Senin, Januari 25, 2021

Revitalisasi Produk Garam Akan Dimulai 2018

Arab Saudi Gagalkan Rudal Yang Ditujukan ke Makkah

Riyadh, Arab Saudi, 28/7 - Pasukan Pertahanan Udara Arab Saudi pada Kamis (27/7) mencegat satu rudal yang ditembakkan oleh petempur Al-Houthi dan bergerak menuju...

Pemasukan Negara dari Reklamasi Merupakan Tindakan Salah

Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) menyatakan Presiden Joko Widodo mendapatkan bisikan yang salah soal Peraturan Pemerintah No 75 tahun 2015 tentang Pendapatan Negara Bukan...

Mantan Pendukung ISIS Akan Diikusertakan dalam Aksi Bela Negara

Bogor, 19/7 - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu berencana mengikutsertakan warga negara Indonesia (WNI), mantan pendukung kelompok radikal Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dalam...

Harapan SBY untuk Bangsa Indonesia di HUT ke-72 RI

Jakarta, 17/8 (Antara) - Presiden RI Ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono mengharapkan agar bangsa Indonesia dapat terus memperkuat persatuan NKRI. "Kompak membangun negerinya bersama-sama, Insya Allah...

Petani menjajakan garam di Penggaraman Talise, Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (27/7). ANTARA FOTO/Basri Marzuki/kye/17

Surabaya 2/8 – Direktur Keuangan PT Garam Anang Abdul Qoyyum mengatakan pelaksanaan program revitalisasi garam dan pembangunan pabrik baru di Sampang, Jawa Timur, segera dilakukan pada 2018, untuk menunjang produksi garam nasional.

“Kalau untuk saat ini pengembangan masih belum bisa dilakukan karena adanya faktor depresi akibat gejolak harga dan permasalahan yang ada. Oleh karena itu, dua program tersebut akan kami lakukan pada 2018,” kata Anang di Surabaya, Rabu.

Anang mengaku, PT Garam telah menerima tawaran kerja sama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Serpong untuk melaksanakan program pengembangan produksi garam dengan membangun pabrik baru serta revitalisasi.

Kedua program itu, kata dia, akan dipusatkan di Sampang, Madura, Jawa Timur yang merupakan pusat produksi garam dan kantor PT Garam.

Sebelumnya, Deputi Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi BPPT, Prof Eniya Listiani Dewi mengatakan kontrak kerja sama dengan PT Garam dilakukan dengan masing-masing kapasitas untuk revitalisasi sebesar lima ton per jam, dan untuk pabrik baru 10 ton per jam.

Dalam program itu, kata dia, BPPT mendorong tingkat efisiensi kadar garam yang selama ini masih sekitar 80 hingga 90 persen Natrium klorida (NaCl) menjadi 94 hingga 97 persen NaCL.

“Intinya kedua program itu sama, yakni adanya proses peningkatkan kadar garam dengan fokus pada kristalisasi dan pencucian garam,” katanya.

Eniyah mengatakan, program dorongan peningkatan kapasitas kadar garam juga sedang dilakukan BPPT dengan kerja sama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

“Ketika kami tracking di sejumlah wilayah rata-rata kadar garam petani masih sekitar 80-90 NaCL, padahal garam pangan awalnnya harus sekitar 94 persen kemudian ditingkatkan menjadi 97 persen, oleh karena itu kami berusaha mendorong melalui teknologi” katanya.

(Sumber: Antara)

Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Warna, Nada, dan Keberagaman Bangsa

Rifa Rosydiana Ratal SMAN 24 Jakarta Pemenang Lomba Menulis Esai “Mengenal Indonesia, Mengenal Diri Kita”. Sahabat Khatulistiwa. Desember 2020 Berbagai kontras yang dimiliki warna dan berbagai...

Kebiri Kimia Amputasi HAM

Pada 7 Desember 2020 lalu, Presiden Jokowi menandatangani Peraturan Pemerintah No. 70 Tahun 2020 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tindakan Kebiri Kimia, Pemasangan Alat Pendeteksi...

Sastra dan Jalan Lain Filsafat

Persinggungan eksistensial manusia dengan beragam realitas peradaban tidak mengherankan melahirkan berbagai pertanyaan fundamental – filosofis. Mempertanyakan, membandingkan, dan memperdebatkan beragam produk peradaban, salah satunya...

Ujian Konsistensi Penanganan Konsistensi Sengketa Hasil Pilkada

Jelang sengketa hasil pemilihan kepala daerah di Mahkamah Konstitusi kerap timbul bahasan atau persoalan klasik yang selalu terjadi. Sebagai lembaga peradilan penyelesai sengketa politik,...

Larry King, Wawancara dengan Sejarah

Oriana Fallaci beruntung. Ia seakan mendapat wangsit mendadak untuk menjuduli bukunya dengan cemerlang, "Intervista con la storia", himpunan interviunya dengan para pemimpin dunia yang...

ARTIKEL TERPOPULER

Revolusi Azyumardi Azra

Ketika masih sekolah di Pendidikan Guru Agama (PGA), setingkat SMA, di Pariaman, Sumatera Barat, Azyumardi Azra mengirim puisi berbahasa Inggris ke Harian The Indonesian...

Larry King, Wawancara dengan Sejarah

Oriana Fallaci beruntung. Ia seakan mendapat wangsit mendadak untuk menjuduli bukunya dengan cemerlang, "Intervista con la storia", himpunan interviunya dengan para pemimpin dunia yang...

Pandji yang Sedikit Tahu, tapi Sudah Sok Tahu

Siniar (podcast) komedian Pandji Pragiwaksono kian menegaskan bahwa budaya kita adalah sedikit tahu, tapi sudah merasa sok tahu. Sedikit saja tahu tentang gambaran FPI...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Towards Success: Re-evaluating Indonesia Ecological Development

Indonesia has long been an active participant of the environmental policy formation and promotion. Ever since 1970, as Dr Emil Salim appointed as the...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.