Banner Uhamka
Selasa, September 29, 2020
Banner Uhamka

Membaca Ruang Batin Indonesia

Cara Menteri Susi Cegah Penyelewengan Dana Bantuan Pemerintah

Jakarta, 17/7 - Kementerian Kelautan dan Perikanan meluncurkan petunjuk teknis secara daring terkait bantuan pemerintah di sektor kelautan dan perikanan untuk meningkatkan transparansi dan...

KPK Pelajari Perkembangan Kasus Novel Baswedan

Jakarta, 1/8 - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mempelajari lebih lanjut hasil pertemuan antara Presiden Joko Widodo dengan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian terkait...

KPK Tetapkan Panitera PN Jaksel dan Pengacara Tersangka Suap PT Aquamarine

Jakarta, 22/8 - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan dua tersangka dugaan suap terhadap panitera pengganti Pengadilan Negeri Jakarta Selatan terkait putusan perkara perdata antara...

Rencana Ahok Naikkan UMP DKI Rp 3,1 juta Omong Kosong

Rencana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang akan menaikkan upah minumum provinsi DKI Jakarta sebesar Rp 3,1 juta dinilai hanya omong...
Redaksi
Redaksi

Gagasan tentang ”ruang batin Indonesia” dalam buku Suaka-Suaka Kearifan karya Riki Dhamparan Putra, bakal dibahas oleh sejumlah cendekiawan pada acara peluncuran dan diskusi buku, Minggu 14 Juli 2019, pukul 10.00-13.00 WIB di Auditorium Perpustakaan Nasional RI, Jakarta Pusat.

Pembicara yang akan hadir dalam bedah buku ini adalah Andrinof A Chaniago (Dosen FISIP Universitas Indonesia), Titi Anggraini (Direktur Perludem) dan Desvian Bandarsyah (Dekan FKIP Universitas Muhammadiyah Hamka, Jakarta).

Menurut ketua panitia, Abdullah Sumrahadi diskusi buku ini diselenggarakan atas kerjasama Jaringan Intelektual Berkemajuan dengan Direktorat Kesenian Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional RI, yang bertujuan untuk meningkatkan gairah berkebudayaan masyarakat melalui produktifas dunia kepenulisan dan pemikiran.

Menurut Abi, dalam konteks kebudayaan yang sedang mengalami masa inkubasi seperti sekarang, gerak kebudayaan mesti diperkaya dengan dialog yang kontemplatif, agar dinamika tidak berjalan seperti sebuah pentas monolog.

Untuk itu, pemikiran-pemikiran dan kesaksian-kesaksian dari para pegiat seni budaya dan para penekun sastra yang telah mereka sampaikan melalui buku-buku yang mereka terbitkan, merupakan bahan utama bagi kita untuk berkontemplasi dan berdialog.

Daya orisinil dalam buku Suaka-Suaka Kearifan karya Riki Dhamparan, merupakan bahan kontemplasi dan dialog yang baik dan perlu diapresiasi oleh masyarakat luas. Untuk itu, ia mengajak masyarakat menghadiri acara tersebut sembari bertamasya ke Perpustakaan Nasional di hari libur.

Lebih jauh, Deklarator JIB dan Peneliti Senior MAARIF Institute, David Krisna Alka ketika dimintai tanggapannya mengatakan, keistimewaan buku Suaka-Suaka Kearifan yang akan dibahas nanti ada pada sudut pandang penulisnya yang berbeda dari kebanyakan penulis.

Menurut David Krisna Alka, esai-esai dalam buku Riki ini sangat menarik karena melihat kebudayaan dari sisi batin. Itu pekerjaan yang sulit, tetapi Riki Dhamparan Putra mampu melakukannya.

Redaksi
Redaksi
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Miskonsepsi Seks dengan Persetujuan

Pada 13 September 2020 lalu, terunggah sebuah kiriman di Instagram yang berjudul “Kupas Tuntas Pakta Integritas UI dan Pendidikan Sex dengan Persetujuan” yang di...

Jika Cantik Hanya Mengikuti Standar Industri

Belakangan ini perbincangan mengenai bagaimana diri kita maupun bagaimana industri mendefinisikan standart kecantikan kembali ramai diperdebatkan. Mulai dari gerakan perempuan dukung perempuan yang dianggap...

Civil Society, Pariwisata Nasional, dan Dikotomi Ekonomi Vs Kesehatan

Dalam beberapa tahun terakhir, pariwisata telah menjadi sumber pendapatan devisa terbesar nomor dua (280 triliun Rupiah pada 2019) di Indonesia untuk kategori non-migas. Ini...

PKI dan Narasi Sejarah Indonesia

Bagaimanakah kita menyikapi narasi PKI dalam sejarah Indonesia? Sejarah resmi mencatat PKI adalah organisasi politik yang telah menorehkan “tinta hitam” dalam lembaran sejarah nasional,...

Janji Manis Penyelesaian HAM

Setiap memasuki bulan September, negeri ini selalu dibangkitkan dengan memori tentang sebuah tragedi kelam yang terjadi sekiranya 55 tahun silam. Peristiwa diawali dengan terbunuhnya enam...

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.