Minggu, November 1, 2020

Masyarakat Riau Gugat Negara Terkait Kasus Asap

Habiburokhman Kembali Keluhkan soal Simpang Semanggi

Rabu (3/8) lalu, Habiburokhman yang merupakan politisi Partai Gerindra , sempat membuat geger warganet di Twitter lantaran cuitannya soal Simpang Semanggi. Pada Selasa (2/8) malam,...

Akar Masalah Asap di Indonesia adalah Perusahaan

Kabut asap yang melanda beberapa daerah di Sumatera dan Kalimantan sudah dalam fase membahayakan dan bahkan menelan korban jiwa. Muhanum Anggriwati (12 tahun), warga...

PPP Tolak Pembangunan Gedung DPR Karena Pelemahan Ekonomi

Jakarta, 16/8 (Antara) - Ketua Umum DPP PPP Romahurmuziy menegaskan partainya menolak rencana pembangunan gedung baru DPR dan apartemen yang diperuntukkan bagi anggota DPR...

Indonesia – Belanda Sepakati Tanggulangi Terorisme Bersama

Jakarta, 20/7 - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) penanggulangan terorisme bersama National Coordinator for Security and Counterterrorism (NCTV) atau...
Avatar
Reja Hidayat
Reporter GeoTIMES.

Sejumlah jurnalis melakukan aksi unjuk rasa di depan Mapolres Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (9/11). Mereka menuntut perlindungan terhadap pekerja pers dan mengutuk pelaku teror bom bondet terhadap tiga wartawan saat melakukan peliputan kasus tambang pasir di Kecamatan Selok Awar Awar, Lumajang, Jawa Timur. ANTARA FOTO/Budi Candra Sety
Sejumlah jurnalis melakukan aksi unjuk rasa di depan Mapolres Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (9/11). ANTARA FOTO/Budi Candra Sety

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) bersama Jikalahari, Al Azhar LAM Riau, dan Rumah Budaya Sikukeluang melakukan gugatan terhadap pemerintah di Pengadilan Negeri, Pekanbaru. Pasalnya, gugatan Citizen Lawsuit (CLS) terkait asap Riau tidak direspons oleh pemerintah. Hal itu terbukti dengan masa notifikasi gugatan yang melewati 60 hari.

Ketika mendaftarkan gugatan ini, empat calon penggugat bersama 13 kuasa hukumnya dan masyarakat Riau melakukan long march diiringi dentuman alat musik tradisi Melayu Kompang dan Manggar dari Kantor Lembaga Bantuan Hukum Pekanbaru menuju Pengadilan Negeri Pekanbaru.

“Hari ini, kami memperlihatkan keseriusan untuk menagih janji negara membersihkan Riau dari kebakaran hutan dan lahan. Sudah cukup hampir dua dekade paru-paru kami disesaki asap,” kata Riko Kurniawan, Direktur Walhi Riau, yang juga salah satu penggugat di Jakarta (10/3).

Dengan didaftarkannya gugatan ini, pihaknya mengingatkan negara agar berbenah diri memenuhi hak konstitusional masyakarat Riau selaku warga negara untuk mendapatkan lingkungan hidup yang sehat, kata Riko.

Indra Jaya, Kordinator Tim Kuasa Hukum, mengatakan, hukum harus memperlihatkan keberpihakan terhadap lingkungan  berikut hak dasar masyarakat Riau yang sudah gagal dipenuhi negara selama hampir dua dekade belakangan ini.

“Kami meminta Ketua PN Pekanbaru menunjuk Majelis Hakim yang bersertifikat lingkungan memeriksa dan mengadili gugatan CLS,” kata Indra.

Selain itu, Indra juga meminta agar publik ikut serta secara aktif mengambil bagian untuk mengikuti berbagai proses persidangan yang akan berlangsung di Pengadilan Negeri Pekanbaru. Kordinator Aksi yang menyertai pendaftaran gugatan CLS Asap, Rian, menyebutkan bahwa akan ada pengorganisasian massa setiap sidang-sidang gugatan CLS Asap ini nantinya.

