Minggu, Februari 28, 2021

Krisis

Membumikan Ekonomi Koperasi di Negara Pancasila

Hal penting yang patut disimpan dalam memori bersama setiap warga bangsa adalah “apa tujuan kita merdeka dan membentuk negara ini”. Para pendiri bangsa telah...

Jokowi dan Kesenjangan Regulasi Transportasi [Catatan Transportasi 2016]

Indonesia dikenal sebagai Negara Kepulauan. Diperkirakan ada sekitar 17.000 pulau besar dan kecil (ada juga yang menyebut 13.000-an pulau). Logikanya, sebagai Negara Kepulauan, transportasi...

Sukses Asian Games Bukan Keajaiban Anak-Anak dari Keluarga Miskin

Asian Games segera berakhir. Tentu saya ikut senang dan memberi selamat kepada seluruh pihak yang memungkinkan keberhasilan perhelatan ini dan terdongkraknya prestasi Indonesia pada...

27 Steps of May, The Intense Reality Behind Mundane Life of Sexual Assault Victim

It is rare for Indonesian films to make an emotionally intense charged story balanced with delicate pacing. Directed by Ravi Bharwani, the characters have...
Avatar
Farid Gaban
Editor in Chief The Geo TIMES.

Dolar sudah di atas Rp 14.000. Harga minyak di atas 80 US$ per barel, diramalkan merangkak menuju 85 US$ per barel. Apakah kita sedang di tepi krisis ekonomi?

Mudah-mudahan tidak. Tapi, jika krisis kembali datang, semoga kali ini benar-benar kita manfaatkan untuk refleksi yang lebih mendalam dan fundamental.

Kita berpikir tentang ekonomi yang benar-benar fundamental.

Ketika krisis menyergap, banyak ekonom menawarkan solusi. Salah satunya adalah bailout sektor keuangan dan bantuan untuk bisnis besar. Kita ditakut-takuti dengan ancaman bahwa negara akan bangkrut jika bank tidak di-bailout, jika konglomerat tidak ditolong.

Itu pendekatan elitis dan egois khas kelas menengah.

Ekonomi kita ditopang oleh sektor usaha kecil dan informal, yang lebih tahan banting. Bukan oleh usaha besar yang pada dasarnya rapuh.

Bagi kita yang hidup di desa, negara tidak pernah bangkrut sepanjang ada makanan di kebun: singkong, sayur, buah.

Dalam situasi krisis, desa lebih tahan banting ketimbang kota.

Jika krisis datang, mudah-mudahan ada ekonom yang lebih lantang bilang bahwa kita tidak perlu mengemis ke World Bank dan IMF. Tidak perlu pula memberi subsidi kepada para bankir dan konglomerat seperti dulu (yang bebannya, ratusan triliun rupiah, masih kita tanggung sampai sekarang).

Jika krisis datang, kita serukan untuk kembali ke dasar (back to basic); hidup sulit bersama-sama; menengok apa yang kita punya tapi tak kita sadari: alam yang demikian kaya.

Memperkuat pertanian, kehutanan, perikanan secara substansial. Membangun desa dan pinggiran (tanpa lips service).

Kekayaan terbesar Kalimantan bukanlah sawit dan batubara, tapi keragaman hayati yang tertinggi di dunia setelah Amazon. Yang bisa kita manfaatkan dengan lebih bijaksana.

Ada puluhan jenis tanaman yang bisa diolah jadi atsiri, kebutuhan esensial dalam industri pangan, obat dan kosmetik dunia.

Kekayaan Papua bukanlah emas Freeport, tapi hutan bakau yang terpadat dan terluas di dunia.

Jika krisis tiba, jangan kuatir bahwa sebenarnya kita bisa membangun puluhan Maldives di Maluku saja, hanya dengan melestarikan terumbu karangnya.

Kita punya laut 2/3 dari luas daratan. Di samping punya stok tangkapan ikan yang kaya, Indonesia adalah jantung terumbu karang dunia. Punya coral terluas di dunia dengan keragaman biota terkaya di dunia tapi tak pernah kita tahu manfaatnya.

Yang punya nilai ekonomi tinggi (lewat wisata) bahkan hanya dengan tidak merusaknya.

Jika krisis tiba, berhentilah mengadopsi egoisme kelompok kelas menengah kota. Perluas cakrawala. Di antara semua krisis, krisis terburuk adalah krisis cara berpikir.

Avatar
Farid Gaban
Editor in Chief The Geo TIMES.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Terlalu Jauh Menjadikan 4 Nakes Penista Agama

Kasus Pemantang Siantar sungguh membuat kita semua kaget. Empat petugas kesehatan (Nakes) digugat oleh seorang suami yang istrinya meninggal karena Covid-19. Empat petugas kesehatan...

Jurnalisme Copy-Paste

Jurnalisme copy-paste adalah pekerjaan mengumpulkan, mencari dan menulis berita dengan menggunakan teknik salin menyalin saja. Seperti ambil berita di media lain atau dapat dari...

Robert Morey dan Orientalisme yang Melapuk

Orientalisme adalah satu diskursus ketimuran, yang bercokol pada kajian-kajian Barat dalam menginterpretasikan khazanah Timur—khususnya Islam. Pada kajian ini Islam dipandangan dalam objektifikasi Barat, namun...

Generasi Muda di Antara Agama dan Budaya

Oleh: Bernadien Pramudita Tantya K, SMA Santa Ursula Jakarta Esai favorit lomba: Mengenal Indonesia, Mengenal Diri Kita Indonesia adalah negara yang kaya akan bahasa, budaya,...

Antara Kecerdasan Buatan, Politik, dan Teknokrasi

Di masa lalu, politik dan teologi memiliki keterkaitan erat. Para pemimpin politik sering mengklaim bahwa politik juga merupakan bentuk lain dari ketaatan kepada Tuhan;...

ARTIKEL TERPOPULER

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Perempuan dalam Isi Kepala Mo Yan

Tubuh perempuan adalah pemanis bagi dunia fiksi. Kadang diperlakukan bermoral, kadang sebaliknya, tanpa moral. Naluri bebas dari perempuan yang manusiawi, memendam dengki dan membunuh...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Jurnalisme Copy-Paste

Jurnalisme copy-paste adalah pekerjaan mengumpulkan, mencari dan menulis berita dengan menggunakan teknik salin menyalin saja. Seperti ambil berita di media lain atau dapat dari...

Kenapa Saya Mengkritik Mas Anies?

Dua hari yang lalu saya mengkritik Gubernur DKI Jakarta Mas Anies Baswedan melalui unggahan akun Instagram. Soalnya Mas Anies melempar kesalahan pada curah hujan dan...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.