Kamis, Januari 21, 2021

Limbah Katering Angkasa Pura Diduga Belum Dikelola Benar

Presiden Diminta Merombak Kembali Kabinet

Presiden Joko Widodo diminta merombak kabinet untuk kali kedua. Hal tersebut perlu dilakukan untuk memaksimalkan kinerja pemerintahannya. Pasalnya, sejak setahun Joko Widodo - Jusuf...

AJI Tuntut Pengadilan Bebaskan Dua Jurnalis Asing

Dua jurnalis asal Inggris, Neil Richard George Bonner dan Rebecca Bernadette Margaret Prosser, diadili di Pengadilan Negeri Batam, Kamis (1/10). Penahanan dan pengadilan atas ...

Rusunami Diprioritaskan untuk PNS Rendahan

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok berencana membangun rumah susun sederhana atau rusunami untuk pegawai negeri sipil DKI Jakarta. Rencana pembangunan itu...

Pilkada Serentak Momentum Perempuan Turut Berdemokrasi

Penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah serentak pada 9 Desember 2015 mendatang dinilai dapat dijadikan momentum bagi kaum perempuan untuk terlibat dalam proses demokrasi di Indonesia....
Avatar
Reja Hidayat
Reporter GeoTIMES.

Penumpang tiba di terminal kedatangan 1 B bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (3/1). ANTARA FOTO
Penumpang tiba di terminal kedatangan 1 B bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (3/1). ANTARA FOTO

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) DKI Jakarta menduga pihak otoritas Angkasa Pura belum melakukan pengelolaan sampah dengan benar. Hal itu dinilai akan menyebabkan dampak lingkungan yang buruk.

Deputi Direktur Walhi DKI Jakarta Zaenal Muttaqin mengatakan, salah bentuk pengelolaan sampah dan limbah yang benar adalah adanya tempat pembuangan sampah (TPS), sistem pengangkutan dan pemisahan sampah. Karena itu, pengelolaan limbah memiliki kualifikasi tertentu yang disyaratkan dalam undang-undang dan aturan turunannya.

Dia menambahkan perlunya spesifikasi, terutama untuk limbah padat di mana pihak ketiga pengelola harus memiliki syarat dan izin dari pemerintah. “Hasil investigasi satu bulan terakhir, sampah dan limbah ACS, anak perusahaan Angkasa Pura Soekarno-Hatta, diduga tidak dikelola dengan benar,” kata Zaenal dalam keterangan resmi, Jumat (15/1).

Seperti diketahui, ACS adalah perusahaan yang menghasilkan sampah dan limbah dari usaha katering perusahaan tersebut. Walhi juga menemukan bahwa ACS menyerahkan pengelolaan sampah dan limbah kepada pihak ketiga, yakni CV Limbati. Tak hanya itu, menurut temuan Walhi, CV Limbati tidak memiliki kualifikasi yang mencerminkan perusahaan rekanan ACS.

Pasalnya, lanjut Zaenal, menurut laporan warga, CV Limbati membuang sampah tidak sesuai aturan dan limbah B3 nabatinya tidak dikelola dengan benar sehingga berpotensi membahayakan kesehatan lingkungan. “Untuk itu, Angkasa Pura harus menegur ACS agar mengelola sampah dan limbah dengan benar. Sebab, bagaimanapun baik-buruknya ACS akan berdampak pada Angkasa Pura Soekarno-Hatta,” kata Zaenal.

Dia menambahkan, aturan pengelolaan sampah dan limbah telah diatur dalam Undang-Undang No. 18/2008 dan Undang-Undang No. 32/2009. Karena itu, pengelolaan limbah harus melalui prosedur yang telah ditetapkan dan larangan pengelolaan sampah melalui proses pembakaran terbuka. Jika melanggar akan dikenakan sanksi administrasi dan pidana.

“Seharusnya Angkasa Pura II memiliki sistem pengendalian dan pengawasan atas limbah dan sampah yang dihasilkan Bandara,” kata Zaenal. “Limbah dan sampah tersebut tidak hanya dari makanan, tetapi juga dari sampah oli, peralatan bekas, dan lain-lain.”

Sementara itu, Direktur Eksekutif Walhi DKI Jakarta Puput TD Putra mengatakan pihaknya sudah bertemu ACS, masyarakat, dan pekerja di CV Limbati. Dari pertemuan dengan ACS, mereka minta rekomendasi terkait pengelolaan limbah oleh CV Limbati segera diberikan.

Menurut Puput, untuk sekelas standar internasional, Bandara Soekarno-Hatta harus memiliki tempat pengelolaan limbah sendiri. Sebab, ada banyak limbah di sana, dari limbah makanan pengunjung, pesawat, dan lain-lain. “Temuan Walhi itu baru sebatas limbah katering, belum lagi limbah lainnya,” tutup Puput.

Avatar
Reja Hidayat
Reporter GeoTIMES.
Berita sebelumnyaMenggusur ala Basuki
Berita berikutnyaPotret Buram di Sudut Tenabang
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Revolusi Azyumardi Azra

Ketika masih sekolah di Pendidikan Guru Agama (PGA), setingkat SMA, di Pariaman, Sumatera Barat, Azyumardi Azra mengirim puisi berbahasa Inggris ke Harian The Indonesian...

Towards Success: Re-evaluating Indonesia Ecological Development

Indonesia has long been an active participant of the environmental policy formation and promotion. Ever since 1970, as Dr Emil Salim appointed as the...

Apa Itu Teo Demokrasi dan Nasionalisme?

Apa itu Konsep Teo Demokrasi? Teo demokrasi terdiri dari gabungan kata yaitu teologi yang berarti agama dan demokrasi yang terdiri dari kata demos berarti rakyat dan...

Menilik Superioritas Ras dalam Film Imperium

Film Imperium yang ditulis dan disutradarai oleh Daniel Ragussis adalah sebuah film thriller yang menampilkan usaha seorang karakter utama yang mencoba untuk “masuk” ke...

Pandangan Mochtar Lubis Terhadap Kemunafikan Manusia Indonesia

Pernyataan Mochtar Lubis dalam naskah pidato Manusia Indonesia (kemudian diterbitkan menjadi buku) sampai sekarang pidato ini masih relevan untuk dibahas, baik kalangan awam maupun...

ARTIKEL TERPOPULER

Pandangan Mochtar Lubis Terhadap Kemunafikan Manusia Indonesia

Pernyataan Mochtar Lubis dalam naskah pidato Manusia Indonesia (kemudian diterbitkan menjadi buku) sampai sekarang pidato ini masih relevan untuk dibahas, baik kalangan awam maupun...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Bencana Alam: Paradigma Ekologi dan Aktivisme

Ekologi sebagai kajian ilmiah tentang hubungan antara makhluk hidup dengan makhluk tidak hidup telah memberikan perspektif baru tentang sistem keterkaitan. Namun, sebagian besar pemerhati...

Bagaimana Masa Depan Islam Mazhab Ciputat?

Sejak tahun 80-an Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jakarta dikenal "angker" oleh sebagian masyarakat, pasalnya mereka menduga IAIN Jakarta adalah sarangnya orang-orang Islam liberal,...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.