Sabtu, Februari 27, 2021

LKY Siap Bantu Korban First Travel Gugat Ganti Rugi

Najwa Shihab Bicara Soal Minat Baca Masyarakat Indonesia

Kupang, 11/8 - Duta Baca Perpustakaan Nasional Najwa Shihab mengatakan minat membaca masyarakat Indonesia sangat rendah dibandingkan dengan negara-negara lainnya. "Berdasarkan hasil survei, menyatakan bahwa...

Ryan Thamrin, Pembawa Acara dr. Oz, Meninggal Dunia

Jakarta, 4/8 - Ryan Thamrin, dokter yang dikenal sebagai pembawa acara kesehatan Dr. Oz di salah satu stasiun televisi, tutup usia pagi ini. Ia...

ICW: Presiden Harus Pimpin Penyelamatan KPK

Indonesia Corruption Watch menilai selama satu tahun kepemimpinan Joko Widodo-Jusuf Kalla belum banyak perubahan yang dilakukan dalam konteks pemberantasan tindak pidana korupsi. Terlebih belakangan...

Peringkat Ganjar Pranowo Tertinggi Jadi Calon Presiden 2024

Survei nasional Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan Ganjar Pranowo adalah tokoh dengan tingkat peluang terpilih tertinggi saat ini untuk menjadi kandidat Presiden...

Warga antre untuk mengurus pengembalian dana atau “refund” terkait permasalahan umroh promo di Kantor First Travel, Jakarta Selatan, Rabu (26/7). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/Nz/17.

Yogyakarta, 14/8 – Ketua Lembaga Konsumen Yogyakarta Saktyarini Hastuti menyatakan siap membantu melanjutkan gugatan perdata maupun pidana para korban Agen Biro Perjalanam Umrah First Travel di daerah ini.

“Kami membantu melanjutkan mengawal proses gugatan ganti rugi. Kasihan korbannya kalau hanya berhenti di pidananya saja,” kata Hastuti di Yogyakarta, Senin.

Menurut Hastuti, sejak Bulan Puasa atau Juni 2017 hingga saat ini LKY telah menerima aduan delapan orang korban dugaan penipuan yang dilakukan oleh Biro Perjalanam Umrah First Travel.

Kendati demikian, berdasarkan keterangan dan informasi para korban, jumlah keseluruhan korban dugaan penipuan di Yogyakarta berjumlah 100 orang.

“Informasinya ada sekitar 100 orang yang menjadi korban. Kalau ditaksir total kerugian mencapai Rp1,7 miliar,” kata dia.

Menurut dia, sebagian besar korban itu dijanjikan untuk berangkat pada Mei 2017 dengan biaya Rp14 juta. Namun dengan berbagai alasan kendala jadwal pemberangkatan diundur kembali disertai permintaan biaya tambahan Rp7 juta.

Sekretaris LKY Dwi Priyono mengatakan hingga kini masih menunggu aduan dari para korban lainnya. Aduan dari Yogyakarta selanjutnya akan dianalisis dan dikoordinasikan dengan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI).

Selain First Travel, menurut Dwi, LKY juga menemukan kasus penipuan serupa yang dilakukan biro perjalanam umrah lain yang ada di Yogyakarta.

“Sekarang kami memang masih menunggu aduan-aduan untuk mendukung pengusutan kasus penipuan ini,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) DIY Muhammad Lutfi Hamid mengatakan selama ini First Travel tidak pernah membuka cabang atau perwakilan di Yogyakarta. Dengan demikian, Kemenag DIY tidak akan memberikan rekomendasi pembuatan paspor calon jamaah dengan jasa First Travel.

“First Travel tidak pernah membuat perwakilan atau cabang di Yogyakarta. Selama ini juga belum ada korban First Travel yang melapor ke kami,” kata dia.

(Sumber: Antara)

Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Kenapa Saya Mengkritik Mas Anies?

Dua hari yang lalu saya mengkritik Gubernur DKI Jakarta Mas Anies Baswedan melalui unggahan akun Instagram. Soalnya Mas Anies melempar kesalahan pada curah hujan dan...

Berpegangan Tangan dengan Leluhur

Oleh: Arlita Dea Indrianty, SMAN 36 Jakarta Esai favorit lomba: Mengenal Indonesia, Mengenal Diri Kita Bicara tentang Indonesia tidak akan membawa seseorang pada titik...

Penguatan Kultur Demokrasi di Indonesia

Sebagian persoalan dalam praktik demokrasi di Indonesia muncul dari kalangan elite yang membajak sistem. Masyarakat sebagai pemilik sah kedaulatan tertinggi dalam demokrasi hanya dijadikan...

Buntara Kalis

Oleh: Queen Vega Latiefah, SMAN 76 Jakarta Esai favorit lomba: Mengenal Indonesia, Mengenal Diri Kita Seperti cahaya rembulan di malam hari, seperti itu bayangan orang orang...

Sejarah Palestina dan Hubungannya dengan Kita

Usai Kekalahan Ottoman pada perang dunia 1 yakni pada (1914 - 1918) wilayah Palestina - Israel sejak 1922 berada di bawah mandat Inggris. Peluang...

ARTIKEL TERPOPULER

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Menilik Pencekalan Panglima Gatot

Insiden diplomatik antara Amerika Serikat dan Indonesia terjadi hari Sabtu lalu, (21/10/2017) di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Kejadiannya, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dicekal untuk...

Sejarah Palestina dan Hubungannya dengan Kita

Usai Kekalahan Ottoman pada perang dunia 1 yakni pada (1914 - 1918) wilayah Palestina - Israel sejak 1922 berada di bawah mandat Inggris. Peluang...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.