Sabtu, Januari 16, 2021

Ombudsman Buka Posko Pengaduan CPNS di 33 Provinsi

Luhut Ceritakan Pengalamannya Ditolak Gibran Rakabuming

Jakarta, 21/8 - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengungkap keengganan putra pertama Presiden Joko Widodo (Jokowi) Gibran Rakabuming Raka untuk terlibat dalam...

Novel Baswedan Menilai Pengusutan Kasusnya Tak Ada Kemajuan

Singapura, 15/8 - Penyidik senior KPK Novel Baswedan mengaku belum ada kemajuan dalam pengusutan pelaku penyiraman air keras terhadap dirinya. "Perkembangan penyidikan tidak disampaikan ke...

KPK Sebut Pengakuan Niko di Rapat Pansus Hak Angket Tak Benar

Jakarta, 26/7 - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mempertanyakan pemanggilan Niko Panji Tirtayasa salah satu saksi kasus korupsi yang melibatkan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil...

Hasil Hutan Riau Habis untuk Belanja Pegawai

Di beberapa wilayah Indonesia, kebakaran hutan dan lahan kerap terjadi tiap tahunnya. Salah satunya di Riau. Riau yang punya luas hutan sekitar 4,5 juta...

Ilustrasi. Sejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) DKI Jakarta memeriksa dokumen di Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Jakarta, Senin (27/3). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

Palu, 9/8 – Lembaga Negara Pengawas Pelayanan Publik Ombudsman RI membuka posko pengaduan terkait penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2017.

“Posko pengaduan dibuka di 33 provinsi seluruh Indonesia,” kata anggota Ombudsman RI Ninik Rahayu saat berkunjung di Kantor LKBN Antara Biro Sulawesi Tengah di Palu, Rabu.

Ninik menjelaskan posko yang dibuka di setiap daerah itu berkoordinasi dengan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Ombudsman sendiri memposisikan diri sebagai pengawas kinerja dalam proses penerimaan CPNS.

“Sebetulnya sistem penerimaan secara online, tetapi ada sembilan tahapan yang dilakukan secara offline dan empat di antaranya akan berada dalam pengawasan Ombudsman,” ungkap Ninik.

Pengawasan khusus ditekankan pada pelamar CPNS dengan jalur pendidikan tamatan sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA) karena masih ada proses penyerahan berkas ke kantor, misalnya di Kanwil Kemenkumham HAM.

Kepala Perwakilan Ombudsman Provinsi Sulawesi Tengah Sofyan Farid Lembah menyatakan pihaknya akan membuka secara resmi posko pengaduan bersama Kantor Wilayah Kemenkumham Sulteng pada Jumat (11/8).

Sementara itu, Badan Kepegawaian Negara (BKN) mencatat hingga Rabu (9/8) sekitar pukul 17.00 WIB sebanyak 512.144 pelamar mendaftar dalam penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2017.

Rincian jumlah pendaftar itu terbagi atas 496.134 pelamar Kemenkumham dan 16.010 pelamar Mahkamah Agung (MA). Jabatan sebagai Penjaga Tahanan paling banyak diminati pelamar. Tercatat 290.809 pelamar, sementara formasi yang disediakan hanya berjumlah 13.720.

Jabatan penjaga tahanan sendiri mensyaratkan pendidikan terakhir SLTA atau sederajat dengan nilai minimal pada ijazah rata-rata 7,0 atau 3 dalam skala 1 sampai 4 atau B. Kemudian diutamakan memiliki keterampilan komputer dengan melampirkan sertifikat komputer.

(Sumber: Antara)

Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Fisika dan Kemajuan Teknologi Bidang Transportasi

Era globalisasi telah mengubah kehidupan manusia di muka bumi ini akibat dari Revolusi Industri 4.0 yang ditandai dengan penemuan internet pada akhir–akhir Revolusi Industri...

Menilik Proses Pembentukan Hukum Adat

Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dikaruniai Tuhan Yang Maha Kuasa kekayaan yang begitu melimpah di segala bidang. Segala jenis tumbuhan maupun binatang...

Milenial Menjawab Tantangan Wajah Baru Jatim

Tahun berganti arah berubah harapan baru muncul. Awal tahun masehi ke-2021 terlihat penuh tantangan berkelanjutan bagi Jawa Timur setelah setahun penuh berhadapan dengan Covid-19...

Menghidupkan Kembali Pak AR Fachruddin

Buku Pak AR dan jejak-jejak bijaknya merupakan buku biografi yang ditulis oleh Haidar Musyafa. Buku ini dicetak pertama kali pada bulan April 2020 dengan...

Menata Kinerja Buzzer yang Produktif

  Buzzer selalu hadir membingkai perdebatan carut-marut di ruang media sosial atau paltform digital lainnya. Seperti di twitter, facebook, instagram, dan media lainnya. Buzzer memiliki...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Bagaimana Menjadi Muslim Moderat

Pada tahun 2017 saya pernah mengikuti Halaqah Ulama ASEAN yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama. Kampanye yang digaungkan Kemenag masih seputar moderasi beragama. Dalam sebuah diskusi...

Narkoba Menghantui Generasi Muda

Narkoba telah merajalela di Indonesia .Hampir semua kalangan masyarakat positif menggunakan Narkoba. Bahkan lebih parahnya lagi adalah narkoba juga telah merasuki para penegak hukum...

“HUTRI72 – Makna ‘Dari Sabang sampai Merauke’: Pesan untuk Pemimpin dan Generasi Muda”

“HUTRI72 – Makna ‘Dari Sabang sampai Merauke’: Pesan untuk Pemimpin dan Generasi Muda” Oleh Ali Romdhoni   “…’Dari Sabang sampai Merauke’, empat perkataan ini bukanlah sekedar satu...

Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Pendidikan di Indonesia

Sudah 8 bulan lalu kasus virus Covid-19 menyerang dunia. Begitu cepatnya perubahan wabah Covid-19 dari Endemi hingga memenuhi syarat menjadi Pandemi, wabah yang mendunia....

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.