Minggu, Oktober 25, 2020

Menteri Natsir Jelaskan Tujuan dan Cara Merger Kampus Swasta

Dua Pengedar Narkoba dari Jaringan Internasional Ditembak Mati

Pontianak, 7/8 - Badan Narkotika Nasional (BNN), Polda Kalbar bekerja sama dengan Bea Cukai menembak mati dua orang tersangka bandar dan pengedar narkotika jenis...

Wapres: Pemerintah Ingin Konsisten Jalankan UU Pemilu

Jakarta, 21/7 - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan pemerintah ingin konsisten menjalankan aturan presidential threshold atau ambang batas pilpres sesuai RUU Penyelenggaraan Pemilu yang...

Mantan Jenderal: Reformasi TNI Kebablasan

Reformasi yang dilakukan di tubuh Tentara Nasional Indonesia dinilai sudah kebablasan. Pasalnya, peran TNI saat ini yang tunduk pada otoritas sipil kerap disalahgunakan. Akibatnya,...

Kementan Klaim Kesejahteraan Petani Kian Membaik

Jakarta, 16/8 - Kementerian Pertanian mengklaim kesejahteraan petani terus membaik yang hal itu terlihat dari upah buruh tani yang mengalami peningkatan. Plt. Kepala Biro Humas...

Menkominfo Rudiantara (kiri), Menristek Muhammad Nasir (tengah) dan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (kanan) mengikuti acara deklarasi antiradikalisme yang diselenggarakan di Universitas Padjadjaran Bandung, Jawa Barat, Jumat (14/7). ANTARA FOTO/Agus Bebeng

Jakarta, 17/7 – Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Natsir menegaskan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) harus segera melakukan merger agar efisien dan mampu meningkatkan kualitas mutu pendidikanya.

“Karena jumlah perguruan tinggi di Indonesia begitu besar, maka perlu direvitalisasi. Dengan cara apa? Salah satunya merger,” kata Mohamad Natsir si Jakarta, Senin, usai mendampingi Wapres M Jusuf Kalla membuka Munas ke IV Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia.

Sebelumnya dalam pidatonya, Wapres M Jusuf Kalla juga telah mengusulkan adanya merger bagi PTS yang ada di Indonesia.

Lebih lanjut Mohamad Natsir menjelaskan perlunya penguatan perguruan tinggi dengan manajemen yang lebih ramping, program studi yang lebih besar dan cakupan mahasiswa yang lebih banyak. Saat ini, karena jumlah perguruan tinggi sangat besar sedangkan jumlah mahasiswa kecil, mengakibatkan biaya pengelolaannya menjadi cukup mahal, katanya menambahkan.

Mohamad Natsir mengusulkan ada tiga tahapan agar PT bisa merger. Pertama, diutamakan terlebih dahulu bagi PT atau yayasan yang memiliki berbagai perguruan tinggi di berbagai daerah. “Ini dulu sebab akan lebih mudah karena satu yayasan,” kata Mohammad Natsir.

Kedua, yayasan yang mempunyai kesamaan visi antara yayasan satu dengan yang lainnya.

Ketiga, yang mungkin terjadi adalah antara perguruan tinggi besar dan kecil supaya terjadi penguatan, jumlah mahasiswa makin banyak, kualitas pendidikan makin baik, dan dosennya makin banyak juga.

“Kami keluarkan peraturan, dulu aturannya yang tinggi-tinggi saja akreditasinya. Padahal justru yang menjadi masalah itu yang di perguruan tinggi kecil yang akreditasinya C, ini yang perlu kita merger dulu,” kata Mohamad Natsir.

Natsir menegaskan usulan yang disampaikannya sejauh ini tidak ada penolakan. Yang terjadi, tambahnya, justru sangat besar peluangnya, dan responsnya sangat positif.

“Mereka (PTS) sangat menerima, meskipun kami tidak memaksakan. Saya arahkan ke sana,” kata Mohammad Natsir. “Yang lebih menggembirakan, PT besar menerima dan maunya ke arah merger itu sehingga asetnya makin banyak, nilainya makin besar, dan sebagainya.”

Saat ini jumlah PTS dan PTN di Indonesia ada 4.529 buah. Dari jumlah itu, yang memiliki akreditasi A hanya 50 PT (PTN dan PTS).

Mohamad Natsir menjelaskan saat dirinya menjabat sebagai menteri baru ada 16 yang akreditasi A. “Apa yang masalah. Tidak adanya pembinaan, karena itu saya lakukan pembinaan. Tahun 2015 meningkat menjadi sekitar 26 PT, tapi nggak ini masih kurang,” katanya.

“Target saya ke depan bisa mencapai 75 atau 80 PT dengan akreditasi A.”

(Sumber: Antara)

Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Sastra, Dildo dan Evolusi Manusia

Paling tidak, berdasarkan catatan tertulis, kita tau bahwa sastra, sejak 4000 tahun lalu telah ada dalam sejarah umat manusia. Hari ini, catatan yang ditulis...

Benturan Antar Peradaban dan Masa Depan Politik Dunia

Di dalam buku Huntington yang 600-an halaman yang berjudul Benturan Antar Peradaban dan Masa Depan Politik Dunia mengatakan bahwasanya masa depan politik dunia akan...

Di Bawah Erdogan Turki Lebih Tidak Demokratis dari Indonesia

Turki di bawah kepemimpinan Erdogan sering dibanding-bandingkan dengan Indonesia di bawah Jokowi. Perbandingan dan penghadap-penghadapan antara Erdogan dan Jokowi yang sering dilakukan oleh kelompok...

Refleksi Bulan Bahasa: Apa Kabar Perpres 63/2019?

Oktober adalah bulan yang sangat bersejarah dalam kehidupan bangsa Indonesia. Pada bulan inilah, 92 tahun silam terjadi peristiwa Sumpah Pemuda yang menjadi tonggak lahirnya...

Berlindung di Balik Topeng Kaca, Public Figure juga Manusia

Ketika Candil lewat Grup Band Seurieus, salah satu Band Rock Kenamaan tahun 2000-an awal ini menyuarakan pendapatnya lewat lagu Rocker juga Manusia, saya seratus...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Cara Mahasiswa Menghadapi Revolusi Industri 4.0

Teknologi selalu mengalami perubahan-perubahan seakan tidak pernah ada ujungnya. Seperti halnya saat ini teknologi sudah sangat berkembang dengan pesat terutama dalam bidang teknologi informasi...

Memperkuat Peran Politik Masyarakat

Salah satu kegagalan konsolidasi demokrasi elektoral adalah tidak terwujudnya pemilih yang cerdas dalam membuat keputusan di hari pemilihan. Menghasilkan pemilih cerdas dalam pemilu tentu...

10 Profesi Keren di Sektor Pertanian

Saudara saya tinggal di sebuah desa lereng Gunung Sindoro. Dari hasil pertanian, dia sukses menyekolahkan salah satu anaknya hingga lulus paska-sarjana (S2) dalam bidang...

Refleksi Bulan Bahasa: Apa Kabar Perpres 63/2019?

Oktober adalah bulan yang sangat bersejarah dalam kehidupan bangsa Indonesia. Pada bulan inilah, 92 tahun silam terjadi peristiwa Sumpah Pemuda yang menjadi tonggak lahirnya...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.