Sabtu, Februari 27, 2021

Pramono: Dukungan Parpol kepada Jokowi Wujud Kepuasan terhadap Kinerja Pemerintah

Rudal Baru Korut Diklaim Mampu Hancurkan Kota-Kota di Amerika

Seoul/Tokyo/Washington, 29/7 - Korea Utara kembali melakukan uji coba rudal balistik antarbenua (Intercontinental Ballistic Missile/ICBM) di bawah pengawasan Kim Jong-un pada Jumat (28/7) malam. Ini...

Patrialis Akbar Sebut JPU Memutarbalikkan Fakta

Jakarta, 21/8 - Mantan hakim Konstitusi Patrialis Akbar menyebut Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK memutarbalikkan fakta dalam tuntutannya. "JPU masih mendalilkan bahwa setelah saya terima...

KPK: Penyidikan e-KTP Mungkin Sasar Korporasi

Jakarta, 21/7 - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak menutup kemungkinan akan menyasar korporasi dalam penyidikan tindak pidana korupsi pengadaan paket penerapan kartu tanda penduduk...

Penyertaan Modal ke BUMN Membebani APBN

Pemerintah dinilai tidak perlu menyalurkan Penyertaan Modal Negara kepada Badan Usaha Milik Negara setiap tahunnya. Pasalnya, anggaran PMN yang disalurkan tersebut jumlahnya cukup besar....

Presiden Joko Widodo membaca berkas sebelum memimpin rapat tentang evaluasi Tingkat Komponen Dalam Negeri di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (1/8). ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/aww/17.

Jakarta, 2/8 – Sekretaris Kabinet Pramono Anung menyatakan semakin banyaknya dukungan partai politik kepada Joko Widodo untuk pencalonan presiden pada 2019 menunjukkan bentuk kepuasan terhadap kinerja pemerintah saat ini.

“Tentunya karena Presiden incumbent dan baru satu periode, beberapa parpol kalau kemudian memberikan dukungan kembali ke Presiden, ini kan menunjukkan adanya kepuasan yang tinggi terhadap Presiden,” kata Pramono Anung di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu.

Ia menambahkan, saat ini memang kalau dilihat kepuasan masyarakat kepada kinerja Presiden tergolong cukup tinggi.

Oleh karena itu, kata dia, kalau kemudian ada yang memberikan endorsement, apresiasi, dan dukungan maka itu menjadi kewenangan Presiden sepenuhnya.

Pramono sendiri melihat fenomena pemberian dukungan tersebut disebabkan karena dalam pemilu mendatang Pilpres dan Pileg digelar bersamaan.

“Karena memang pemilu sekarang ini, Pilpres dan Pemilu legislatif kan itu berjalan bersamaan. Sehingga kemudian prosesnya kalau dilihat dari apa yang sudah dipersiapkan oleh KPU dari waktu dan sebagainya, ini memang membuat yang disebut tahun politik itu menjadi lebih maju sedikit dibandingkan dengan yang lalu. Karena ada urusannya di mana pemilu itu berjalan bersamaan,” katanya.

Sebab berjalan bersamaan itulah kata Pramono sehingga sejak jauh-jauh hari kemudian ada parpol yang menyampaikan dukungan kepada calon-calon yang potensial.

Namun, Pramono menekankan hal itu tidak mempengaruhi kinerja kabinet karena para menteri tetap bekerja seperti biasa.

“Ya para menteri di kabinet akan bekerja seperti biasa dan mereka tentunya tidak perlu terpengaruh dengan proses tahun politik yang saat ini sedang berlangsung karena tantangan untuk bisa melakukan perbaikan ekonomi, itu menjadi salah satu hal yang oleh Presiden saat ini betul-betul menjadi perhatian beliau. Sebab beliau ingin pada tahun 2017, 2018, dan 2019, pertumbuhan ekonomi kita lebih berkualitas, lebih baik dan bisa dirasakan oleh masyarakat,” katanya.

Ia juga mengatakan, adanya dukungan-dukungan parpol yang bahkan sebelumnya berseberangan dengan Presiden Jokowi menunjukkan bahwa politik di Indonesia berjalan sangat dinamis.

“Dalam politik kita kan sangat dinamis dan politik kita kan politik yang blockingnya permanen. Hal itu terbukti, misalnya dalam Pilkada. Di setiap daerah bisa berubah-ubah dan sangat dinamis. Ini menunjukan bahwa ada kedewasaan dalam politik kita sebenarnya. Kalau kemudian yang dulu berseberangan lalu bergabung menurut saya hal yang biasa-biasa saja. Bukan hal yang istimewa,” kata Pramono.

(Sumber: Antara)

Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Perempuan dalam Isi Kepala Mo Yan

Tubuh perempuan adalah pemanis bagi dunia fiksi. Kadang diperlakukan bermoral, kadang sebaliknya, tanpa moral. Naluri bebas dari perempuan yang manusiawi, memendam dengki dan membunuh...

Kenapa Saya Mengkritik Mas Anies?

Dua hari yang lalu saya mengkritik Gubernur DKI Jakarta Mas Anies Baswedan melalui unggahan akun Instagram. Soalnya Mas Anies melempar kesalahan pada curah hujan dan...

Berpegangan Tangan dengan Leluhur

Oleh: Arlita Dea Indrianty, SMAN 36 Jakarta Esai favorit lomba: Mengenal Indonesia, Mengenal Diri Kita Bicara tentang Indonesia tidak akan membawa seseorang pada titik...

Penguatan Kultur Demokrasi di Indonesia

Sebagian persoalan dalam praktik demokrasi di Indonesia muncul dari kalangan elite yang membajak sistem. Masyarakat sebagai pemilik sah kedaulatan tertinggi dalam demokrasi hanya dijadikan...

Buntara Kalis

Oleh: Queen Vega Latiefah, SMAN 76 Jakarta Esai favorit lomba: Mengenal Indonesia, Mengenal Diri Kita Seperti cahaya rembulan di malam hari, seperti itu bayangan orang orang...

ARTIKEL TERPOPULER

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Kenapa Saya Mengkritik Mas Anies?

Dua hari yang lalu saya mengkritik Gubernur DKI Jakarta Mas Anies Baswedan melalui unggahan akun Instagram. Soalnya Mas Anies melempar kesalahan pada curah hujan dan...

Penguatan Kultur Demokrasi di Indonesia

Sebagian persoalan dalam praktik demokrasi di Indonesia muncul dari kalangan elite yang membajak sistem. Masyarakat sebagai pemilik sah kedaulatan tertinggi dalam demokrasi hanya dijadikan...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.