Kamis, Januari 21, 2021

Mahfud MD Khawatir Proyek Gedung DPR Berakhir Seperti e-KTP

Kepala BPS Paparkan Perubahan Perilaku Konsumsi Marsyarakat Indonesia

Jakarta, 12/8 - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan bahwa saat ini sedang terjadi perubahan perilaku konsumsi masyarakat, terutama dari barang-barang biasa menuju...

BJ Habibie: Indonesia Perlu Menentukan GBHN

Jakarta, 22/8 - Presiden Ketiga Republik Indonesia Bacharuddin Jusuf Habibie menegaskan Indonesia perlu memiliki Garis Besar Haluan Negara (GBHN) agar arah pembangunan nasional fokus...

12 Negara Berguru Perikanan ke Indonesia

Ambon, 17/7 - Perwakilan 12 negara dari Afrika dan Timur Tengah akan menerima pelatihan singkat tentang keunggulan sektor perikanan Indonesia di salah satu produsen...

Wapres Jusuf Kalla Buka Kongres Asosiasi Media Siber Indonesia

Jakarta, 22/8 - Wakil Presiden Jusuf Kalla pada Selasa membuka kongres pertama Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), yang diharapkan mampu menghadirkan informasi kepada masyarakat...

Mahfud MD. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/ama/17

Yogyakarta, 15/8 – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD meminta Presiden Jokowi untuk menolak rencana proyek pembangunan gedung baru dan apartemen anggota DPR.

Mahfud khawatir nantinya proyek tersebut berujung seperti proyek KTP elektronik, yang merugikan negara hingga triliunan rupiah.

“Menurut saya, terkesan mencari-cari proyek, saya khawatir nanti seperti e-KTP lagi,” kata Mahfud di Kompleks Kantor Kepatihan, Yogyakarta, Selasa.

Terlebih, Mahfud menilai bahwa kondisi gedung DPR RI saat ini masing terbilang mewah jika dibandingkan dengan gedung parlemen di negara-negara lain.

Mahfud memamparkan bahwa pada 2009 silam, DPR juga pernah memiliki rencana membangun gedung dengan anggaran mencapai Rp1,7 triliun. Namun, pembangunannya batal karena mendapat protes dari rakyat.

“Saya pernah berkantor di sana dan sampai sekarang saya sering ke sana kondisi gedungnya memang sudah mewah. Di luar negeri banyak yang lebih jelek dari gedung DPR kita,” kata dia.

Karenanya, dengan pertimbangan itu, Mahfud berharap Presiden Joko Widodo tidak menyetujui anggaran rencana proyek gedung baru DPR RI itu.

“Kita dukung Pak Jokowi tidak menyetujui anggaran yang tidak ada gunanya itu,” kata dia.

Dibanding mempermasalahkan soal gedung dan apartemen baru, Mahfud justru mendesak soal penuntasan anggaran sebesar Rp1,7 triliun yang telah dikeluarkan pemerintah pada tahun 2009 lalu untuk rencana pembangunan gedung baru DPR.

Meskipun rencana pembangunan tersebut urung terlaksana, tetapi menurut Mahfud, pemerintah sudah terlanjur mengeluarkan uang.

“Itu sebetulnya belum selesai karena meskipun rencana itu batal, sebenarnya kan sudah ada uang-uang yang keluar untuk perencanaanya, untuk konsultannya. Sekarang itu belum tuntas, masa sudah mau membangun lagi dengan harga Rp5,7 triliun,” kata dia.

(Sumber: Antara)

Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Towards Success: Re-evaluating Indonesia Ecological Development

Indonesia has long been an active participant of the environmental policy formation and promotion. Ever since 1970, as Dr Emil Salim appointed as the...

Apa Itu Teo Demokrasi dan Nasionalisme?

Apa itu Konsep Teo Demokrasi? Teo demokrasi terdiri dari gabungan kata yaitu teologi yang berarti agama dan demokrasi yang terdiri dari kata demos berarti rakyat dan...

Menilik Superioritas Ras dalam Film Imperium

Film Imperium yang ditulis dan disutradarai oleh Daniel Ragussis adalah sebuah film thriller yang menampilkan usaha seorang karakter utama yang mencoba untuk “masuk” ke...

Pandangan Mochtar Lubis Terhadap Kemunafikan Manusia Indonesia

Pernyataan Mochtar Lubis dalam naskah pidato Manusia Indonesia (kemudian diterbitkan menjadi buku) sampai sekarang pidato ini masih relevan untuk dibahas, baik kalangan awam maupun...

Revolusi Mental Saat Pandemi

Vaksin Sinovac memang belum banyak terbukti secara klinis efektifitas dan efek sampingnya. Tercatat baru dua negara yang telah melakukan uji klinis vaksin ini, yakni...

ARTIKEL TERPOPULER

Pandangan Mochtar Lubis Terhadap Kemunafikan Manusia Indonesia

Pernyataan Mochtar Lubis dalam naskah pidato Manusia Indonesia (kemudian diterbitkan menjadi buku) sampai sekarang pidato ini masih relevan untuk dibahas, baik kalangan awam maupun...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Bencana Alam: Paradigma Ekologi dan Aktivisme

Ekologi sebagai kajian ilmiah tentang hubungan antara makhluk hidup dengan makhluk tidak hidup telah memberikan perspektif baru tentang sistem keterkaitan. Namun, sebagian besar pemerhati...

Bagaimana Masa Depan Islam Mazhab Ciputat?

Sejak tahun 80-an Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jakarta dikenal "angker" oleh sebagian masyarakat, pasalnya mereka menduga IAIN Jakarta adalah sarangnya orang-orang Islam liberal,...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.