yang telah dipakainya,” dan masih banyak komentar-komentar yang berbau penyesatan.

Kenapa masyakarat kita, yang mayoritas Muslim masih suka dengan berita-berita yang tidak utuh dan konspiratif. Anehnya, yang menjadi bahan tersebut adalah agama. Kenapa kita tidak memiliki keinginan untuk menunggu dan membaca informasi yang lengkap. Hal ini tidak hanya kaitan dengan haji namun dengan hal-hal lainnya. Intinya, apa saja yang bisa dihoakkan, maka dihoakkanlah. Mereka tidak takut bahwa mempalsukan berita agama adalah hal yang tidak diizinkan secara keras oleh agama itu sendiri.

Kembali lagi soal pelaksanaan haji. Pemerintah Saudi membuka haji hanya untuk kalangan yang sangat terbatas, tidak untuk warga negara asing yang datang dari negara mereka. Pun, jamaah dari Indonesia juga tidak bisa diterima jika mereka datang ke Mekkah dan Madinah untuk haji.

Agar tidak termakan berita hoaks bahwa kita juga bisa mengirimkan ibadah haji, berikut saya sertakan kutipan beberapa hal penting dari press release yang dikeluarkan oleh pemerintah Saudi pada tanggal 1 Dzul Qa’dah bertepatan dengan tanggal 22 Juni 2020.

Pertama, COVID-19 yang masih melanda seluruh penduduk dunia –melanda 180 negara–yang jumlah penderitanya mencapai 7 juta orang.

Kedua, berdasarkan penjelasan dari Kementerian Kesehatan Saudi Arabia tentang resiko pandemik yang terus berlangsung, belum ditemukannya vaksin, kurangnya perawatan bagi mereka yang terkena infeksi COVID-19 di seluruh dunia dan ikut menjaga kesehatan dunia, tingginya infeksi di beberapa negara sebagaimana dilaporkan oleh WHO, seriusnya infeksi dan musibah di pemukiman-pemukiman yang menyebabkan sulitnya memisahkan di antara anggota mereka.

Ketiga, berdasarkan hal di atas, Kerajaan Saudi Arabia didorong oleh kepedulian yang selalu dijaga untuk  terus menerus memungkinkan para tamu Rumah Tuhan dan juga penziarah Masjid Mustafa SAW untuk melakukan ritual Haji dan Umrah dalam keamanan, kesehatan dan keselamatan, semenjak merebahkanya virus COVID-19 dan penularan virus ini ke beberapa negara.

Untuk mengambil tindakan kehatian-kehatian demi melindungi para tamu Allah dengan menangguhkan kedatangan para peziarah dan tetap memberikan kesempatan bagi jama’ah haji yang memang sudah ada di Tanah Suci. Keputusan ini diharapkan memenuhi  kebaikan bagi Islam dan bagi dunia internasional atas kontribusinya yang dalam menghadapi pandemi global, dan dalam mendukung upaya negara dan organisasi kesehatan internasional untuk membatasi penyebaran virus.

Ketiga, karena wabah terus berlanjut dan juga kekhuwatiran akan penularan di tengah-tengah perkumpulan yang besar, serta perpindahan orang dari satu negara ke negara lain, serta pertambahan angka yang terkena virus ini, maka pelaksanaan ibadah haji untuk tahun 1441 dibatasi jumlahnya bagi mereka yang akan melaksanakan jamaah dari pelbagai negara yang sudah tinggal di Saudi.

Hal itu dilaksanakan agar ibadah haji bisa dilaksanakan dengan aman dan selamat untuk memenuhi persyaratan pencegahan dan social distancing (al-taba’ud al-ijtima’i) yang merupakan keharusan untuk menjamin keselamatan dan penjagaan manusia dari ancaman pandemik ini dan untuk menegakkan Syariah Islam dalam menjaga kehidupan manusia karena Allah.

Tiga butir di atas saya terjemahkan dari ketetapan (qarar) Pemerintah Saudi tentang pelaksanaan ibadah haji. Jadi sekali lagi, haji tetap dilaksanakan, namun tidak seperti biasanya. Kali ini pelaksananaan ibadah haji dibatasi hanya bagi mereka yang sudah tinggal di Saudi Arabia. Mereka ini bisa berasal dari mana saja, namun sudah menetap di negeri ini. Selain itu, jumlahnya pun akan dibatasi dan pelaksanaannya akan diatur secara ketat dengan menerapan protokol kesehatan pencegahan COVID-19.

Sebagai catatan, meskipun segala hal tentang pelaksanaan haji yang dikeluarkan oleh Kementerian Haji dan Umrah Pemeritah Saudi sudah jelas adanya, namun kita kerapkali berusaha untuk mengolah informasi tersebut sebagai bahan untuk mengolah kebencian. Hal ini tidak hanya terkait dengan haji saja, namun juga terkait dengan soal-soal keagamaan yang lainnya. Nampaknya, meningkatnya gairah keagamaan tidak selalu berbanding lurus dengan perilaku yang baik.

Syafiq Hasyim
Pengajar pada FISIP UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta. Tulisan ini merupakan pandangan pribadi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Loading...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.