Senin, Januari 25, 2021

Penyidik Polri Mulai Periksa Novel Baswedan di Singapura

Pemerintah Harus Seleksi Utang Luar Negeri untuk Pertahanan

Dewan Perwakilan Rakyat mengusulkan utang luar negeri kepada pemerintah untuk memenuhi anggaran pertahanan 1,5% dari produk domestik bruto (PDB) pada Minimum Essential Force (MEF)...

Pemerintah Targetkan Bangun Empat Juta Rumah Murah

Yogyakarta, 12/8 - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono menargetkan membangun sebanyak 4 juta rumah murah hingga 2019 yang diperuntukkan bagi masyarakat...

Presiden Jokowi Tekankan Pentingnya Diferensiasi Kota

Malang, 20/7 - Presiden Joko Widodo mengatakan setiap kota di Tanah Air harus memiliki perbedaan yang menjadi ciri khas dan kekuatannya. "Deferensiasi kota, ini juga...

Kenaikan Anggaran Dinas DPRD Bebani Anggaran DKI

Sekretaris Jenderal Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), Yenny Sucipto, mengatakan kenaikan anggaran perjalanan dinas yang diminta Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi DKI...

Ilustrasi peristiwa penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc/17.

Jakarta, 14/8 – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mulai memeriksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan di Singapura.

“Informasi yang saya dapatkan dari tim di Singapura pemeriksaan sudah mulai dilakukan pagi ini,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Senin.

Menurut Febri, tentu saja Novel akan menjelaskan apa yang dirinya ketahui terkait peristiwa penyerangan dengan menggunakan air keras pada 11 April 2017 lalu itu.

“Jadi, tidak bisa ditanya, misalnya, siapa penyerang yang dilihat pada 11 April itu karena Novel memang tidak melihat. Tentu kami berharap nanti ada titik terang setelah proses pemeriksaan ini, meskipun sebenarnya pemeriksaan korban buksan syarat mutlak ditemukan pelaku atau tidak,” tuturnya.

Prinsip dasarnya, kata Febri, KPK semaksimal mungkin berkoordinasi dengan Polri untuk pelaksanaan pemeriksaan pada Senin (14/8) ini.

“Pemeriksaan sudah mulai, nanti kami tunggu informasi lebih lanjut apa saja yang terjadi di Singapura,” ucap Febri.

Lebih lanjut, Febri menyatakan pemeriksaan terhadap Novel oleh Polri rencananya dilakukan hanya hari ini saja.

“Informasi yang diterima baru sebatas rencana hari ini. Karena besok dan Rabu ada prakondisi atau persiapan pelaksanaan operasi mata kiri Novel. Jadi, ada beberapa hal yang harus disiapakan oleh pihak dokter di sana,” ujarnya, menjelaskan.

Untuk pemeriksaan oleh Polri dan rencana operasi mata kiri Novel pada Kamis (17/8), kata Febri, Novel juga didampingi oleh tim KPK, yaitu dari Biro Hukum dan pimpinan KPK.

“Ada tim yang ditugaskan dari Biro Hukum juga pimpinan yang menemani Novel sekaligus mengecek rencana operasi,” ucapnya.

Pemeriksaan terhadap Novel sendiri dilakukan di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Singapura.

Sebelumnya, KPK menginformasikan bahwa dokter yang menangani Novel Baswedan di Singapura memastikan melakukan operasi besar terhadap mata kiri Novel pada Kamis (17/8).

“Informasi yang telah kami terima setelah dilakukan pengecekan oleh pihak dokter, maka direncanakan operasi besar terhadap mata kiri dilakukan pada Kamis 17 Agustus 2017,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta, Jumat (11/8).

Febri menjelaskan operasi terhadap Novel itu direncanakan akan dilakukan dalam dua tahap.

Tahap pertama akan dilakukan penanaman jaringan gusi dan pipi di mata kiri dan hasilnya harus menunggu perkembangan selama dua bulan setelah operasi.

“Kemudian melepas dan melihat perkembangan untuk penglihatan dalam waktu dua minggu setelah itu. Jadi perawatan pascaoperasi akan butuh waktu yang cukup panjang,” papar Febri.

Sebelum operasi itu, kata Febri, Novel diharuskan istirahat dan melakukan sejumlah persiapan.

“Tentu saja karena ada bagian gusi yang diambil, maka akan ada beberapa hambatan-hambatan yang terjadi ketika selesai operasi,” tuturnya.

Oleh karena itu, kata dia, jika dikaitkan dengan kebutuhan pemeriksaan oleh Polri kepada Novel di Singapura, maka waktu yang tepat adalah sebelum operasi dan jadwal istirahat yang disampaikan oleh dokter.

“Seminggu pertama setelah operasi, mata akan ditutup menggunakan plastik dan harus menghindari lingkungan berdebu atau keramaian dan selama sekitar satu bulan tidak boleh terkena air,” ucap Febri.

(Sumber: Antara)

Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Warna, Nada, dan Keberagaman Bangsa

Rifa Rosydiana Ratal SMAN 24 Jakarta Pemenang Lomba Menulis Esai “Mengenal Indonesia, Mengenal Diri Kita”. Sahabat Khatulistiwa. Desember 2020 Berbagai kontras yang dimiliki warna dan berbagai...

Kebiri Kimia Amputasi HAM

Pada 7 Desember 2020 lalu, Presiden Jokowi menandatangani Peraturan Pemerintah No. 70 Tahun 2020 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tindakan Kebiri Kimia, Pemasangan Alat Pendeteksi...

Sastra dan Jalan Lain Filsafat

Persinggungan eksistensial manusia dengan beragam realitas peradaban tidak mengherankan melahirkan berbagai pertanyaan fundamental – filosofis. Mempertanyakan, membandingkan, dan memperdebatkan beragam produk peradaban, salah satunya...

Ujian Konsistensi Penanganan Konsistensi Sengketa Hasil Pilkada

Jelang sengketa hasil pemilihan kepala daerah di Mahkamah Konstitusi kerap timbul bahasan atau persoalan klasik yang selalu terjadi. Sebagai lembaga peradilan penyelesai sengketa politik,...

Larry King, Wawancara dengan Sejarah

Oriana Fallaci beruntung. Ia seakan mendapat wangsit mendadak untuk menjuduli bukunya dengan cemerlang, "Intervista con la storia", himpunan interviunya dengan para pemimpin dunia yang...

ARTIKEL TERPOPULER

Revolusi Azyumardi Azra

Ketika masih sekolah di Pendidikan Guru Agama (PGA), setingkat SMA, di Pariaman, Sumatera Barat, Azyumardi Azra mengirim puisi berbahasa Inggris ke Harian The Indonesian...

Larry King, Wawancara dengan Sejarah

Oriana Fallaci beruntung. Ia seakan mendapat wangsit mendadak untuk menjuduli bukunya dengan cemerlang, "Intervista con la storia", himpunan interviunya dengan para pemimpin dunia yang...

Pandji yang Sedikit Tahu, tapi Sudah Sok Tahu

Siniar (podcast) komedian Pandji Pragiwaksono kian menegaskan bahwa budaya kita adalah sedikit tahu, tapi sudah merasa sok tahu. Sedikit saja tahu tentang gambaran FPI...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Towards Success: Re-evaluating Indonesia Ecological Development

Indonesia has long been an active participant of the environmental policy formation and promotion. Ever since 1970, as Dr Emil Salim appointed as the...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.