Minggu, Januari 24, 2021

Trump Larang Transgender Gabung Militer AS

LKY Siap Bantu Korban First Travel Gugat Ganti Rugi

Yogyakarta, 14/8 - Ketua Lembaga Konsumen Yogyakarta Saktyarini Hastuti menyatakan siap membantu melanjutkan gugatan perdata maupun pidana para korban Agen Biro Perjalanam Umrah First...

Investasi Hancurkan Masyarakat Adat Papua

Pembukaan lahan hutan tanaman industri (HTI), perkebunan sawit, dan pertambangan di Sumatera dan Kalimantan menyebabkan lahan semakin kecil. Akibatnya, para investor berencana melakukan ekspansi...

Pramono: Dukungan Parpol kepada Jokowi Wujud Kepuasan terhadap Kinerja Pemerintah

Jakarta, 2/8 - Sekretaris Kabinet Pramono Anung menyatakan semakin banyaknya dukungan partai politik kepada Joko Widodo untuk pencalonan presiden pada 2019 menunjukkan bentuk kepuasan...

LPSK Akui Pernah Tawarkan Perlindungan kepada Johannes Marliem

Jakarta, 15/8 - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menyebutkan pernah menawarkan perlindungan kepada Johannes Marliem, yang merupakan saksi kasus dugaan korupsi KTP Elektronik...

Presiden Amerika Serikat Donald Trump. ANTARA FOTO/REUTERS/Yuri Gripas/djo/17

Washington, 26/7 – Presiden Donald Trump mengatakan, Rabu, ia tidak akan mengizinkan kaum ‘transgender’ bergabung dengan militer Amerika Serikat.

Trump beralasan bahwa kalangan transgender (yang perilaku dan penampilannya tidak sesuai dengan peran gender pada umumnya, red) bisa membuat biaya medis membengkak dan menyebabkan kekacauan.

Langkah Trump itu dikecam oleh sejumlah kalangan, yang menganggapnya sebagai “prasangka liar” serta kekerdilan politik.

Bukan pertama kalinya Trump mengincar kaum transgender sejak ia mulai menjabat sebagap presiden AS pada Januari.

Pada Februari, presiden asal Partai Republik itu mencabut perlindungan bagi para siswa transgender. Perlindungan yang sebelumnya diterapkan pada masa pemerintahan presiden Barack Obama itu memberi hak bagi siswa transgender untuk menggunakan kamar kecil sesuai dengan identitas gender yang dimiliki masing-masing.

“Setelah berkonsultasi dengan para jenderal dan pakar militer, tolong diperhatikan bahwa Pemerintah Amerika Serikat tidak akan menerima atau mengizinkan orang-orang yang transgender untuk bergabung dengan militer AS,” tulis Trump dalam serangkaian unggahan di Twitter.

“Militer kita harus memusatkan perhatian pada kemenangan lugas dan kuat dan tidak boleh dibebani dengan biaya pengobatan yang sangat besar dan kekacauan yang bisa disebabkan (orang-orang) transgender di militer,” tulis Trump.

Tindakan Trump itu tampaknya ditujukan untuk menghentikan upaya bertahun-tahun dalam menghapuskan hambatan dalam dinas militer berdasarkan orientasi seksual. Tahun lalu di bawah pemerintahan Presiden Barack Obama, Pentagon mengumumkan bahwa pihaknya mengakhiri larangan bagi para personel transgender untuk bertugas secara terbuka di militer.

Departemen Pertahanan pada Rabu menyerahkan semua pertanyaan soal keputusan Trump itu kepada Gedung Putih.

“Kami akan memberikan perbaikan panduan kepada departemen dalam waktu dekat,” kata juru bicara Departemen Pertahanan Kolonel Angkatan Laut Jeff Davis.

Pentagon sebelumnya diperkirakan akan mulai membuka pintu bagi kalangan transgender tahun ini, dengan syarat bahwa mereka berada dalam keadaan “stabil” untuk gender yang mereka tentukan selama 18 bulan. Namun, Menteri Pertahanan Jim Mattis pada 30 Juni menyetujui penundaan selama enam bulan terhadap izin merekrut personel transgender ke dalam militer.

(Sumber: Antara/Reuters)

Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Pandji yang Sedikit Tahu, tapi Sudah Sok Tahu

Siniar (podcast) komedian Pandji Pragiwaksono kian menegaskan bahwa budaya kita adalah sedikit tahu, tapi sudah merasa sok tahu. Sedikit saja tahu tentang gambaran FPI...

Menteri Agama Memang untuk Semua Agama, Mengapa Tidak Kita Dukung?

Pernyataan Menteri Agama, Gus Yaqut, bahwa dirinya adalah “menteri agama untuk semua agama” masih menyisakan perdebatan di kalangan masyarakat. Bagi mereka yang tidak sepakat,...

The Social Dilemma: Logika Eksploitatif Media Sosial

Seorang teman baru bebas dari dunia gelap. Mengkonsumsi narkoba menjadi gaya hidupnya. Padalah kehidupannya tak terlalu suram bagi ukuran kelas menengah. Tapi kehidupannya itu...

Upaya Penghapusan Kekerasan Terhadap Perempuan

Kasus KDRT khususnya terhadap perempuan masih banyak terdengar di wilayah Indonesia. Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (6/03/20) juga meluncurkan catatan tahunan (CATAHU) yang...

Capitol, Trump, dan Biden

Menjelang pelantikan Joe Biden sebagai Presiden AS, 20 Januari ini (Rabu malam waktu Indonesia), Washington kembali tegang. Penyerbuan gedung Capitol, Washington -- simbol demokrasi...

ARTIKEL TERPOPULER

Revolusi Azyumardi Azra

Ketika masih sekolah di Pendidikan Guru Agama (PGA), setingkat SMA, di Pariaman, Sumatera Barat, Azyumardi Azra mengirim puisi berbahasa Inggris ke Harian The Indonesian...

The Social Dilemma: Logika Eksploitatif Media Sosial

Seorang teman baru bebas dari dunia gelap. Mengkonsumsi narkoba menjadi gaya hidupnya. Padalah kehidupannya tak terlalu suram bagi ukuran kelas menengah. Tapi kehidupannya itu...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Pandangan Mochtar Lubis Terhadap Kemunafikan Manusia Indonesia

Pernyataan Mochtar Lubis dalam naskah pidato Manusia Indonesia (kemudian diterbitkan menjadi buku) sampai sekarang pidato ini masih relevan untuk dibahas, baik kalangan awam maupun...

NKK/BKK Zaman Now

Menurut kamus politik, Normalisasi Kehidupan Kampus/Badan Koordinasi Kemahasiswaan atau yang disingkat dengan NKK/BKK, adalah sebuah penataan organisasi kemahasiswaan, dengan cara menghapus organisasi kemahasiswaan yang...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.