“Kami berkomitmen akan memenuhi ruang sidang setiap persidangan CLS. Komitmen ini kami mulai pada hari ini dengan turut serta bersama masyarakat Riau mengawal proses pendaftaran gugatan CLS di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Pekanbaru,” kata Rian dalam keterangan resmi.

Selanjutnya, Heri Budiman, salah satu penggugat, menambahkan, ketika asap terjadi beberapa bulan lalu, mayoritas masyarakat Riau menyuarakan agar ada langkah hukum agar kasus asap kembali tidak berulang.

“Gugatan ini suara rakyat Riau. Jadi, tak sulit untuk menghadiri ruang pengadilan dan membuktikan bahwa kita tidak lupa dengan kasus asap yang pernah memenuhi paru-paru kami, memerihkan mata, dan meluluhlantahkan kehidupan kami,” tegas Heri.

Sebenarnya ada kekhawatiran bahwa tahapan proses gugatan CLS ini akan berakhir bagai mimpi buruk seperti yang terjadi di Pengadilan Negeri Palembang. Namun, kondisi tersebut tidak akan menciutkan mental kempat orang calon penggugat.

“Kami percaya proses peradilan tidak akan mengecewakan masyarakat Riau. Kami juga percaya Pengadilan Negeri Pekanbaru akan melahirkan sejarah dengan melahirkan putusan yang pro pada kepentingan lingkungan dan masyarakat Riau. Apalagi beberapa bulan lalu, para hakim di pengadilan ini juga merasakan pekatnya asap akibat kebakaran hutan dan lahan dari praktik buruk pengelolaan sumber daya alam,” tutup Riko.

Avatar
Reja Hidayat
Reporter GeoTIMES.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Menjaga Kesehatan Tubuh dari Covid-19

Menjaga kesehatan menjadi hal yang penting dilakukan semua kalangan. Apalagi dengan kondisi alam yang semakin merabahnya virus covid 19. Terkadang hal sederhana yang rutin...

Kesehatan Mental dan Buruh

Kerja adalah cerminan kesehatan jiwa. Semakin baik tempat kerja, semakin kecil kemungkinan kita mengalami masalah kejiwaan. Adam Smith dalam bukunya Wealth of Nation secara...

Charlie Hebdo, Emmanuel Macron, dan Kartun Nabi Muhammad

Majalah satir Charlie Hebdo (CH) yang berkantor di Paris kembali membuat panas dunia. CH merilis kartun Nabi Muhammad untuk edisi awal September 2020. Padahal...

Imajinasi Homo Sapiens Modern dalam Menguasai Dunia

  Foto diatas ini mewakili spesies lainnya yang bernasib sama, tentu bukan hanya Komodo, masih ada dan masih banyak lagi hewan yang bernasib sama sebut...

TBC Mencari Perhatian di Tengah Pandemi

Pada awal Maret, Indonesia melaporkan kasus Coronavirus Disease-2019 yang dikenal sebagai COVID-19, terkonfirmasi muncul setelah kejadian luar biasa di Wuhan, Cina. Penyakit ini disebabkan...

ARTIKEL TERPOPULER

Sandiwara Dibalik Pernikahan Raja Majapahit Bali

Belakangan di Bali ramai pemberitaan mengenai acara pertunangan Raja Majapahit Bali bernama lengkap Abhiseka Ratu Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Pandangan 2 Mazhab Hukum Terhadap Putusan MA Soal Eks Napi Koruptor

Pertengahan tahun 2018 ini publik dikagetkan dengan hadirnya PKPU No. 20/2018 yang dalam Pasal 4 ayat (3) menyatakan bahwa Pengajuan daftar bakal calon anggota...

Charlie Hebdo, Emmanuel Macron, dan Kartun Nabi Muhammad

Majalah satir Charlie Hebdo (CH) yang berkantor di Paris kembali membuat panas dunia. CH merilis kartun Nabi Muhammad untuk edisi awal September 2020. Padahal...

Menyerupai Suatu Kaum: Hadits, Konteks Budaya, dan Tahun Baru 2018

Hanya dengan satu hadits ini, “Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka” (HR Abu Daud dan Ahmad), banyak ustaz yang lantang...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.