Rabu, Oktober 21, 2020

Pembangunan Gedung di Jakarta Tak Berwawasan Lingkungan

Polisi Geledah Lima Rumah dalam Kasus First Travel

Jakarta, 20/8 - Sebanyak lima rumah dan satu butik digeledah polisi terkait penyidikan kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana pembayaran puluhan ribu calon peserta...

PDIP – Golkar Mantapkan Koalisi di Pilgub Jawa Barat

Purwakarta, 9/8 - Partai Golkar dan PDIP memantapkan koalisi menjelang Pemilihan Umum Kepala Daerah atau Pemilihan Gubernur Jabar 2018 dengan melakukan pertemuan di Kantor...

Cara Menteri Susi Cegah Penyelewengan Dana Bantuan Pemerintah

Jakarta, 17/7 - Kementerian Kelautan dan Perikanan meluncurkan petunjuk teknis secara daring terkait bantuan pemerintah di sektor kelautan dan perikanan untuk meningkatkan transparansi dan...

Pemanggilan Ridwan Kamil Upaya Kriminalisasi

Pemanggilan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Barat terkait dugaan kasus penyelewengan dana hibah dinilai bermuatan politis. Pasalnya, kasus ini mencuat...
Avatar
Reja Hidayat
Reporter GeoTIMES.

Pembangunan gedung bertingkat di Jakarta Utara. Antara
Pembangunan gedung bertingkat di Jakarta Utara. ANTARA

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia menilai dokumen analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) dari Badan Pengelola Linkungan Hidup Daerah (BPLHD) DKI Jakarta hanya sekadar formalitas. Itu terbukti dengan sejumlah gedung di Jakarta yang tidak punya perspektif lingkungan.

Dedi Rahmanta dari Divisi Kajian dan Amdal Walhi Jakarta mengatakan, para pengembang lalai menjalani prosedur perizinan pembangunan, baik disengaja ataupun tidak sengaja. Misalnya, pembangunan museum, pembangunan kawasan Podomoro City, dan apartemen Citra Lake Suite.

“Dari semua sidang Amdal yang kita ikuti, ada beberapa pengembang baru membuat dokumen setelah proyek sedang berjalan. Seharusnya dokumen Amdal sudah ada sebelum proyek dijalankan,” kata Dedi di Jakarta Kamis, (19/11).

Dia menjelaskan, apabila proyek telah berjalan, maka dokumen yang dibuat harus meminta fatwa BPLHD dulu, apakah tetap Amdal atau dokumen khusus. Pihaknya juga menyarankan kepada para pengembang untuk menanam pohon saat proyek berlangsung. Tindakan itu untuk penyerapan karbondioksida, pereda kebisingan, penghasil oksigen, dan mengurangi debu dan pelestarian air.

Tak hanya itu, Walhi juga meminta pengembang untuk membuat lubang biopori, kolam resapan, dan sumur resapan didahulukan agar pembangunan tidak memicu banjir. Bahkan pembuang limbah cair ke badan air secara langsung mengakibatkan buruknya kualitas air.

Dedi juga menyoroti addendum analisis dampak lingkungan (andal), rencana pengelolaan lingkungan (RKL), dan rencana pemantauan lingkungan (RPL) di kawasan Podomoro City. Menurutnya, pengembangan kawasan dan pembangunan kampus Podomoro dilakukan di sisa lahan yang ada. Dengan demikian, komitmen pihak Podomoro City untuk membuat ruang terbuka hijau (RTH) sesuai rencana tata letak bangunan (RTLB) sebesar 30% tidak ada realisasinya.

“Jadi, tim penilai, termasuk Walhi, meminta komitmen Podomoro City sebelum addendum yang diajukan disahkan,” ujar Dedi. Kemudian, pihaknya menilai pembuatan dokumen Podomoro City sangat abstrak, di mana tidak ada data-data yang muncul. Dan umumnya hanya pendapat subjektif konsultan.

Dari sisi kualitas udara, lanjut Dedi, tingkat prevalensi penyakit infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) di sekitar tapak proyek juga sudah tinggi. Penurunan kualitas udara merupakan dampak penting yang harus dikelola oleh pengembang. Andal pengembangan perkantoran TCC Batavia Tower adalah kegiatan pembangunan gedung perkantoran di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.

Menurut data Dinas Kesehatan Jakarta, masyarakat di sekitar proyek terkena berbagai penyakit, namun yang paling dominan adalah penyakit ISPA. Karena itu, Walhi berharap ada pengendalian debu dan kualitas udara agar lebih ditingkatkan dengan penanaman pohon.

Avatar
Reja Hidayat
Reporter GeoTIMES.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Mengapa Banyak Abdi Negara Muda Pamer di Media Sosial?

Apakah kamu pengguna Twitter yang aktif? Jika iya, pasti kamu pernah melihat akun @txtdrberseragam berseliweran di timeline kamu. Sebagaimana tercantum di bio akun ini,...

Flu Indonesia

“Indonesia sedang sakit, tapi cuma flu biasa....” Di pojok gemerlapnya kota metropolitan, jauh dari bising suara knalpot kendaraan, dan bingar-bingar musik dugem, tentu ada masyarakat...

K-Pop dalam Bingkai Industri Budaya

Budaya musik Korea atau yang biasa kita sebut K-Pop selalu punya sisi menarik di setiap pembahasannya. Banyak stigma beredar di masyarakat kita yang menyebut...

Hitam Putih Gemerlap Media Sosial

“Komunikasi adalah inti dari masyarakat kita. Itulah yang menjadikan kita manusia.” Setidaknya begitulah yang dikatakan Jan Koum, pendiri aplikasi Whatsapp yang kini telah mencapai...

Mahasiswa Dibutakan Doktrin Aktivisme Semu?

Aktivisme di satu sisi merupakan “alat” yang bisa digunakan oleh sekelompok orang untuk melakukan reformasi atau perbaikan ke arah baru dan mengganti gagasan lama...

ARTIKEL TERPOPULER

Tanggapan Orang Biasa terhadap Demo Mahasiswa dan Rakyat 2019

Sudah dua hari televisi dihiasi headline berita demonstrasi mahasiswa, hal yang seolah mengulang berita di TV-TV pada tahun 1998. Saya teringat kala itu hanya...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Cara Mahasiswa Menghadapi Revolusi Industri 4.0

Teknologi selalu mengalami perubahan-perubahan seakan tidak pernah ada ujungnya. Seperti halnya saat ini teknologi sudah sangat berkembang dengan pesat terutama dalam bidang teknologi informasi...

Hitam Putih Gemerlap Media Sosial

“Komunikasi adalah inti dari masyarakat kita. Itulah yang menjadikan kita manusia.” Setidaknya begitulah yang dikatakan Jan Koum, pendiri aplikasi Whatsapp yang kini telah mencapai...

Jangan Bully Ustazah Nani Handayani

Ya, jangan lagi mem-bully Ustazah Nani Handayani “hanya” karena dia salah menulis ayat Al-Qur’an dan tak fasih membacakannya (dalam pengajian “Syiar Kemuliaan” di MetroTV...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.