Jumat, Februari 26, 2021

RUU Pertembakauan Diharapkan Menjadi Solusi

Gandeng Swasta, Ridwan Kamil Paksakan Kehendak

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dinilai terlalu memaksakan kehendak terkait rencananya membangun Bandung menjadi kota modern dengan menggandeng pihak swasta. Pelibatan pihak swasta melalui...

Menteri Sri Mulyani: Suntik Dana untuk Dua BUMN

Jakarta, 14/7 - Pemerintah mengusulkan dua BUMN mendapat Penyertaan Modal Negara (PMN) pada RAPBN-P 2017 yaitu kepada PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero sebesar...

Pemerintah Targetkan Bangun Empat Juta Rumah Murah

Yogyakarta, 12/8 - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono menargetkan membangun sebanyak 4 juta rumah murah hingga 2019 yang diperuntukkan bagi masyarakat...

Pakaian Adat Jadi Busana Wajib di Upacara Peringatan HUT ke-72 RI

  Jakarta, 17/8 - Ada yang berbeda dengan upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi tahun ini. Istana kepresidenan meminta tamu undangan serta pejabat negara untuk mengenakan baju...

Sejumlah pekerja di gudang sortasi tembakau di Lombok. Industri rokok di Indonesia mempekerjakan puluhan juta orang di sektor pertanian tembakau dan usaha pengolahan tembakau. (Andrey Gromico/The Geotimes)
Sejumlah pekerja di gudang sortasi tembakau di Lombok.  (Andrey Gromico/The Geotimes)

Tembakau  adalah komoditas primadona di Indonesia. Di Indonesia, ada kurang lebih 267 ribu hektare lahan tembakau. Industri rokok juga mempekerjakan puluhan juta orang di sektor pertanian tembakau dan usaha pengolahan tembakau.

Ada juga tenaga kerja tak langsung, seperti pengecer rokok atau pekerja di sektor pendukung rokok (petani cengkeh). Jika ditotal, 1,25 juta orang bekerja di ladang cengkeh dan tembakau; 10 juta orang yang terlibat secara langsung dalam industri rokok; dan 24 juta orang terlibat secara tidak langsung.

Namun, Indonesia sebagai salah satu negara penghasil tembakau terbesar didunia, tidak memiliki regulasi tentang pertembakauan. Padahal manfaat ekonomi yang bersumber dari tembakau sudah dirasakan. Di beberapa daerah, industri tembakau menjadi tulang punggung ekonomi seperti di Kudus, Malang, Kediri, dan daerah lainnya.

Kontribusi cukai tembakau juga menyumbang ratusan triliun ke kas negara. Cukai tembakau menempati posisi ketiga dari total penerimaan perpajakan.

“Sektor ini telah menyumbangkan pajak dan cukai ke kas negara sebesar Rp 154 triliun dan menjadi tumpuan 30 juta orang,” ujar Misbakhun, anggota Komisi XI DPR di Jakarta, Kamis (21/1). Dia juga mengatakan, RUU Tembakau bertujuan melindungi industri tembakau, petani tembakau, dan kretek nasional yang menjadi budaya khas Nusantara.

Misbakhun mengungkapkan, salah satu poin penting yang diusulkan DPR dalam draf RUU Pertembakauan adalah mengenai penentuan tarif cukai tembakau lokal dan impor. “Tarif cukai tembakau impor kalau bisa lebih tinggi tiga kali lipat daripada tembakau lokal. Ini agar bisa melindungi petani tembakau dalam negeri,” katanya.

Dalam RUU Pertembakauan, pemerintah menjadi fasilitator yang menengahi masalah harga jual tembakau antara petani dan pabrikan kretek. Hal ini menjadi semacam kunci untuk meniadakan permainan harga yang selama ini merugikan petani. Selain itu, pemerintah diwajibkan membantu distribusi tembakau agar dapat terserap pelaku usaha. Pada poin inilah kemudian RUU Pertembakauan dianggap memiliki kekuatan untuk melindungi petani tembakau.

Melalui Asosiasi Petani Tembkau Indonesia (APTI), petani tembakau sangat berharap RUU Pertembakauan ini segera disahkan menjadi Undang-Undang. “RUU ini penting sekali buat petani, kehidupan, dan perlindungan petani sebagai penghasil tembakau,” kata Ketua APTI Suseno.

Selama ini Suseno melihat tembakau masih mendapat perlakuan berbeda dengan komoditas pertanian lainnya. Petani belum mendapatkan dukungan untuk meningkatkan produktivitas tembakau seperti pendampingan, akses teknologi pertanian yang lebih modern, dan pembangunan infrastruktur. Akibatnya, produksi tembakau belum mampu memenuhi permintaan industri dalam negeri.

Dia juga menjelaskan petani seringkali tidak mendapatkan akses langsung untuk menjual hasil panennya ke industri. Akibatnya, nilai keuntungan yang seharusnya diterima oleh petani sebagian besar akan hilang karena peran pihak ketiga seperti tengkulak. “RUU itu bisa memberi solusi mengatasi permasalahan yang dihadapi petani tembakau.”

 

 

 

 

 

 

Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Penguatan Kultur Demokrasi di Indonesia

Sebagian persoalan dalam praktik demokrasi di Indonesia muncul dari kalangan elite yang membajak sistem. Masyarakat sebagai pemilik sah kedaulatan tertinggi dalam demokrasi hanya dijadikan...

Buntara Kalis

Oleh: Queen Vega Latiefah, SMAN 76 Jakarta Esai favorit lomba: Mengenal Indonesia, Mengenal Diri Kita Seperti cahaya rembulan di malam hari, seperti itu bayangan orang orang...

Sejarah Palestina dan Hubungannya dengan Kita

Usai Kekalahan Ottoman pada perang dunia 1 yakni pada (1914 - 1918) wilayah Palestina - Israel sejak 1922 berada di bawah mandat Inggris. Peluang...

Asesmen dan Metode Wawancara dalam Psikologi Klinis

Seperti yang kita tahu, bahwa psikologi merupakan sesuatu yang sangat identik dengan kehidupan manusia, karena psikologi berpengaruh terhadap kehidupan seseorang. Psikologi yang kurang baik...

Kajian Anak Muda Perspektif Indonesia

Sejak awal, perkembangan kajian anak muda dalam perspektif Indonesia telah menjadi agenda penting dan strategis. Sebagai bidang penelitian yang relatif baru, tidak dapat dipungkiri...

ARTIKEL TERPOPULER

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Menilik Pencekalan Panglima Gatot

Insiden diplomatik antara Amerika Serikat dan Indonesia terjadi hari Sabtu lalu, (21/10/2017) di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Kejadiannya, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dicekal untuk...

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Sejarah Palestina dan Hubungannya dengan Kita

Usai Kekalahan Ottoman pada perang dunia 1 yakni pada (1914 - 1918) wilayah Palestina - Israel sejak 1922 berada di bawah mandat Inggris. Peluang...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.