Rabu, Januari 20, 2021

Pembangunan Gedung DPD Dinilai Mendesak

Golkar Susul PKB Usung Gus Ipul di Pilkada Jatim

Surabaya, 19/8 - Sejumlah pengurus Dewan Pimpinan Daerah I Partai Golkar Jawa Timur menegaskan partainya akan menyusul PKB mengusung Saifullah Yusuf (Gus Ipul) sebagai...

Kenaikan Gaji Pegawai KKP Tak Tepat

Kementerian Kelautan dan Perikanan mengalokasikan dana untuk kenaikan gaji pegawainya sebesar 100% dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2016. Kenaikan gaji dinilai tidak...

Ryan Thamrin, Pembawa Acara dr. Oz, Meninggal Dunia

Jakarta, 4/8 - Ryan Thamrin, dokter yang dikenal sebagai pembawa acara kesehatan Dr. Oz di salah satu stasiun televisi, tutup usia pagi ini. Ia...

Menristek Natsir Jelaskan Tujuan Klasterisasi Perguruan Tinggi

Jakarta, 22/8 - Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan klasterisasi atau pengelompokkan perguruan tinggi bertujuan untuk meningkatkan mutu perguruan tinggi. "Klasterisasi...

Ketua DPD Oesman Sapta Odang (kiri) berjabat tangan dengan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Amin (kanan). ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/kye/17

Jakarta, 15/8 – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Oesman Sapta Odang menilai pembangunan gedung DPD sangat mendesak untuk menunjang kinerja lembaga tersebut dalam menyalurkan aspirasi masyarakat daerah sehingga tidak menumpang seperti saat ini.

“Kami serahkan kepada pemerintah, namun DPD memerlukan tempat untuk menunjang kinerja,” kata Oesman Sapta Odang (Oso) usai meninjau persiapan Sidang Bersama MPR, DPR, dan DPD di Gedung Nusantara, Jakarta, Selasa.

Dia mengatakan kebutuhan gedung tersebut sudah diakui oleh DPR dengan pernyataan beberapa anggota DPR yang mengusulkan agar Gedung Nusantara I diberikan untuk DPD.

Hal itu, menurut dia, menegaskan bahwa DPD memerlukan alat dan kelengkapan kerja untuk menunjang kinerja DPD kedepan.

“DPR sudah mengatakan bahwa gedungnya pun rela dikasih ke DPD, ini secara politis DPR mengakui bahwa DPD memerlukan alat kerja dan kelengkapan kerja,” ujarnya.

Oleh karenanya, dia tetap berpandangan bahwa pembangunan gedung DPD merupakan kebutuhan institusinya dan kalau bisa tidak menggunakan gedung bekas DPR.

Sebelumnya, dia mengatakan institusinya mengajukan pembangunan gedung baru di sekitar kompleks parlemen dengan anggaran yang diajukan tidak lebih dari Rp1 triliun dan cetak biru gedung pun sudah disiapkan.

“Anggarannya paling tidak sampai Rp1 triliun, namun itu sudah memenuhi semua kepentingan yang dibutuhkan DPD,” kata Oesman Sapta Odang di Gedung Nusantara, Jakarta, Senin.

Dia mengatakan rencana pembangunan gedung itu sebenarnya sudah lama namun di era kepemimpinannya hanya meneruskan dan merealisasikannya karena menjadi kebutuhan DPD.

Dia sudah akan mengajukan anggaran tersebut dalam APBN 2018 dan diharapkan pemerintah dan DPR menyetujui rencana tersebut agar marwah institusi DPD tetap ada.

“Tidak pantas lembaga tinggi negara tidak memiliki gedung sendiri. Selama ini kami menumpang, kan itu tidak bagus,” ujarnya.

Senator asal Kalimantan Barat itu menilai lebih baik apabila ruangan anggota DPD representatif dalam mengerjakan tugas aspirasi daerah secara maksimal.

Dia mengatakan DPD sudah menyiapkan cetak biru gedung tersebut yaitu sekitar 20 lantai dan tinggal menunggu persetujuan Sekretariat Negara terkait lokasi pembangunannya.

(Sumber: Antara)

Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Revolusi Mental Saat Pandemi

Vaksin Sinovac memang belum banyak terbukti secara klinis efektifitas dan efek sampingnya. Tercatat baru dua negara yang telah melakukan uji klinis vaksin ini, yakni...

Bencana Alam: Paradigma Ekologi dan Aktivisme

Ekologi sebagai kajian ilmiah tentang hubungan antara makhluk hidup dengan makhluk tidak hidup telah memberikan perspektif baru tentang sistem keterkaitan. Namun, sebagian besar pemerhati...

Tanpa Fatwa Halal, Pak Jokowi Tetap Harus Menjalankan Vaksinasi

Akhirnya MUI mengatakan jika vaksin Sinovac suci dan tayyib pada tanggal 8 Januari 2021. Pak Jokowi sendiri sudah divaksin sejak Rabu, 13 Januari 2021,...

Dilema Vaksinasi dalam Menghadapi Masa Transisi

Pandemi covid-19 telah membawa perubahan kebiasaan yang fundamental dalam kehidupan bermasyarakat. Selama masa pandemi, kebiasaan-kebiasaan di luar normal dilakukan dalam berbagai sektor, mulai dari...

Wacana sebagai Represifitas Tersembunyi

Dewasa ini, lumrah dipahami bahwa represifitas diartikan sebagai tindakan kekerasan yang berorientasi pada tindakan fisik. Represifitas juga acap kali dikaitkan sebagai konflik antara aparatus...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Mengapa Banyak Abdi Negara Muda Pamer di Media Sosial?

Apakah kamu pengguna Twitter yang aktif? Jika iya, pasti kamu pernah melihat akun @txtdrberseragam berseliweran di timeline kamu. Sebagaimana tercantum di bio akun ini,...

Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Pendidikan di Indonesia

Sudah 8 bulan lalu kasus virus Covid-19 menyerang dunia. Begitu cepatnya perubahan wabah Covid-19 dari Endemi hingga memenuhi syarat menjadi Pandemi, wabah yang mendunia....

penerapan etika bisnis dalam CSR dan lingkungan hidup

Di dalam perkembangan zaman yang semakin maju dan kompetitif menuntut para pembisnis untuk meningkatkatkan daya saingnya. Namun kebanyakan dari mereka masih belum mengerti bagaimana...

Bencana Alam: Paradigma Ekologi dan Aktivisme

Ekologi sebagai kajian ilmiah tentang hubungan antara makhluk hidup dengan makhluk tidak hidup telah memberikan perspektif baru tentang sistem keterkaitan. Namun, sebagian besar pemerhati...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.