Minggu, Januari 17, 2021

PSI Jakarta Inisiasi Bakal Bikin Keren Jakarta

Gerindra, PAN dan PKS Laporkan Victor Laisdokat ke Bareskrim

Jakarta, 4/8 - Pidato Ketua Fraksi Partai Nasdem Victor Laisdokat di Kupang, Nusa Tenggara Timur pada 1 Agustus lalu memancing emosi sejumlah partai politik. Pasalnya,...

Prabowo Peluangnya Semakin Kecil

Survei nasional Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan peluang Prabowo Subianto untuk memenangkan kursi kepresidenan seandainya mencalonkan diri kembali pada Pilpres 2024 relatif...

Jaringan Pengusaha Muda Muhammadiyah untuk Industri Indonesia Maju 4.0

Jakarta - Jaringan Pengusaha Muda Muhammadiyah (JPMU) dan Rumah Indonesia Berkemajuan (RIB) mengadakan diskusi Tantangan Pemuda Menghadapi Revolusi Industri 4.0, Kamis (11/4/2019) di Bumbu...

Produsen Beras Maknyus Curangi Konsumen dengan Label Palsu

Jakarta, 2/8 - Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Pol Martinus Sitompul mengatakan beras merek Maknyuss dan Ayam Jago produksi PT Indo Beras Unggul...
Redaksi
Redaksi
JAKARTA – Tingkat kepuasan dan kepercayaan masyarakat terhadap pelaku politik Indonesia kian menurun. Survei Indikator Politik  tahun 2015 menyebutkan bahwa DPR mendapatkan 59,2% kepercayaan publik, bahkan tahun 2016 turun jadi 48,5%. Partai politik sendiri menduduki urutan terakhir dalam mendapatkan kepercayaan publik yaitu hanya 39,2% di tahun 2016.
 
Dengan semangat kebaruan, Partai Solidaritas Indonesia Jakarta ingin mengubah stigma politik yang terlanjur buruk ini agar politik menjadi dekat dan “dimiliki” oleh masyarakat. PSI Jakarta ingin menjadikan partai politik sebagai wadah aspirasi masyarakat, perpanjangan tangan masyarakat sipil, kendaraan politik bagi pemimpin bersih dan berintegritas, di mana anak-anak muda bisa ikut berkontribusi di dalamnya.
 
“Politik itu penting untuk membuat kebijakan yang berpihak kepada kepentingan publik. Untuk itu, kami berharap kegiatan ini bisa menjadi awal baru yang mengembalikan semangat warga Jakarta dalam berpolitik,” jelas Michael Victor Sianipar, Ketua DPW PSI DKI Jakarta dalam siaran persnya.
 
Untuk mewujudkan lahirnya pemimpin politik yang bersih dan berintegritas, PSI Jakarta mengadakan Kopdarwil (Kopi Darat Wilayah) 2017, sebuah agenda tahunan yang inklusif bagi anak muda untuk memberi wajah baru bagi perpolitikan Ibukota. Kopdarwil 2017 akan dilaksanakan di Novotel Hotel  Gajah Mada, pada tanggal 26 Agustus 2017 dan terbuka bagi peserta umum. Tujuannya adalah meningkatkan kapasitas anggota dan peserta umum soal politik dan cara menyelesaikan masalah sosial yang ada di Jakarta.
 
Anggara Wicitra, Ketua DPD PSI Jakarta Selatan selaku Ketua Pelaksana menjelaskan bahwa Kopdarwil ini juga diperuntukkan agar anak muda jangan ragu untuk terlibat aktif di politik.
“Acara ini merupakan sebuah wadah bagi mereka yang mau bareng-bareng bikin keren Jakarta. Karena kami tahu bahwa semakin sedikit anak muda yang enggan masuk politik, entah karena takut menjadi ‘tidak baik’ atau karena memang sudah kecewa” ungkapnya.
 
