Selasa, Maret 2, 2021

Menteri Enggartiasto Imbau Pusat Perbelanjaan untuk Berinovasi

Terkait Trans Jakarta, Pemprov DKI Dinilai Berpotensi Selewengkan APBD

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dinilai berpotensi menyelewengkan dana anggaran pendapatan dan belanja daerah. Itu terlihat dari rencana Pemprov DKI yang akan mengganti bus Metromini...

Respon Pernyataan Prabowo, Presiden: Kenapa Baru Dipermasalahkan Sekarang?

Cikarang, 28/7 - Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa penyederhanaan ambang batas presiden (presidential treshold) menjadi 20 persen dalam Undang-undang Pemilu penting untuk visi politik...

Pencabutan Izin Usaha Perusahaan Pembakar Lahan Amat Terlambat

Pemerintah berencana akan mencabut izin usaha perusahaan yang terbukti membakar hutan atau lahan pada tahun depan. Rencana pencabutan izin tersebut dinilai sangat terlambat. Sebab,...

Golkar Susul PKB Usung Gus Ipul di Pilkada Jatim

Surabaya, 19/8 - Sejumlah pengurus Dewan Pimpinan Daerah I Partai Golkar Jawa Timur menegaskan partainya akan menyusul PKB mengusung Saifullah Yusuf (Gus Ipul) sebagai...

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita berbincang dengan pedagang saat kunjungan di Pasar Blambangan, Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (20/6). ANTARA FOTO/Budi Candra Setya/ama/17.

Jakarta, 17/7 – Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan pusat perbelanjaan seperti mal dan supermarket perlu berinovasi agar tetap bertahan di tengah meningkatnya penjualan secara daring (online).

“Catatannya adalah perlu inovasi dari pemilik pusat belanja itu sendiri. Kita lihat beberapa pusat belanja di Indonesia yang baru ada beberapa perubahan mengenai perpaduan tenant-nya. Perpaduan antara foodcourt-nya dimana, sinemanya dimana, ada percampuran yang dilakukan,” kata Enggar usai konferensi pers di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin.

Enggar mengatakan industri pasar ritel dengan toko fisik masih bisa tumbuh karena masih adanya selera pasar yang ingin membeli barang dengan melihat bentuk fisiknya terlebih dahulu.

Menurut dia, penjualan melalui pasar daring online shop yang disebut meningkat sekitar 25 sampai 50 persen terebut memang tidak dapat dibendung.

Di sisi lain, Enggar melihat di beberapa kota besar, seperti Jakarta, penurunan penjualan pasar ritel tidak terlalu tajam. Hal itu ditopang dengan menjamurnya pasar ritel yang menyediakan tempat untuk sekadar bersantai hang out.

“Penurunan penjualan tidak terlalu tajam seperti di Jakarta karena mereka membutuhkan tempat hang out. Nanti kita akan evaluasi dan analisa jenis pasar apa saja yang menurun itu,” kata Enggar.

Ketua Umum Aprindo Roy N Mandey mengatakan meski pasar online dinilai semakin berkembang, aktivitas penjualannya belum mampu menggerus pasar ritel yang memiliki toko fisik.

“Pasar online memang kita akui sudah bagian dari generasi muda, tetapi beberapa peritel sudah ikut go online untuk memperdagangkan barangnya lewat internet. Ini merupakan suatu keniscayaan yang harus berubah dan diikuti,” kata Roy.

Ia menjelaskan penurunan penjualan pasar ritel pada 2017 belum signifikan, yakni berkisar di bawah 2 persen dengan proyeksi pertumbuhan minimal 9 persen seperti tahun lalu.

(Sumber: Antara)

Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Gangguan Jiwa Skizofrenia

Kesehatan jiwa adalah kondisi dimana individu dapat berkembang secara fisik, mental, spiritual dan social sehingga individu tersebut menyadari kemampuan diri sendiri. Dapat mengatasi tekanan,...

Mencermati Inflasi Menjelang Ramadhan

Beberapa pekan lagi, Bulan Ramadhan akan tiba. Bulan yang ditunggu-tunggu sebagian umat muslim ini adalah bulan yang istimewa karena masyarakat muslim berusaha berlomba-lomba dalam...

Kasus Khashoggi Makin Mendunia

Hari ini, 1 Maret 2021, Biden mau umumkan resmi di Washington keterlibatan MBS dalam pembunuhan Kashoggi. Menarik. KAS pasti meradang. Ini konflik pertama, yg sulit...

Jujur Itu Hebat, Artidjo Personifikasi dari Semua Itu

Satu demi satu orang tumbang dibekap covid, penyakit lain atau karena usia. Pagi ini saya kembali dikejutkan oleh berpulangnya Artidjo Alkostar, kawan lama yang...

Common Sense dalam Filsafat Ilmu

Ilmu filsafat selalu merumuskan tentang pertanyaan – pertanyaan kritis atas kemapanan jawaban yang sudah dipecahkan oleh ilmu pengetahuan. Pada zaman sekarang ilmu pendidikan tidak...

ARTIKEL TERPOPULER

Artidjo Alkostar, Sebuah Kitab Keadilan

Gambaran apa yang muncul di benak Anda setiap mendengar profesi pengacara dan kepengacaraan? Apapun citra itu, Artidjo Alkostar menghancurkannya berkeping-keping. Sebagai pengacara hingga akhir 1990an,...

Ziarah Ke Media Sosial

Meminjam istilah masyarakat industrial Kuntowijoyo dalam masyarakat tanpa masjid (2001), merupakan kondisi masyarakat yang terkungkung oleh rasionalisasi, komersialisasi dan monetisasi. Mengutip pendapat Robert Bala,...

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Common Sense dalam Filsafat Ilmu

Ilmu filsafat selalu merumuskan tentang pertanyaan – pertanyaan kritis atas kemapanan jawaban yang sudah dipecahkan oleh ilmu pengetahuan. Pada zaman sekarang ilmu pendidikan tidak...

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.