Selasa, Maret 2, 2021

Sanksi Denda bagi Pemilik Kendaraan yang Terbakar

KPK Sebut Pengakuan Niko di Rapat Pansus Hak Angket Tak Benar

Jakarta, 26/7 - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mempertanyakan pemanggilan Niko Panji Tirtayasa salah satu saksi kasus korupsi yang melibatkan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil...

Walhi Desak Jepang Hentikan Investasi Batubara di Indonesia

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) mendesak pemerintah Jepang untuk segera menghentikan investasi pengembangan industri batubara dan pembangunan proyek pembangkit listrik tenaga uap di Indonesia....

DPR Tolak Rp 7 Miliar Dana Kajian Pemindahan Ibu Kota

Jakarta, 24/7 - Komisi XI DPR RI menolak dana untuk kajian rencana pemindahan Ibu Kota negara yang diajukan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas)...

Imparsial: Reformasi TNI di Sektor Keamanan Berlebihan

Direktur Program Imparsial Al Araf mengatakan reformasi di tubuh Tentara Nasional Indonesia hingga kini belum selesai. Reformasi pada sektor keamanan merupakan yang paling mendesak ...
Avatar
Reja Hidayat
Reporter GeoTIMES.

Mobil terkabar di tol. (Twitter @TMCPoldaMetro)
Mobil terkabar di tol. (Twitter @TMCPoldaMetro)

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jakarta menyatakan insiden kebakaran kendaraan bermotor belakangan ini terus meningkat frekuensinya dan seolah menjadi musibah biasa di ruas jalan Ibu Kota. Padahal kebakaran kendaraan itu menimbulkan dampak lingkungan bagi kesehatan masyarakat, karena itu perlu upaya meminimalisasi kasus tersebut.

“Perlu dipikirkan adanya rumusan biaya dalam bentuk sanksi denda yang dapat dikenakan kepada pemilik kendaraan bermotor jika kendaraan yang terbakar disebabkan kelalaian penggunaan produk, seperti modifikasi yang tidak sesuai dengan perundang-undangan,” kata Kepala Departemen Kajian & Pengembangan Walhi Jakarta Elnard Peter di Jakarta, Selasa (15/12)

Dia menambahkan sanksi denda yang bisa diterapkan bukan saja kepada pemilik kendaraan, tapi juga kepada pihak ketiga yang bertanggung jawab atas terjadinya kebakaran.

Berdasarkan pantauan Walhi Jakarta, sepanjang Desember saja, telah terjadi 5 kali kebakaran kendaraan bermotor. Tingkat keparahan kebakaran kendaraan, tambah Eldnard, cukup besar, hanya menyisakan rangka saja dengan durasi kebakaran yang cukup panjang dan asap tebal.

Eldnard menambahkan, hasil temuan National Fire Protection Association, kendaraan moderen cenderung dirakit menggunakan material khusus agar bobotnya ringan sehingga layak mendapatkan predikat produk ramah lingkungan (fuel economy dan recycle). Namun apabila terbakar akan menghasilkan asap beracun seperti karbon monoksida, hidrogen sianida, hidrogen khlorida, akrolein, formaldehida, naphtalin, dan ethyl bensin.

“Perlu diketahui kuantitas udara demi aspek kesehatan maupun keselamatan publik,” kata Eldnard. Selain itu, tambah dia, untuk kendaraan komersil tentu memiliki varian polutan beracun yang lebih beragam saat terbakar karena jenis material tambahan pada muatan kendaraan truk atau pick up yang diangkut.

Karena itu, sebagai langkah pencegahan kebakaran, pihaknya menekankan, idealnya ada edukasi kepada pemilik kendaraan, terutama mengenai bahaya kebakaran pada kendaraan bermotor maupun hal-hal yang mencakup penggunaan produk kendaraan bermotor yang aman, selamat dan ramah lingkungan.

Avatar
Reja Hidayat
Reporter GeoTIMES.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Gangguan Jiwa Skizofrenia

Kesehatan jiwa adalah kondisi dimana individu dapat berkembang secara fisik, mental, spiritual dan social sehingga individu tersebut menyadari kemampuan diri sendiri. Dapat mengatasi tekanan,...

Mencermati Inflasi Menjelang Ramadhan

Beberapa pekan lagi, Bulan Ramadhan akan tiba. Bulan yang ditunggu-tunggu sebagian umat muslim ini adalah bulan yang istimewa karena masyarakat muslim berusaha berlomba-lomba dalam...

Kasus Khashoggi Makin Mendunia

Hari ini, 1 Maret 2021, Biden mau umumkan resmi di Washington keterlibatan MBS dalam pembunuhan Kashoggi. Menarik. KAS pasti meradang. Ini konflik pertama, yg sulit...

Jujur Itu Hebat, Artidjo Personifikasi dari Semua Itu

Satu demi satu orang tumbang dibekap covid, penyakit lain atau karena usia. Pagi ini saya kembali dikejutkan oleh berpulangnya Artidjo Alkostar, kawan lama yang...

Common Sense dalam Filsafat Ilmu

Ilmu filsafat selalu merumuskan tentang pertanyaan – pertanyaan kritis atas kemapanan jawaban yang sudah dipecahkan oleh ilmu pengetahuan. Pada zaman sekarang ilmu pendidikan tidak...

ARTIKEL TERPOPULER

Artidjo Alkostar, Sebuah Kitab Keadilan

Gambaran apa yang muncul di benak Anda setiap mendengar profesi pengacara dan kepengacaraan? Apapun citra itu, Artidjo Alkostar menghancurkannya berkeping-keping. Sebagai pengacara hingga akhir 1990an,...

Ziarah Ke Media Sosial

Meminjam istilah masyarakat industrial Kuntowijoyo dalam masyarakat tanpa masjid (2001), merupakan kondisi masyarakat yang terkungkung oleh rasionalisasi, komersialisasi dan monetisasi. Mengutip pendapat Robert Bala,...

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Common Sense dalam Filsafat Ilmu

Ilmu filsafat selalu merumuskan tentang pertanyaan – pertanyaan kritis atas kemapanan jawaban yang sudah dipecahkan oleh ilmu pengetahuan. Pada zaman sekarang ilmu pendidikan tidak...

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.