Minggu, Februari 28, 2021

Menkominfo Ajak Tokoh Agama Tangani Konten Negatif di Media Sosial

Inpres Moratorium Dinilai Tak Perkuat Komitmen Iklim Indonesia

Jakarta, 25/7 - Greenpeace menyebut Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2017 tentang Penundaan dan Penyempurnaan Tata Kelola Pemberian Izin Baru Hutan Alam Primer...

Presiden Jokowi Bersepeda Bagikan Sertifikat Tanah Gratis

Jakarta, 20/8 - Presiden Joko Widodo bersepeda dari Istana Merdeka Jakarta untuk menyerahkan sertifikat hak atas tanah sebanyak 7.486 bidang kepada masyarakat se-Jabodetabek dalam...

Presiden Bahas Kebakaran Hutan dengan Menteri Siti

Jakarta, 7/8 - Presiden Joko Widodo memanggil Menteri Lingkungan Jidup dan kehutanan Siti Nurbaya terkait kebakaran hutan dan lahan yang akhir-akhir ini meningkat. "Tadi Bapak...

Kemenkumham Cabut Status Badan Hukum HTI

Jakarta, 19/7 - Kementerian Hukum dan HAM mencabut status badan hukum ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) mulai tanggal 19 Juli 2017. Pengumuman pencabutan status hukum...

Menkominfo Rudiantara (kiri) Menristek Muhammad Nasir (tengah) dan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (kanan) mengikuti acara deklarasi antiradikalisme di Universitas Padjadjaran Bandung, Jawa Barat, Jumat (14/7). ANTARA FOTO/Agus Bebeng/pd/17

Jakarta, 27/7 – Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara bersafari menemui para pemuka berbagai agama guna membahas penanganan konten negatif di media sosial.

“Konten negatif tidak bisa hanya melalui pemblokiran, di hilir itu seperti menyembuhkan orang sakit disuntik dikasih obat dan sebagainya, kita harus ke hulu bagaimana membuat orang sehat, nah ini salah satu upayanya adalah melalui pendekatan tokoh-tokoh agama,” katanya di Jakarta, Kamis.

Ia menyakini pendekatan kemasyarakatan dapat lebih efektif utamanya dari para pemuka agama mengingat masyarakat Indonesia agamis.

“Saya yakin dari sisi agama tidak ada yang menganjurkan untuk katakanlah melemparkan konten-konten negatif di media sosial, pasti itu, saya yakin sebagai masayrakat yang beragama akan mendengar apa kata kyai, ustadz, pendeta, biksu, pandito,” katanya.

Ia mengatakan, setelah sebelumnya melakukan safari ke tokoh-tokoh umat Islam dalam penanganan konten negatif dan direspon positif dengan diterbitkannya fatwa Majelis Ulama Indonesia dalam bermedia sosial, kini upaya pendekatan ke pemuka-pemuka agama lainnya juga dilaksanakan, baik Katolik, Kristen, Hindu dan Budha.

“Saya juga sudah berbicara dengan Uskup Jakarta yang nanti akan pertemuan uskup-uskup di Jakarta, kemudian saya juga hari ini mau ke Ketua Parisada Hindu, juga nanti dengan PGI, dan lainnya,” katanya.

Dengan demikian, ia berharap bahwa penanganan konten negatif di internet nantinya dapat dilakukan lebih efektif.

(Sumber: Antara)

Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Terlalu Jauh Menjadikan 4 Nakes Penista Agama

Kasus Pemantang Siantar sungguh membuat kita semua kaget. Empat petugas kesehatan (Nakes) digugat oleh seorang suami yang istrinya meninggal karena Covid-19. Empat petugas kesehatan...

Jurnalisme Copy-Paste

Jurnalisme copy-paste adalah pekerjaan mengumpulkan, mencari dan menulis berita dengan menggunakan teknik salin menyalin saja. Seperti ambil berita di media lain atau dapat dari...

Robert Morey dan Orientalisme yang Melapuk

Orientalisme adalah satu diskursus ketimuran, yang bercokol pada kajian-kajian Barat dalam menginterpretasikan khazanah Timur—khususnya Islam. Pada kajian ini Islam dipandangan dalam objektifikasi Barat, namun...

Generasi Muda di Antara Agama dan Budaya

Oleh: Bernadien Pramudita Tantya K, SMA Santa Ursula Jakarta Esai favorit lomba: Mengenal Indonesia, Mengenal Diri Kita Indonesia adalah negara yang kaya akan bahasa, budaya,...

Antara Kecerdasan Buatan, Politik, dan Teknokrasi

Di masa lalu, politik dan teologi memiliki keterkaitan erat. Para pemimpin politik sering mengklaim bahwa politik juga merupakan bentuk lain dari ketaatan kepada Tuhan;...

ARTIKEL TERPOPULER

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Perempuan dalam Isi Kepala Mo Yan

Tubuh perempuan adalah pemanis bagi dunia fiksi. Kadang diperlakukan bermoral, kadang sebaliknya, tanpa moral. Naluri bebas dari perempuan yang manusiawi, memendam dengki dan membunuh...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Kenapa Saya Mengkritik Mas Anies?

Dua hari yang lalu saya mengkritik Gubernur DKI Jakarta Mas Anies Baswedan melalui unggahan akun Instagram. Soalnya Mas Anies melempar kesalahan pada curah hujan dan...

Antara Kecerdasan Buatan, Politik, dan Teknokrasi

Di masa lalu, politik dan teologi memiliki keterkaitan erat. Para pemimpin politik sering mengklaim bahwa politik juga merupakan bentuk lain dari ketaatan kepada Tuhan;...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.