Sabtu, Desember 5, 2020

Al Biruni dan Toleransi

Taman Nasional: Ada Tuhan di Pepohonan

Burung pekaka emas, dengan bulu biru mengkilat di punggungnya, bertengger di dahan kering pinggir sungai lebar itu. Beberapa monyet ekor panjang bercengkrama di dekat...

The Battle in Seattle

Pada 30 November 1999 sekitar 40.000 orang turun di jalanan Seattle, Amerika Serikat. Inilah salah satu demonstrasi terbesar di negara itu. Dimotori terutama oleh aktivis...

Keadilan Untuk Papua, Untuk Kita Semua

Pada 28 Juni 1914, sebuah pembunuhan di Sarajevo telah memicu rangkaian peristiwa yang bermuara pada Perang Dunia I. Pada 1992, saya berdiri di tempat...

Andai Jokowi Mau Mendengar Gunter Pauli

Makin banyak orang suka minum kopi. Konsumsi kopi terus meningkat dari tahun ke tahun. Bahkan di Jerman, negeri bir, kopi kabarnya telah menyalip minuman...
Avatar
Farid Gaban
Editor in Chief The Geo TIMES.

Serangan brutal sekelompok orang, yang mengatasnamakan Islam, terhadap kelompok Syiah di Solo harus dikutuk. Tak hanya itu perbuatan kriminal; tapi juga menodai ajaran Islam sendiri.

Ada banyak tafsir, aliran dan mazhab dalam Islam. Dan itu justru menunjukkan kekayaan dan keagungan Islam. Satu Islam adalah mitos.

Obsesi satu Islam (sama seperti obsesi satu Indonesia/NKRI Harga Mati atau obsesi satu dunia atas nama globalisasi) cenderung hegemonik dan menindas.

Satu Islam dengan Islam yang mana, menurut siapa?

Kita tak harus setuju dengan tafsir orang lain. Cukup menoleransinya, membiarkan tetap ada, berdampingan dengan tafsir kita, yang menurut orang lain bisa juga dianggap keliru.

Itu tak hanya berlaku dalam soal mazhab/aliran di dalam Islam sendiri; tapi juga ketika orang Islam berhubungan dengan penganut agama lain.

Menolak kehadiran/eksistensi orang lain yang berbeda (mazhab atau agama) menunjukkan kelemahan iman seseorang, mencerminkan rendahnya keyakinan diri akan kebenaran iman yang dimiliki.

Mungkin kita harus belajar dari Al Biruni, cendekiawan Muslim abad ke-11. Biruni menulis ratusan buku dalam bahasa Arab. Dia belajar matematika, fisika dan astronomi. Namanya diabadikan sebagai nama salah satu kawah di Bulan. Tapi, Biruni lebih dikenal sebagai seorang pionir kajian antropologi serta perbandingan bangsa dan agama.

Piawai berbahasa Sansekerta, Persia dan Ibrani (Yahudi), dia mengkaji bangsa dan agama di luar Islam. Salah satu buku terkenalnya berjudul Al Hind, tentang bangsa dan agama orang India (Hindu). Dia juga menerjemahkan beberapa karya dari Sansekerta ke Arab.

Kepada audiens Muslim dan Arab, Biruni memaparkan Hindu sebagai apa adanya, seperti yang diyakini pemuka dan penganut Hindu sendiri; bukan dengan judgement dan label egosentris, dengan sebutan kafir misalnya.

Biruni mencerminkan ciri seorang Muslim yang sangat percaya diri: bergaul dengan bangsa dan penganut agama berbeda, mengkaji keyakinan orang lain, menerima apa adanya, tanpa kuatir akan mencemari keyakinannya.

Bandingkan itu dengan orang-orang di Solo yang menyerang brutal penganut mazhab lain. Orang-orang Islam di Solo ini justru merendahkan agamanya, tidak yakin akan kekuatan agama dan keyakinannya.

Avatar
Farid Gaban
Editor in Chief The Geo TIMES.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Nasib Petani Sawit Kalau Premium Dihapus

What? Chaos macam apa lagi ini? Itu pikiran saya saat beberapa bulan lalu terdengar kabar dari radio bahwa ada rencana pemerintah untuk menghapus bahan bakar...

Islam Kosmopolitan

Diskursus tentang keislaman tidak akan pernah berhenti untuk dikaji dan habis untuk digali. Kendati demikian, bukan berarti tidak ada titik terang. Justru, keterkaitan Islam...

Kerusakan Lingkungan Kita yang Mencemaskan

Menurut data dari BPS, pada tahun 2018 jumlah kendaraan bermotor di Indonesia mencapai 146.858.759 unit, jumlah tersebut meliputi mobil pribadi, mobil barang, bis dan...

Pilkada yang Demokratis

Tidak terasa pergelaran pemilihan kepada daerah yang akan dilaksankan pada 9 Desember mendatang sebentar lagi akan dijalankan. Pilkada serentak dilaksanakan di 270 daerah di...

DPRD DKI; Kembalilah Menjadi Wakil Rakyat!

Saya terhenyak ketika mendapat informasi perihal naiknya pendapatan langsung dan tidak langsung anggota DPRD DKI Jakarta tahun anggaran 2021. Berdasarkan dokumen Rencana Kerja Tahunan...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Hyper Grace : Kejahatan Intelektualitas Manusia Yang Menggunakan

Hyper Grace adalah anugerah yang dilebih-lebihkan (keluar dari porsi) anugerah yang melebihi yang Firman Allah katakan (menambahkan Firman-Nya).Itu adalah anugerah di mana kamu harus...

Yesus, Tuhan Kaum Muslim Juga? [Refleksi Natal dari Seorang Mukmin]

Setiap menjelang perayaan Natal, fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) tentang boleh tidaknya kaum Muslim mengucapkan selamat Natal menjadi perbincangan. Baru-baru ini MUI kembali menambah...

Nasib Petani Sawit Kalau Premium Dihapus

What? Chaos macam apa lagi ini? Itu pikiran saya saat beberapa bulan lalu terdengar kabar dari radio bahwa ada rencana pemerintah untuk menghapus bahan bakar...

Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Pendidikan di Indonesia

Sudah 8 bulan lalu kasus virus Covid-19 menyerang dunia. Begitu cepatnya perubahan wabah Covid-19 dari Endemi hingga memenuhi syarat menjadi Pandemi, wabah yang mendunia....

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.