Jumat, Januari 15, 2021

Para Mantan Presiden Dijamu Kuliner Tradisional Usai Upacara

BUMN Tak Punya Sistem Transparansi dan Akuntabilitas

Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) menyatakan 141 badan usaha milik negara memiliki laba yang tertahan sebesar Rp 656 triliun hingga 31 November 2014....

Belajar dari Desa Krandegan Atasi Persoalan Buruh Migran

Pemerintah hingga kini masih melakukan moratorium  terkait pengiriman tenaga kerja Indonesia ke sejumlah negara di luar negeri. Sebab, banyaknya kekerasan kerap dialami mereka yang...

Menteri Susi Minta Perpres Perikanan Tangkap Tak Diubah

Jakarta, 14/8 - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menginginkan Peraturan Presiden No 44 Tahun 2016 terkait dengan sektor perikanan tangkap nasional jangan sampai...

Menkeu Sri Mulyani Pastikan Harga BBM dan Listrik Tak Naik di 2018

Jakarta, 21/8 - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan pagu subsidi energi sebesar Rp103,4 triliun dalam RAPBN 2018 diproyeksikan tidak berdampak pada penyesuaian harga...

Presiden Joko Widodo bersama mantan presiden RI bersiap mengikuti upacara peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan RI di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (17/8). ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/foc/17.

Jakarta, 17/8 – Para mantan Presiden RI yakni BJ Habibie, Megawati Soekarnoputri, dan Susilo Bambang Yudhoyono dijamu berbagai kuliner tradisional setelah upacara detik-detik Proklamasi di Istana Kepresidenan Jakarta.

Setelah upacara detik-detik proklamasi usai, tiga mantan Presiden RI yang hadir kemudian dijamu untuk makan siang dengan menu berbagai kuliner tradisional oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka Jakarta, Kamis.

Para mantan presiden yang mengenakan pakaian adat itu menikmati kuliner tradisional yang disajikan Istana.

Sejumlah menu tradisional yang disajikan yakni nasi tumpeng, nasi keprabon, soto kikil, aneka bubur, menu ikan, es krim merah putih, dan lain-lain.

Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin mengatakan Istana menghidangkan beragam kuliner tradisional dalam perayaan atau resepsi HUT Kemerdekaan tahun ini.

“Berkumpulnya para Presiden Republik Indonesia dalam Peringatan Kemerdekaan ke-72 ini menjadi hadiah istimewa bagi Indonesia,” katanya.

Pada kesempatan itu, Presiden Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono hadir dengan mengenakan pakaian adat Palembang. Ia didampingi sang istri, Ani Yudhoyono yang mengenakan kebaya merah.

Sementara Presiden Indonesia ke-5 Megawati Soekarnoputri datang bersama dengan putrinya Puan Maharani. Megawati mengenakan kebaya emas dengan warna kecokelatan.

Adapun Presiden Indonesia ke-3 Bacharuddin Jusuf Habibie datang bersama cucunya. Sama halnya dengan tamu undangan lain, Bapak Teknologi Indonesia itu juga tampak mengenakan pakaian adat. Saat itu, dirinya terlihat mengenakan pakaian adat bugis lengkap dengan senjata adatnya.

(Sumber: Antara)

Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Menilik Proses Pembentukan Hukum Adat

Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dikaruniai Tuhan Yang Maha Kuasa kekayaan yang begitu melimpah di segala bidang. Segala jenis tumbuhan maupun binatang...

Milenial Menjawab Tantangan Wajah Baru Jatim

Tahun berganti arah berubah harapan baru muncul. Awal tahun masehi ke-2021 terlihat penuh tantangan berkelanjutan bagi Jawa Timur setelah setahun penuh berhadapan dengan Covid-19...

Menghidupkan Kembali Pak AR Fachruddin

Buku Pak AR dan jejak-jejak bijaknya merupakan buku biografi yang ditulis oleh Haidar Musyafa. Buku ini dicetak pertama kali pada bulan April 2020 dengan...

Menata Kinerja Buzzer yang Produktif

  Buzzer selalu hadir membingkai perdebatan carut-marut di ruang media sosial atau paltform digital lainnya. Seperti di twitter, facebook, instagram, dan media lainnya. Buzzer memiliki...

Lika-Liku Ganja Medis di Indonesia

Setiap manusia berhak sehat dan setiap yang tidak sehat berhak dapat pengobatan. Alam semesta telah menyediakan segala jenis obat untuk banyaknya penyakit di dunia...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Narkoba Menghantui Generasi Muda

Narkoba telah merajalela di Indonesia .Hampir semua kalangan masyarakat positif menggunakan Narkoba. Bahkan lebih parahnya lagi adalah narkoba juga telah merasuki para penegak hukum...

PKI, Jokowi, dan Tertusuknya Syekh Jaber

Syekh Ali Jaber ditusuk AA, Ahad malam (13/9/2000) di Lampung. Siapa AA? Narasi di medsos pun gonjang-ganjing. Konon, AA adalah kader PKI. Partai yang berusaha...

Bagaimana Menjadi Muslim Moderat

Pada tahun 2017 saya pernah mengikuti Halaqah Ulama ASEAN yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama. Kampanye yang digaungkan Kemenag masih seputar moderasi beragama. Dalam sebuah diskusi...

Our World After The Pandemic: The Threat of Violent Ekstremism and Terrorism, The Political Context

Pandemic C-19: Disruptions Personal and public health with rapid spread of the pandemic globally, more than 90 millions infected and almost two million death...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.