Senin, Januari 18, 2021

Pilkada Serentak Momentum Perempuan Turut Berdemokrasi

Maraknya Penggusuran, Ahok Dinilai Arogan

Maraknya penggusuran tempat pemukiman warga oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta selama kurang dari setahun ini menunjukkan kepemimpinan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok memang...

Dukungan Nasdem Dinilai Tak Pengaruhi Independensi Ahok

Pengamat politik Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes menilai dukungan Partai Nasional Demokrat (Nasdem) terhadap Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam...

Jokowi Ajak Keluarga ke Jerman dan Turki Dibiayai Negara?

Presiden Jokowi diketahui mengajak keluarga besarnya ikut dalam kunjungannya ke Turki dan Jerman pekan ini. Tidak hanya sang istri, Iriana, Jokowi juga membawa Gibran...

Negara Diminta Berikan Pengakuan Politik pada Perempuan Nelayan

Inisiatif Dewan Perwakilan Rakyat merumuskan Rancangan Undang-undang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudidaya Ikan dan Petambak Garam ke dalam Program Legislasi Nasional 2016 disambut baik...
Avatar
Tito Dirhantoro
Reporter GeoTIMES.

Calon Walikota Surabaya Tri Rismaharini (kanan) dan pasangannya calon Wakil Walikota Surabaya Wisnu Sakti Buana (kiri) membaca buku yang dibagikan KPK ketika mengikuti pembekalan dan deklarasi calon kepala daerah dan penyelenggara Pilkada Jatim di Unesa, Surabaya, Jawa TImur, Kamis (12/11). ANTARA FOTO/Zabur Karuru/aww/15.
Calon Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (kanan) dan pasangannya calon Wakil Wali Kota Surabaya Wisnu Sakti Buana (kiri) membaca buku yang dibagikan KPK ketika mengikuti pembekalan dan deklarasi calon kepala daerah dan penyelenggara Pilkada Jatim di Unesa, Surabaya, Jawa TImur, Kamis (12/11). ANTARA FOTO/Zabur Karuru/aww/15.

Penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah serentak pada 9 Desember 2015 mendatang dinilai dapat dijadikan momentum bagi kaum perempuan untuk terlibat dalam proses demokrasi di Indonesia. Peningkatan peran perempuan, baik secara kualitas maupun kuantitas, amat diperlukan dalam pengambilan keputusan terkait kebijakan publik.

Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini mengatakan, berkaca pada hasil pemilu legislatif, peran perempuan sangat jauh di bawah peran laki-laki dalam percaturan demokrasi. Pada Pemilu 1999, hanya 45 orang perempuan saja yang duduk di kursi parlemen. Kemudian Pemilu 2004 hanya 61 orang, Pemilu 2009 101 orang atau 18,03%, dan pada Pemilu 2014 justru terjadi penurunan menjadi 97 orang atau 17.00%.

“Karena itu, penyelenggaran pilkada serentak seharusnya dijadikan momentum sekaligus titik balik peningkatan kuantitas dan kualitas perempuan dalam penyelenggaran pemerintahan lokal di Indonesia,” kata Titi ketika ditemui di Jakarta.

Menurutnya, masih sedikitnya peran perempuan dalam proses demokrasi ini menunjukkan Indonesia belum menjadi bangsa yang maju. Sebab, Indonesia belum mampu melaksanakan target critical mass dengan minimal 30% keterlibatan perempuan dalam pengambilan keputusan.

“Artinya, jumlah representasi perempuan di kursi legislatif masih belum mampu mempengaruhi formulasi kebijakan publik, baik dari sisi proses maupun substansinya,” ujarnya.

Bahkan, lanjut dia, hal demikian tidak hanya terjadi di tingkat legislatif, tapi juga di eksekutif. Jumlah keterwakilan perempuan yang duduk di pemerintahan, di tingkat pusat maupun daerah, masih jauh dari harapan. Kompetensi perempuan sering menjadi perdebatan ketika ingin mencalonkan diri menjadi kepala daerah. Selain itu, kepala daerah perempuan yang terjerat kasus korupsi mengakibatkan representasi perempuan memiliki catatan buruk dalam kiprahnya berpolitik.

“Hal ini membuat kepala daerah atau wakil kepala daerah dari kaum perempuan jumlahnya masih sangat sedikit. Karena itu, pilkada serentak 2015 harus menjadi momentum meningkatkan peran perempuan di sektor eksekutif.”

Berdasarkan data Komisi Pemilihan Umum, dari total 1.652 orang yang terdaftar, terdapat 122 orang perempuan yang mencalonkan diri menjadi kepala daerah di pilkada serentak 2015. Jumlah itu terdiri atas 56 orang perempuan terdaftar sebagai calon kepala daerah dan 66 orang perempuan terdaftar sebagai calon wakil kepala daerah.

Avatar
Tito Dirhantoro
Reporter GeoTIMES.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

China-Indonesia, Lahir dari Rahim Bulutangkis

Olahraga bukan sekedar cara untuk menjaga kesehatan, juga bukan sebagai hobi yang dinikmati dan sebuah kewajiban rutinitas untuk mencegah berbagai penyakit. Lebih dari itu,...

Penguatan Kebijakan Pelaksanaan Akreditasi RS di Masa Covid-19

Kasus Pandemik Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) kian meningkat dan telah memengaruhi berbagai aspek kesehatan termasuk memengaruhi upaya dalam meningkatkan kualitas layanan fasilitas kesehatan....

Memaknai Syair Lagu Jika Surga dan Neraka Tak Pernah Ada

Lagu yang diciptakan oleh musisi terkenal di Indonesia yaitu Ahmad Dhani, melahirkan Sebuah mahakarya lagu yang begitu indah dan memiliki makna yang dalam. Lagu...

Soe Hok Gie, Perihal PKI dan Humanity

Soe Hok Gie sendiri adalah salah satu tokoh kunci dalam gerakan anak muda yang kemudian berujung dengan kejatuhan Orde Lama. Ia memainkan peran yang...

Ihwal Teori Keadilan John Rawls

Keadilan merupakan salah satu diskursus dalam filsafat yang paling banyak dibahas, bahkan menjadi topik utama dalam dunia global saat ini. Para filsuf sejak zaman...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Mengapa Banyak Abdi Negara Muda Pamer di Media Sosial?

Apakah kamu pengguna Twitter yang aktif? Jika iya, pasti kamu pernah melihat akun @txtdrberseragam berseliweran di timeline kamu. Sebagaimana tercantum di bio akun ini,...

Narkoba Menghantui Generasi Muda

Narkoba telah merajalela di Indonesia .Hampir semua kalangan masyarakat positif menggunakan Narkoba. Bahkan lebih parahnya lagi adalah narkoba juga telah merasuki para penegak hukum...

Ihwal Teori Keadilan John Rawls

Keadilan merupakan salah satu diskursus dalam filsafat yang paling banyak dibahas, bahkan menjadi topik utama dalam dunia global saat ini. Para filsuf sejak zaman...

Soe Hok Gie, Perihal PKI dan Humanity

Soe Hok Gie sendiri adalah salah satu tokoh kunci dalam gerakan anak muda yang kemudian berujung dengan kejatuhan Orde Lama. Ia memainkan peran yang...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.