Kamis, Januari 21, 2021

Menteri Enggartiasto Imbau Pusat Perbelanjaan untuk Berinovasi

RUU Pertembakauan Diharapkan Menjadi Solusi

Tembakau  adalah komoditas primadona di Indonesia. Di Indonesia, ada kurang lebih 267 ribu hektare lahan tembakau. Industri rokok juga mempekerjakan puluhan juta orang di...

Fraksi PAN Tolak Rencana Pembangunan Gedung – Apartemen DPR

Jakarta, 18/8 - Fraksi PAN DPR RI menegaskan menolak rencana pembangunan gedung baru DPR dan apartemen yang digunakan untuk tempat tinggal anggota DPR, karena...

Kapolri Rilis Sketsa Wajah Pelaku Penyiraman Novel Baswedan

Jakarta, 31/7 - Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menunjukkan sketsa terbaru pelaku penyerangan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan. "Ini belum dipublikasikan, baru kira-kira dua...

Ahok Tak Konsisten Soal Ketertiban Umum

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok akan memberikan kelonggaran kepada pedagang kaki lima (PKL) ihwal berdagang di atas saluran air. Namun, kebijakan...

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita berbincang dengan pedagang saat kunjungan di Pasar Blambangan, Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (20/6). ANTARA FOTO/Budi Candra Setya/ama/17.

Jakarta, 17/7 – Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan pusat perbelanjaan seperti mal dan supermarket perlu berinovasi agar tetap bertahan di tengah meningkatnya penjualan secara daring (online).

“Catatannya adalah perlu inovasi dari pemilik pusat belanja itu sendiri. Kita lihat beberapa pusat belanja di Indonesia yang baru ada beberapa perubahan mengenai perpaduan tenant-nya. Perpaduan antara foodcourt-nya dimana, sinemanya dimana, ada percampuran yang dilakukan,” kata Enggar usai konferensi pers di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin.

Enggar mengatakan industri pasar ritel dengan toko fisik masih bisa tumbuh karena masih adanya selera pasar yang ingin membeli barang dengan melihat bentuk fisiknya terlebih dahulu.

Menurut dia, penjualan melalui pasar daring online shop yang disebut meningkat sekitar 25 sampai 50 persen terebut memang tidak dapat dibendung.

Di sisi lain, Enggar melihat di beberapa kota besar, seperti Jakarta, penurunan penjualan pasar ritel tidak terlalu tajam. Hal itu ditopang dengan menjamurnya pasar ritel yang menyediakan tempat untuk sekadar bersantai hang out.

“Penurunan penjualan tidak terlalu tajam seperti di Jakarta karena mereka membutuhkan tempat hang out. Nanti kita akan evaluasi dan analisa jenis pasar apa saja yang menurun itu,” kata Enggar.

Ketua Umum Aprindo Roy N Mandey mengatakan meski pasar online dinilai semakin berkembang, aktivitas penjualannya belum mampu menggerus pasar ritel yang memiliki toko fisik.

“Pasar online memang kita akui sudah bagian dari generasi muda, tetapi beberapa peritel sudah ikut go online untuk memperdagangkan barangnya lewat internet. Ini merupakan suatu keniscayaan yang harus berubah dan diikuti,” kata Roy.

Ia menjelaskan penurunan penjualan pasar ritel pada 2017 belum signifikan, yakni berkisar di bawah 2 persen dengan proyeksi pertumbuhan minimal 9 persen seperti tahun lalu.

(Sumber: Antara)

Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Proyeksi OPEC, Konsumsi Migas Dunia akan Meningkat

Senin (18/1) penulis berkesempatan untuk memberikan kuliah umum secara daring dengan adik-adik di Politeknik Akamigas Cepu, Jawa Tengah. Maraknya pemberitaan mengenai kendaraan listrik dan...

Revolusi Azyumardi Azra

Ketika masih sekolah di Pendidikan Guru Agama (PGA), setingkat SMA, di Pariaman, Sumatera Barat, Azyumardi Azra mengirim puisi berbahasa Inggris ke Harian The Indonesian...

Towards Success: Re-evaluating Indonesia Ecological Development

Indonesia has long been an active participant of the environmental policy formation and promotion. Ever since 1970, as Dr Emil Salim appointed as the...

Apa Itu Teo Demokrasi dan Nasionalisme?

Apa itu Konsep Teo Demokrasi? Teo demokrasi terdiri dari gabungan kata yaitu teologi yang berarti agama dan demokrasi yang terdiri dari kata demos berarti rakyat dan...

Menilik Superioritas Ras dalam Film Imperium

Film Imperium yang ditulis dan disutradarai oleh Daniel Ragussis adalah sebuah film thriller yang menampilkan usaha seorang karakter utama yang mencoba untuk “masuk” ke...

ARTIKEL TERPOPULER

Pandangan Mochtar Lubis Terhadap Kemunafikan Manusia Indonesia

Pernyataan Mochtar Lubis dalam naskah pidato Manusia Indonesia (kemudian diterbitkan menjadi buku) sampai sekarang pidato ini masih relevan untuk dibahas, baik kalangan awam maupun...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Bencana Alam: Paradigma Ekologi dan Aktivisme

Ekologi sebagai kajian ilmiah tentang hubungan antara makhluk hidup dengan makhluk tidak hidup telah memberikan perspektif baru tentang sistem keterkaitan. Namun, sebagian besar pemerhati...

Bagaimana Masa Depan Islam Mazhab Ciputat?

Sejak tahun 80-an Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jakarta dikenal "angker" oleh sebagian masyarakat, pasalnya mereka menduga IAIN Jakarta adalah sarangnya orang-orang Islam liberal,...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.