Minggu, Januari 17, 2021

Perlindungan HAM bagi ABK Adalah Langkah Maju

Gerai Usaha Melati dan Jaringan Pengusaha Muda Muhammadiyah untuk Jokowi

Jakarta - Ketua Dewan Pembina Jaringan Pengusaha Muda Muhamamdiyah, Mukhaer Pakkanna disela acara Deklarasi 10.000 pengusaha untuk Jokowi-Amin hari ini (21/3) di Istoran Senaya,...

Hari Aksara Internasional 2018 dan Rekomendasi Literasi untuk Mendikbud

Puncak peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) ke-53 dan Festival Literasi Indonesia 2018 berlangsung di Deli Serdang, Sumatera Utara, 6-9 September 2018. Kementerian Pendidikan dan...

Penegak Hukum Harus Bertanggung Jawab atas Korban Salah Tangkap

Lembaga Bantuan Hukum Mawar Saron mendukung rencana pemerintah untuk menaikkan nilai ganti rugi sebesar 200 kali lipat terhadap korban salah tangkap atau peradilan sesat....

Pendidikan Multikultural untuk Menangkal Radikalisme

Guru bangsa yang juga pendiri MAARIF Institute Prof Dr Ahmad Syafii Maarif mengatakan bahwa virus intoleransi yang tumbuh di tengah-tengah masyarakat bisa merusak kebinekaan....
Avatar
Reja Hidayat
Reporter GeoTIMES.

Sejumlah nelayan mengangkut ikan dari kapal ke TPI Pengambengan, Bali, Kamis (19/11). Ikan merupakan salah satu komoditi utama di kawasan tersebut, saat ini ikan terbanyak adalah ikan Lemuru dengan harga jual Rp4.000 per kg dan ikan Layang yang berharga Rp7.000 per kg. ANTARA FOTO/Regina Safri
Sejumlah nelayan mengangkut ikan dari kapal ke TPI Pengambengan, Bali, Kamis (19/11). Ikan merupakan salah satu komoditas utama di kawasan tersebut. ANTARA FOTO/Regina Safri

Serikat Nelayan Indonesia mengapresiasi langkah Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang tengah merancang peraturan perlindungan hak asasi manusia (HAM) dalam bisnis perikanan. Pasalnya, regulasi ini akan meminimalisasi terjadinya pelanggaran kerja bagi anak buah kapal (ABK).

“Kebijakan ini satu langkah maju. Sebab, selama ini sistem kerja nelayan Indonesia masih patriarki, bukan hubungan ketenagakerjaan. Mereka bekerja atas dasar kekerabatan atau bagi hasil,” kata Sekretaris Jenderal Serikat Nelayan Indonesia Budi Laksana ketika dihubungi di Jakarta, Senin (30/11).

Budi menyontohkan seorang ABK memiliki hubungan kerja dengan nakhoda kapal atau ABK punya hubungan kerja dengan pemilik kapal. Selama ini mereka bekerja tidak memiliki perlindungan seperti asuransi kecelakaan kerja, asuransi kematian, dan asuransi kesehatan.

Menurut Budi, perlu kejelasan status ABK dalam dalam bisnis perikanan di Indonesia. Sebab, selama ini tidak ada aturan tegas terkait hak-hak ABK. “Baik itu juragan kapal kecil dan juragan kapal besar, ABK tidak punya perjanjian kerja sama pengusaha atau pemilik kapal,” kata Budi. “Dengan adanya aturan dari Menteri Susi tentu akan mengurangi pelanggaran HAM dalam bisnis perikanan.”

Dia menambahkan bahwa kebijakan Menteri Susi sudah lama diwacanakan, tetapi baru akan dilaksanakan saat ini. Tak hanya itu, kata Budi, Menteri Susi juga pernah menyatakan komisi bagi hasil tangkapan di luar gaji tetap seorang ABK. Namun, itu belum terealisasi.

Sebelumnya, Menteri Susi mengatakan rancangan peraturan perlindungan HAM dalam bisnis perikanan tersebut akan memperkuat komitmen Indonesia memerangi pencurian ikan nasional dan internasional. Pihaknya juga mengajak semua orang di dunia untuk menghormati dan melindungi hak asasi nelayan.

Susi menambahkan, regulasi tersebut akan diluncurkan pada 10 Desember 2015 bersamaan dengan Hari Hak Asasi Manusia Internasional. Dengan adanya aturan itu, Susi berharap peraturan HAM terkait nelayan bisa menjadi contoh bagi negara-negara lain.

Pihaknya juga akan bekerjasama dengan negara-negara Afrika Selatan, Spanyaol, dan Selandia Baru untuk mengembangkan aturan tersebut. Pasalnya, negara-negara itu memiliki banyak nelayan yang menjadi korban perdagangan. “Semoga aturan ini memberikan dampak poistif bagi nelayan Indonesia. Nelayan punya hak yang sama untuk mendapatkan perlindungan dari negara,” ujar Susi.

Avatar
Reja Hidayat
Reporter GeoTIMES.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Soe Hok Gie, Perihal PKI dan Humanity

Soe Hok Gie sendiri adalah salah satu tokoh kunci dalam gerakan anak muda yang kemudian berujung dengan kejatuhan Orde Lama. Ia memainkan peran yang...

Ihwal Teori Keadilan John Rawls

Keadilan merupakan salah satu diskursus dalam filsafat yang paling banyak dibahas, bahkan menjadi topik utama dalam dunia global saat ini. Para filsuf sejak zaman...

Fisika dan Kemajuan Teknologi Bidang Transportasi

Era globalisasi telah mengubah kehidupan manusia di muka bumi ini akibat dari Revolusi Industri 4.0 yang ditandai dengan penemuan internet pada akhir–akhir Revolusi Industri...

Menilik Proses Pembentukan Hukum Adat

Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dikaruniai Tuhan Yang Maha Kuasa kekayaan yang begitu melimpah di segala bidang. Segala jenis tumbuhan maupun binatang...

Milenial Menjawab Tantangan Wajah Baru Jatim

Tahun berganti arah berubah harapan baru muncul. Awal tahun masehi ke-2021 terlihat penuh tantangan berkelanjutan bagi Jawa Timur setelah setahun penuh berhadapan dengan Covid-19...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Bagaimana Menjadi Muslim Moderat

Pada tahun 2017 saya pernah mengikuti Halaqah Ulama ASEAN yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama. Kampanye yang digaungkan Kemenag masih seputar moderasi beragama. Dalam sebuah diskusi...

Narkoba Menghantui Generasi Muda

Narkoba telah merajalela di Indonesia .Hampir semua kalangan masyarakat positif menggunakan Narkoba. Bahkan lebih parahnya lagi adalah narkoba juga telah merasuki para penegak hukum...

Mengapa Banyak Abdi Negara Muda Pamer di Media Sosial?

Apakah kamu pengguna Twitter yang aktif? Jika iya, pasti kamu pernah melihat akun @txtdrberseragam berseliweran di timeline kamu. Sebagaimana tercantum di bio akun ini,...

“HUTRI72 – Makna ‘Dari Sabang sampai Merauke’: Pesan untuk Pemimpin dan Generasi Muda”

“HUTRI72 – Makna ‘Dari Sabang sampai Merauke’: Pesan untuk Pemimpin dan Generasi Muda” Oleh Ali Romdhoni   “…’Dari Sabang sampai Merauke’, empat perkataan ini bukanlah sekedar satu...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.