Senin, Januari 25, 2021

Upaya Pemerintah Turunkan Bunga Kredit UMKM Belum Cukup

LBH JANGKAR SOLIDARITAS PSI Ajukan Judicial Review UU Pemilu No 7/2017

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) melalui Lembaga Bantuan Hukum PSI yang diberi nama JANGKAR SOLIDARITAS (Jaringan Advokasi Rakyat Partai Solidaritas Indonesia), hari...

Mantan Jenderal: Reformasi TNI Kebablasan

Reformasi yang dilakukan di tubuh Tentara Nasional Indonesia dinilai sudah kebablasan. Pasalnya, peran TNI saat ini yang tunduk pada otoritas sipil kerap disalahgunakan. Akibatnya,...

Poros Maritim Dunia Masih Setengah Hati

Cita-cita Presiden Joko Widodo menjadikan Indonesia poros maritim dunia merupakan suatu keniscayaan yang bisa dilakukan. Namun demikian, pada praktiknya langkah pemerintah untuk menjadikan Indonesia...

Infid: Pemerintah Satu Suara Selesaikan Masalah HAM

Aktivis Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan melakukan aksi Kamisan ke-427 di seberang Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (21/1). ANTARA FOTO/Fanny Octavianus. International NGO Forum on...
Avatar
Tito Dirhantoro
Reporter GeoTIMES.

Seorang ibu menata kerajinan kayu dari Desa Sempu, Limpung saat acara kegiatan Batang Expo, Lapangan Dracik Kampus, Batang, Jawa Tengah, Sabtu (5/9).
Seorang ibu menata kerajinan kayu dari Desa Sempu, Limpung saat acara kegiatan Batang Expo, Lapangan Dracik Kampus, Batang, Jawa Tengah, Sabtu (5/9).

 

Pemerintahan Joko Widodo terus berupaya meningkatkan peran sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pada  1 Juli lalu, pemerintah sepakat menurunkan suku bunga kredit pinjaman untuk sektor usaha tersebut dari 22% menjadi 12%. Tujuannya agar kegiatan usaha ini bisa berkembang dan mampu bersaing dengan usaha-usaha lainnya.

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati mengatakan, penurunan suku bunga kredit memang diperlukan bagi pelaku UMKM, namun upaya pemerintah itu tentu belum cukup. Pemerintah jangan hanya berhenti di hulu, namun juga harus turun tangan di sektor hilir, yakni turut membantu memberi pelatihan kepada para pelaku usaha tersebut memasarkan produk-produknya. Dengan begitu, diharapkan lahir inovasi-inovasi agar produk mereka laku di pasaran.

“Jika pemerintah tidak mendampingi pelaku UMKM memasarkan produk-produknya kepada konsumen, tentu sulit bagi mereka bersaing dengan produk-produk yang sudah ada lebih dulu. Terlebih bila bersaing dengan produk korporasi-korporasi besar yang selama ini telah memonopoli perdagangan. Karenanya, hal ini perlu diperhatikan oleh pemerintah,” kata Enny di Jakarta.

Selain itu, kata dia, pemerintah juga perlu memastikan perbankan dalam menyalurkan kredit. Intinya memastikan UMKM bisa mendapatkan akses layanan tersebut. Maka, perlu pengawasan lebih lanjut kepada tiga perbankan, yakni BNI, BRI, dan Bank Mandiri sebagai bank yang ditunjuk menyalurkan kredit kepada UMKM.

“Pemerintah harus memastikan pelaku UMKM bisa mendapatkan akses kredit tersebut. Tanpa ada diskriminasi dari perbankan. Sebab, selama ini sangat sulit bagi UMKM mendapatkan akses kredit dari perbankan.”

Berdasarkan catatan Bank Indonesia, kredit perbankan ke sektor UMKM pada Mei 2015 hanya mencapai Rp 694 triliun dari total Rp 3.699 triliun. Ini menunjukkan bahwa penyaluran kredit perbankan untuk sektor UMKM jumlahnya masih sangat minim. Padahal, peran UMKM mampu berkontribusi hingga 50% terhadap produk domestik bruto.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meminta kepada para pelaku UMKM agar memanfaatkan program Kredit Usaha Rakyat untuk lebih mengembangkan usaha mereka. Terlebih suku bunga kredit pinjamannya sudah diturunkan. Karenanya, dengan adanya penurunan bunga ini diharapkan pelaku usaha tak lagi terbebani bunga pinjaman.

Pemerintah sudah menyediakan anggaran untuk penyaluran kredit pada program Kredit Usaha Rakyat di 2015 sebesar Rp 30 triliun. Kemudian di tahun berikutnya jumlahnya diproyeksikan meningkat menjadi Rp 120 triliun.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Avatar
Tito Dirhantoro
Reporter GeoTIMES.
Berita sebelumnyaKerajinan Tangan Gandhi
Berita berikutnya11 Tahun Munir
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Warna, Nada, dan Keberagaman Bangsa

Rifa Rosydiana Ratal SMAN 24 Jakarta Pemenang Lomba Menulis Esai “Mengenal Indonesia, Mengenal Diri Kita”. Sahabat Khatulistiwa. Desember 2020 Berbagai kontras yang dimiliki warna dan berbagai...

Kebiri Kimia Amputasi HAM

Pada 7 Desember 2020 lalu, Presiden Jokowi menandatangani Peraturan Pemerintah No. 70 Tahun 2020 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tindakan Kebiri Kimia, Pemasangan Alat Pendeteksi...

Sastra dan Jalan Lain Filsafat

Persinggungan eksistensial manusia dengan beragam realitas peradaban tidak mengherankan melahirkan berbagai pertanyaan fundamental – filosofis. Mempertanyakan, membandingkan, dan memperdebatkan beragam produk peradaban, salah satunya...

Ujian Konsistensi Penanganan Konsistensi Sengketa Hasil Pilkada

Jelang sengketa hasil pemilihan kepala daerah di Mahkamah Konstitusi kerap timbul bahasan atau persoalan klasik yang selalu terjadi. Sebagai lembaga peradilan penyelesai sengketa politik,...

Larry King, Wawancara dengan Sejarah

Oriana Fallaci beruntung. Ia seakan mendapat wangsit mendadak untuk menjuduli bukunya dengan cemerlang, "Intervista con la storia", himpunan interviunya dengan para pemimpin dunia yang...

ARTIKEL TERPOPULER

Revolusi Azyumardi Azra

Ketika masih sekolah di Pendidikan Guru Agama (PGA), setingkat SMA, di Pariaman, Sumatera Barat, Azyumardi Azra mengirim puisi berbahasa Inggris ke Harian The Indonesian...

Larry King, Wawancara dengan Sejarah

Oriana Fallaci beruntung. Ia seakan mendapat wangsit mendadak untuk menjuduli bukunya dengan cemerlang, "Intervista con la storia", himpunan interviunya dengan para pemimpin dunia yang...

Pandji yang Sedikit Tahu, tapi Sudah Sok Tahu

Siniar (podcast) komedian Pandji Pragiwaksono kian menegaskan bahwa budaya kita adalah sedikit tahu, tapi sudah merasa sok tahu. Sedikit saja tahu tentang gambaran FPI...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

The Social Dilemma: Logika Eksploitatif Media Sosial

Seorang teman baru bebas dari dunia gelap. Mengkonsumsi narkoba menjadi gaya hidupnya. Padalah kehidupannya tak terlalu suram bagi ukuran kelas menengah. Tapi kehidupannya itu...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.