Minggu, Januari 24, 2021

Menkominfo Ajak Tokoh Agama Tangani Konten Negatif di Media Sosial

Menteri Basuki Pastikan Pembangunan Tol Bandara – Kota Yogyakarta

Yogyakarta, 12/8 - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono menegaskan bahwa rencana pembangunan jalan bebas hambatan atau jalan tol dari Bandara Kulon...

Keluarga Korban Pelanggaran HAM Berat Tolak Rekonsiliasi

Keluarga korban pelanggaran hak asasi manusia (HAM) menyatakan menolak usul Kejaksaan Agung yang ingin menyelesaikan  kasus pelanggaran HAM berat masa lalu melalui upaya rekonsiliasi....

Islam Moderat Dinilai Bisa Menangkal Propaganda ISIS

Kemunculan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dan aksi-aksi terorisme membuat banyak negara di dunia meningkatkan kewaspadaan dan membentuk kerjasama global untuk menanganinya. Prograpanda...

Tawaran Menggoda Paket Perjalanan Wisata Murah di Jakarta Fair

Aktivitas traveling kini telah menjadi hobi bagi semua orang, khususnya para generasi milenial. Mereka bahkan rela untuk mengeluarkan kocek yang tidak sedikit, untuk mengunjungi...

Menkominfo Rudiantara (kiri) Menristek Muhammad Nasir (tengah) dan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (kanan) mengikuti acara deklarasi antiradikalisme di Universitas Padjadjaran Bandung, Jawa Barat, Jumat (14/7). ANTARA FOTO/Agus Bebeng/pd/17

Jakarta, 27/7 – Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara bersafari menemui para pemuka berbagai agama guna membahas penanganan konten negatif di media sosial.

“Konten negatif tidak bisa hanya melalui pemblokiran, di hilir itu seperti menyembuhkan orang sakit disuntik dikasih obat dan sebagainya, kita harus ke hulu bagaimana membuat orang sehat, nah ini salah satu upayanya adalah melalui pendekatan tokoh-tokoh agama,” katanya di Jakarta, Kamis.

Ia menyakini pendekatan kemasyarakatan dapat lebih efektif utamanya dari para pemuka agama mengingat masyarakat Indonesia agamis.

“Saya yakin dari sisi agama tidak ada yang menganjurkan untuk katakanlah melemparkan konten-konten negatif di media sosial, pasti itu, saya yakin sebagai masayrakat yang beragama akan mendengar apa kata kyai, ustadz, pendeta, biksu, pandito,” katanya.

Ia mengatakan, setelah sebelumnya melakukan safari ke tokoh-tokoh umat Islam dalam penanganan konten negatif dan direspon positif dengan diterbitkannya fatwa Majelis Ulama Indonesia dalam bermedia sosial, kini upaya pendekatan ke pemuka-pemuka agama lainnya juga dilaksanakan, baik Katolik, Kristen, Hindu dan Budha.

“Saya juga sudah berbicara dengan Uskup Jakarta yang nanti akan pertemuan uskup-uskup di Jakarta, kemudian saya juga hari ini mau ke Ketua Parisada Hindu, juga nanti dengan PGI, dan lainnya,” katanya.

Dengan demikian, ia berharap bahwa penanganan konten negatif di internet nantinya dapat dilakukan lebih efektif.

(Sumber: Antara)

Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Menteri Agama Memang untuk Semua Agama, Mengapa Tidak Kita Dukung?

Pernyataan Menteri Agama, Gus Yaqut, bahwa dirinya adalah “menteri agama untuk semua agama” masih menyisakan perdebatan di kalangan masyarakat. Bagi mereka yang tidak sepakat,...

The Social Dilemma: Logika Eksploitatif Media Sosial

Seorang teman baru bebas dari dunia gelap. Mengkonsumsi narkoba menjadi gaya hidupnya. Padalah kehidupannya tak terlalu suram bagi ukuran kelas menengah. Tapi kehidupannya itu...

Upaya Penghapusan Kekerasan Terhadap Perempuan

Kasus KDRT khususnya terhadap perempuan masih banyak terdengar di wilayah Indonesia. Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (6/03/20) juga meluncurkan catatan tahunan (CATAHU) yang...

Capitol, Trump, dan Biden

Menjelang pelantikan Joe Biden sebagai Presiden AS, 20 Januari ini (Rabu malam waktu Indonesia), Washington kembali tegang. Penyerbuan gedung Capitol, Washington -- simbol demokrasi...

Pelantikan Joe Biden dan Pembangkangan Trump

Pelajaran Demokrasi untuk Dunia yang Terus Berubah Washington tegang menjelang pelantikan Presiden Joe Biden dan Kemala Harris, 20 Januari 2021. Kondisi ini terbentuk akibat pembangkangan...

ARTIKEL TERPOPULER

Revolusi Azyumardi Azra

Ketika masih sekolah di Pendidikan Guru Agama (PGA), setingkat SMA, di Pariaman, Sumatera Barat, Azyumardi Azra mengirim puisi berbahasa Inggris ke Harian The Indonesian...

The Social Dilemma: Logika Eksploitatif Media Sosial

Seorang teman baru bebas dari dunia gelap. Mengkonsumsi narkoba menjadi gaya hidupnya. Padalah kehidupannya tak terlalu suram bagi ukuran kelas menengah. Tapi kehidupannya itu...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Pandangan Mochtar Lubis Terhadap Kemunafikan Manusia Indonesia

Pernyataan Mochtar Lubis dalam naskah pidato Manusia Indonesia (kemudian diterbitkan menjadi buku) sampai sekarang pidato ini masih relevan untuk dibahas, baik kalangan awam maupun...

NKK/BKK Zaman Now

Menurut kamus politik, Normalisasi Kehidupan Kampus/Badan Koordinasi Kemahasiswaan atau yang disingkat dengan NKK/BKK, adalah sebuah penataan organisasi kemahasiswaan, dengan cara menghapus organisasi kemahasiswaan yang...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.