Banner Uhamka
Jumat, September 25, 2020
Banner Uhamka

Transportasi Publik di Jakarta Diusulkan Gratis

Pemerintah Pastikan Beli 11 Unit Sukhoi untuk Pertahanan Udara

Jakarta, 26/7 - Pemerintah Indonesia memastikan akan memperkuat pertahanan udaranya dengan membeli alutsista jet tempur Sukhoi Su-35. "Tadi (membahas) pembelian Sukhoi, finalisasi sudah. Sudah itu...

Belum Ada Terobosan Hukum Soal Kekerasan Seksual dari DPR

Jaringan Muda Melawan Kekerasan Seksual mendukung Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual masuk dalam pembahasan program legislasi nasional DPR RI tahun 2016. Dukungan itu dikarenakan...

PDI-P Kantongi Nama Calon Pendamping Dedi Mulyadi dalam Pilgub Jabar

Purwakarta, 11/8 - Sekjen DPP Partai Golkar Idrus Marham mengaku sudah mendapatkan informasi nama bakal calon Wakil Gubernur Jawa Barat dari PDIP yang akan...

Panitera PN Jaksel Gunakan Kode ‘Sapi-Kambing’ untuk Transaksi Suap

Jakarta, 22/8  - Dua tersangka dugaan suap terhadap panitera pengganti Pengadilan Negeri Jakarta Selatan terkait putusan perkara perdata antara PT Aquamarine Divindo Inspection (ADI)...
Avatar
Tito Dirhantoro
Reporter GeoTIMES.

Dua anak berlari di jalur bus Transjakarta saat sebuah bus melintas di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Minggu (16/8). Aksi tersebut dapat membahayakan keselamatan jiwa dari para pengguna jalan dan menghambat operasional bus Transjakarta. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Dua anak berlari di jalur bus Transjakarta saat sebuah bus melintas di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Minggu (16/8). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Penggunaan kendaraan pribadi di kota Jakarta yang semakin hari kian meningkat mengakibatkan kondisi lalu lintas di Ibu Kota bertambah buruk. Akibatnya, kemacetan yang tidak bisa dihindari kerap dijumpai di setiap jalan-jalan Jakarta. Karena itu, untuk mengurangi kemacetan tersebut, tarif transportasi publik yang ada di Jakarta diusulkan gratis atau tanpa dipungut biaya.

Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Industri Perdagangan dan Transportasi, Sutanto Suhodo, mengatakan transportasi publik di Jakarta pelayanannya memang belum baik. Moda transportasi seperti Transjakarta pelayanannya masih jauh dari harapan publik. Tarif Transjakarta yang tidak menarik dan jalur busway yang kerap tidak steril dari pengguna kendaraan pribadi kerap menjadi persoalan.

“Masyarakat kerap menunggu lama untuk bisa menaiki Transjakarta. Belum lagi dengan tarifnya, Rp 3.500, nyatanya belum membuat masyarakat tertarik. Memang seharusnya angkutan publik itu bukan hanya nyaman, tapi juga harus terjangkau. Jadi, yang paling ideal diberlakukan di Jakarta itu adalah menggratiskan angkutan umum,” kata Sutanto ketika ditemui di Jakarta, Senin (21/12).

Dia menjelaskan, tidak bisa dipungkiri masyarakat saat ini masih lebih memilih untuk menggunakan kendaraan pribadi ketimbang kendaraan umum. Karena itu, menggratiskan tarif angkutan umum merupakan cara yang perlu dilakukan agar masyarakat yang selama ini menggunakan kendaraan pribadi, terutama motor, bisa beralih menggunakan transportasi umum.

“Motor merupakan kompetitor utama bagi transportasi publik. Apalagi pertumbuhannya juga terus meningkat. Sebab, menggunakan sepeda motor jauh lebih murah dan fleksibel,” ujarnya.  “Selain itu, dari segi waktu, menggunakan motor bisa lebih cepat ke tempat tujuan ketimbang menggunakan kendaraan umum.”

Maka tak heran, kata dia, jika saat ini banyak bermunculan fenomena baru, yaitu ojek berbasis aplikasi. Hal ini tentu semakin membuat deretan panjang permasalahan transportasi di Jakarta. Publik lebih memilih layanan ojek sepeda motor tersebut dan semakin meninggalkan layanan transportasi publik.

“Adanya fenomena baru itu lantas lalu lintas Ibu Kota semakin semrawut. Kemarin saja, misalnya, kecepatan rata-rata jalan di DKI Jakarta hanya sekitar 9 kilometer per jam. Saat ini bukan tidak mungkin kecepatannya akan semakin menurun,” katanya.

Avatar
Tito Dirhantoro
Reporter GeoTIMES.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Opsi Menunda atau Melanjutkan Pilkada

Perhelatan akbar pesta demokrasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020 akan bergulir. Pilkada yang sejak era reformasi pasca amandemen UUD 1945 telah memberi ruang...

Peran Civil Society dalam Perang Melawan Wabah

Perkembangan wabah korona semakin mengkhawatirkan. Epidemiologi Pandu Riono menyebut puncak kasus Covid-19 di Indonesia baru mencapai puncak pada awal semester pertama hingga pertengahan tahun...

Erick Ingin Kerja, Mereka Malah Menganggu!

Akhir-akhir ini, ada gerombolan oknum-oknum yang ingin memaksakan kehendak untuk mengisi kursi-kursi komisaris. Ketika keinginan itu tak tercapai, mereka secara sistematis dan masif melakukan...

Menjarah Mahkota Kemuliaan MK

Revisi Undang-Undang Mahkamah Konstitusi yang disahkan pada 1 September lalu menjadi hadiah sekaligus menjadi dilema bagi kesembilan hakim konstitusi di usianya yang ketujuh belas...

Memahami Kembali Pandemi Covid-19

Wabah Covid-19 yang disebabkan virus corona jenis baru telah memasuki bulan ke-6 sejak ditetapkan sebagai pandemi oleh organisasi kesehatan dunia (WHO). Per tulisan ini...

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.