Banner Uhamka
Kamis, September 24, 2020
Banner Uhamka

Presiden Jokowi Nonton We The Fest Bareng Generasi Millenial

10 Instasi Pemerintah Ini Paling Sering Dilaporkan Soal Pungli

Jakarta, 1/8 - Ada sepuluh instansi pemerintah yang paling sering dilaporkan masyarakat karena diduga kerap melakukan pungutan liar, kata Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum,...

Kinerja Buruk, DPR Tak Layak Naikkan Tunjangan

Pengamat kebijakan publik dari Perkumpulan Prakarsa Ah Maftuchan mengatakan, kenaikan tunjangan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) harus diiringi dengan kinerja yang meningkat. Salah satunya indikatornya...

Tak Transparan, PP Pengupahan Memicu Konflik

Lahirnya Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan dinilai tidak transparan. Pasalnya, dalam proses pembentukan PP tersebut, pemerintah tidak membuka ruang dialog dengan...

Golkar Bangun Koalisi dengan PDIP Dukung Dedi Mulyadi di Pilgub Jabar

Purwakarta, 7/8 - Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto menyambut baik hasrat Partai Golkar yang ingin maju bersama pada Pemilihan Umum Kepala Daerah atau...

Presiden Joko Widodo (tengah) diajak berfoto oleh para penonton saat melihat konser We The Fest di JIExpo, Jakarta, Jumat (11/8). ANTARA FOTO/Rosa Panggabean/kye/17.

Jakarta, 11/8 – Usai menghadiri Silaturahmi Nasional (Silatnas) II Pendukung Setia Jokowi 2017, Presiden Joko Widodo menghadiri festival musik elektronik “We The Fest” 2017 di JI-Expo Kemayoran, Jumat.

Ditemani Kepala Kantor Staf Presiden Teten Masduki, Jokowi memasuki hall dengan menggunakan kaos warna abu-abu bertuliskan “We the Fest” saat pemusik Shura sedang memainkan musiknya.

It’s an honour to have Mr President here,” kata Shura dari panggung, tak lama setelah Jokowi memasuki hall.

Jokowi pun melambaikan tangannya ke atas. Ia ditemani pemimpin redaksi majalah musik Rolling Stone Adib Hidayat serta Komisaris PT JIExpo Hartati Murdaya Poo.

Sesekali, Presiden menyempatkan diri untuk berswafoto dan bersalaman dengan para penonton yang sebagian besar merupakan remaja usia 20-an.

Sekitar 10 menit di hall “The stage is Bananas,” Jokowi pindah ke area main stage tanpa lepas dari permintaan swafoto dan bersalaman.
Saat itu, di atas panggung main stage sedang tampil pemusik Charli XCX asal Inggris.

Tak lama setelahnya, Presiden pun menuju ke tenda VIP bersama pemilik Ismaya Grup Bram Hendrata dan Brian Sutanto selaku penyelenggara WTF. Di sana ia mendengarkan tidak kurang dari empat lagu buatan Charlie XCX sambil sesekali melambaikan tangan dan mengangguk-anggukan kepala ke arah panggung.

Ketika ditanya, Presiden Joko Widodo menjelaskan bahwa tujuannya mendatangi festival musik elektronik/pop/dance “We The Fest” adalah demi memahami kondisi generasi milenial dan mempersiapkan kebijakan pemerintah bagi mereka.

“Kita kan harus melihat kelompok-kelompok, kita harus melihat anak-anak muda, generasi milenial, supaya nanti kita bisa mengantisipasi kebijakan kemudian persiapan kebijakan ke depan yang harus kita lakukan. Kalau kita tidak tahu, mana bisa kita menyiapkan dan mengantisipasi sebuah kebijakan,” kata Presiden Jokowi, seusai menghadiri WTF di JI-Expo Kemayoran, Jakarta, Jumat.

“Kedua, apa pun juga, industri kreatif itu menjadi kekuatan kita. Kita mempunyai pasar yang besar, oleh sebab itu harus digarap secara baik. Kalau seperti ini tadi, kita bisa melihat di mana posisi kita. ‘Positioning’ apa yang harus kita ambil,” ujar Presiden lagi.

Jokowi pun berjanji akan memberikan ruang lebih banyak bagi anak-anak muda Indonesia untuk berinovasi dan menciptakan kreativitas yang positif.

“Saya kira kita harus punya peluang-peluan seperti itu. Kalau kita tidak tahu lapangan, tidak tahu pasar, dari mana kita mau buat kebijakan, bener enggak,” ujar Presiden.

(Sumber: Antara)

Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Pandemi Dapat Membunuh Populis, Tidak Populisme

Demokrasi atau otoriter? Masa awal pandemi diwarnai dengan perdebatan mengenai tipe rezim mana yang paling efektif dalam menghadapi wabah Covid-19. Namun memasuki kuartal ketiga...

Potret Seorang Feodal Tua sebagai Seniman Serba Bisa

Pada zaman dahulu kala, ketika revolusi tidak ada lagi, Goenawan Mohamad pernah mengibaratkan dirinya, dengan heroisme penyair muda, sebagai Malin Kundang. Tapi kini, Malin...

Menilik Komunikasi Publik Tokoh Politik

Komunikasi merupakan sarana yang memiliki signifikansi tinggi dalam mengkonstruksikan sebuah interaksi sosial. Hal ini dikarenakan melalui jalinan komunikasi, seseorang akan mengaktualisasikan suatu konsepsi diri...

Seharusnya Marx Menjadi PNS!

Duduk dan berbincang dengan teman-teman di warung kopi, tak lepas dengan sebatang rokok, saya bersama teman-teman lain kerap kali membicarakan dan mengolok-olok pelamar Calon...

Hubungan Hukum Agama dan Hukum Adat di Masa Kolonial

Dalam rangka memahami sistem sosial dan nilai-nilai yang berada di masyarakat, pemerintah Hindia Belanda memutuskan untuk mengangkat seseorang penasihat untuk membantu mereka dalam mengetahui...

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.