Minggu, Februari 28, 2021

Program Jaminan Kesehatan Bermasalah pada Data Peserta

Pemerintah Optimis DPR Setujui RUU Pemilu

Jakarta, 20/7 - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan pemerintah optimistis Paripurna DPR RI akan mengambil keputusan terbaik terkait revisi undang-undang penyelenggaraan pemilu. Sesaat sebelum...

Pelepasan Saham Freeport lewat IPO Bukan Solusi Terbaik

Divestasi atau pelepasan saham milik PT Freeport Indonesia diusulkan melalui skema penawaran umum perdana saham kepada publik atau initial public offering (IPO). Cara demikian...

Rakyat Papua Desak Presiden Jokowi Tutup Freeport

Rakyat Papua mendesak Presiden Joko Widodo menghentikan operasi PT Freeport Indonesia. Pasalnya, sejak perusahaan tambang asal Amerika Serikat itu mengeksploitasi kekayaan alam di Papua,...

Kementerian Sosial Kucurkan Dana E-Warong di Kupang

Kupang, 18/7 - Kementerian Sosial mengucurkan anggaran Rp 30 juta bagi kelompok masyarakat pemilik warung gotong royong elektronik (e-warong) di Kota Kupang yang akan...
Avatar
Reja Hidayat
Reporter GeoTIMES.

dom-1452763208Petugas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan memberikan pelayanan kepada peserta BPJS di Kupang, NTT, Kamis (14/1). ANTARA FOTO/Kornelis Kaha.

Direktur MediaLink Mujtaba Hamdi mengatakan, pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pada 2015 masih memiliki persoalan besar, terutama kasus kesalahan data peserta bantuan iuran (PBI). Hal itu terjadi karena penggunaan data lama dan data peserta yang tidak diperbaharui.

“Verifikasi data memang menjadi salah satu masalah utama dalam pelaksanaan program JKN. Jadi, harus ada terobosan dan inovasi sehingga verifikasi bisa bersifat partisipatif dan optimal,” kata Mutjaba di Jakarta, Kamis, (28/1). “Bahkan minimnya pembaharuan data di tingkat desa menyebabkan data yang didapat tak akurat.”

Dia menjelaskan pemerintah masih menggunakan data 2011 sehingga masih ada kelompok tidak mampu belum sepenuhnya dimasukkan. Kemudian, aturan pendataan seharusnya melibatkan partispasi warga, tapi dalam pelaksanaannya di lapangan tidak seindah regulasinya.

“Kenyataan di lapangan ada banyak data lama yang masih masuk. Warga yang meninggal pun masih masuk, karenanya masih banyak masyarakat miskin yang tidak masuk. Data tempat lahir juga banyak yang salah. Pendataan masih kacau-balau,” ujar Mutjaba.

Menurut Mutjaba, kunci persoalan ini adalah sistem validasi dan verifikasi harus lebih terbuka serta diterapkan secara merata di seluruh Indonesia. Kemudian, buat pos pelayanan di berbagai tempat sehingga setiap masalah langsung bisa diketahui dan diselesaikan. Misalnya, masih banyak ditemukan pelayanan bersifat diskriminasi kepada peserta PBI kelas III. Parahnya lagi, ada juga dokter yang tidak mau menerima pasien.

Seperti diketahui, sekitar 1,75 juta peserta JKN dihapus dari daftar peserta PBI karena pemerintah menilai mereka sudah mampu untuk membayar iuran JKN sebagai peserta mandiri atau perorangan.

Koordinator Hukum dan Anggaran Indonesia Budget Center (IBC) Darwanto mengatakan, pemanfaatan dana JKN oleh Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan tidak maksimal selama pendataan dan verifikasi belum diperbaiki.

Menurut dia, alokasi anggaran dari APBN akan sangat tergantung data. Sebab, jika ada aggaran yang ganda untuk perseta PBI, maka anggarannya akan memebesar. Bahkan ada yang sudah meninggal. Jadi, alokasi anggaran belum efektif.

Berdasarkan data Indonesia Budget Center, iuran pemerintah pada BPJS Kesehatan naik menjadi Rp 25,5 triliun pada 2016. Sebelumnya anggaran yang disetor sebesar Rp 19,3 triliun. Kenaikan itu sejalan dengan peningkatan jumlah PBI tahun ini, sekitar 92, juta jiwa. “Iuran ini termasuk dalam dana kesehatan yang dibiayai APBN, yakni sebesar 5% dari anggaran,” kata Darwanto.

Avatar
Reja Hidayat
Reporter GeoTIMES.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Terlalu Jauh Menjadikan 4 Nakes Penista Agama

Kasus Pemantang Siantar sungguh membuat kita semua kaget. Empat petugas kesehatan (Nakes) digugat oleh seorang suami yang istrinya meninggal karena Covid-19. Empat petugas kesehatan...

Jurnalisme Copy-Paste

Jurnalisme copy-paste adalah pekerjaan mengumpulkan, mencari dan menulis berita dengan menggunakan teknik salin menyalin saja. Seperti ambil berita di media lain atau dapat dari...

Robert Morey dan Orientalisme yang Melapuk

Orientalisme adalah satu diskursus ketimuran, yang bercokol pada kajian-kajian Barat dalam menginterpretasikan khazanah Timur—khususnya Islam. Pada kajian ini Islam dipandangan dalam objektifikasi Barat, namun...

Generasi Muda di Antara Agama dan Budaya

Oleh: Bernadien Pramudita Tantya K, SMA Santa Ursula Jakarta Esai favorit lomba: Mengenal Indonesia, Mengenal Diri Kita Indonesia adalah negara yang kaya akan bahasa, budaya,...

Antara Kecerdasan Buatan, Politik, dan Teknokrasi

Di masa lalu, politik dan teologi memiliki keterkaitan erat. Para pemimpin politik sering mengklaim bahwa politik juga merupakan bentuk lain dari ketaatan kepada Tuhan;...

ARTIKEL TERPOPULER

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Perempuan dalam Isi Kepala Mo Yan

Tubuh perempuan adalah pemanis bagi dunia fiksi. Kadang diperlakukan bermoral, kadang sebaliknya, tanpa moral. Naluri bebas dari perempuan yang manusiawi, memendam dengki dan membunuh...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Kenapa Saya Mengkritik Mas Anies?

Dua hari yang lalu saya mengkritik Gubernur DKI Jakarta Mas Anies Baswedan melalui unggahan akun Instagram. Soalnya Mas Anies melempar kesalahan pada curah hujan dan...

Antara Kecerdasan Buatan, Politik, dan Teknokrasi

Di masa lalu, politik dan teologi memiliki keterkaitan erat. Para pemimpin politik sering mengklaim bahwa politik juga merupakan bentuk lain dari ketaatan kepada Tuhan;...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.