Menurut Anggara, mangusung tema “Pemuda, Politik, & Perubahan”, kader dan peserta akan disajikan talkshow serta workshop peningkatan kapabilitas yang terbagi menjadi dua sesi. Talkshow maupun workshop akan disampaikan langsung oleh masyarakat sipil seperti NGO serta tokoh-tokoh dan organisasi inspiratif yang sudah banyak berkontribusi bagi pembangunan bangsa seperti: Yenny Wahid (Wahid Institute), Ade Irawan (Indonesian Corruption Watch), Yunarto Wijaya (Charta Politika), Yuniyanti Chuzaifah (Komnas Perempuan), Hasan Nasbi (Cyrus Network), Arief Aziz (Change.org), Surya Sahetapy, YCAB Foundation, Kitabisa.com, KPK, Sinergi Muda, dan lain-lain.
 
Kopdarwil ini, tambah Anggara, diperuntukkan untuk mempersiapkan kader-kader PSI Jakarta menuju Pemilu dan Pileg 2019. Akan disampaikan juga Rencana Kerja PSI Jakarta 2017-2018, Pembekalan Kader lewat sesi-sesi workshop dengan narasumber ahli, serta penyamaan visi-misi PSI Jakarta. Beberapa sesi workshop yang diadakan diantaranya: Pemberantasan Korupsi, Toleransi dan Keberagaman, Political Branding, Kesenjangan Sosial, Tata Ruang Jakarta, dan lain-lain.(*)

Redaksi
Redaksi
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

China-Indonesia, Lahir dari Rahim Bulutangkis

Olahraga bukan sekedar cara untuk menjaga kesehatan, juga bukan sebagai hobi yang dinikmati dan sebuah kewajiban rutinitas untuk mencegah berbagai penyakit. Lebih dari itu,...

Penguatan Kebijakan Pelaksanaan Akreditasi RS di Masa Covid-19

Kasus Pandemik Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) kian meningkat dan telah memengaruhi berbagai aspek kesehatan termasuk memengaruhi upaya dalam meningkatkan kualitas layanan fasilitas kesehatan....

Memaknai Syair Lagu Jika Surga dan Neraka Tak Pernah Ada

Lagu yang diciptakan oleh musisi terkenal di Indonesia yaitu Ahmad Dhani, melahirkan Sebuah mahakarya lagu yang begitu indah dan memiliki makna yang dalam. Lagu...

Soe Hok Gie, Perihal PKI dan Humanity

Soe Hok Gie sendiri adalah salah satu tokoh kunci dalam gerakan anak muda yang kemudian berujung dengan kejatuhan Orde Lama. Ia memainkan peran yang...

Ihwal Teori Keadilan John Rawls

Keadilan merupakan salah satu diskursus dalam filsafat yang paling banyak dibahas, bahkan menjadi topik utama dalam dunia global saat ini. Para filsuf sejak zaman...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Mengapa Banyak Abdi Negara Muda Pamer di Media Sosial?

Apakah kamu pengguna Twitter yang aktif? Jika iya, pasti kamu pernah melihat akun @txtdrberseragam berseliweran di timeline kamu. Sebagaimana tercantum di bio akun ini,...

Narkoba Menghantui Generasi Muda

Narkoba telah merajalela di Indonesia .Hampir semua kalangan masyarakat positif menggunakan Narkoba. Bahkan lebih parahnya lagi adalah narkoba juga telah merasuki para penegak hukum...

Ihwal Teori Keadilan John Rawls

Keadilan merupakan salah satu diskursus dalam filsafat yang paling banyak dibahas, bahkan menjadi topik utama dalam dunia global saat ini. Para filsuf sejak zaman...

Soe Hok Gie, Perihal PKI dan Humanity

Soe Hok Gie sendiri adalah salah satu tokoh kunci dalam gerakan anak muda yang kemudian berujung dengan kejatuhan Orde Lama. Ia memainkan peran yang...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.