Sabtu, Januari 16, 2021

KPK Dinilai Sulit Ungkap Kasus BLBI

Presiden Ingatkan Masyarakat Gunakan Medsos Secara Bijak

Jakarta, 8/8 - Presiden Joko Widodo mengingatkan masyarakat bijak menggunakan media sosial agar tidak menyebabkan benci dan fitnah. "Yang namanya media sosial, terutama remaja-remaja kita,...

Fraksi Gerindra Keluar dari Pansus Hak Angket KPK

Jakarta, 24/7 - Wakil Fraksi Partai Gerindra DPR RI Desmond J Mahesa mengatakan fraksinya menarik diri dari Panitia Khusus Hak Angket DPR tentang Tugas...

Ketika #HariPertamaSekolah Menjadi Trending

Hari ini adalah hari dimulainya tahun ajaran baru masuk sekolah. Cerita tentang bagaimana rasanya mengantarkan anak sekolah dan suasana hari pertama sekolah menjadi trending di...

PKS dan Demokrat Laporkan Viktor Laisdokat ke Bareskrim

Jakarta, 7/8 - Ketua Departemen Hukum dan HAM DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Zainudin Paru melaporkan Ketua Fraksi Partai Nasdem Viktor Bungtilu Laiskodat ke...
Avatar
Reja Hidayat
Reporter GeoTIMES.

Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi menyusun poster bertuliskan ‘SAVE KPK’ di Gedung KPK Jakarta, Jumat (23/1). Mereka menuntut Mabes Polri membebaskan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto yang ditangkap pihak kepolisian. The Geotimes/Reja Hidayat
Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi menyusun poster bertuliskan ‘SAVE KPK’ di Gedung KPK Jakarta, Jumat (23/1). The Geotimes/Reja Hidayat

Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) menyatakan penegak hukum akan sulit mengungkap kasus korupsi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Pasalnya, kasus tersebut melibatkan kelompok kuat dalam perekonomian Indonesia.

“Besarnya dampak perekonomian negara yang menyebabkan kasus BLBI tidak akan terungkap,” kata Koordinator Advokasi dan Investigasi FITRA, Apung Widadi, kepada Geotimes di Jakarta. “Jika diganggu, maka feed back-nya adalah ancaman krisis dan defisit anggaran. Bahkan memiliki dampak yang lebih luas terhadap kerugian negara.”

Dia menambahkan, kalau kasus anggaran barang, jasa, dan suap sangat mudah ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sebab, hanya melibatkan kelompok kecil. Akan tetapi kasus BLBI melibatkan kelompok besar yang strukturnya berada dalam struktur perekonomian Iindonesia. Baik di sektor perbankan, jasa, dan pembangunan.

“Diduga obligator-obligatornya orang itu juga. Sekarang bercokol pada kolongmerat Indonesia,” ujar Apung. Kemudian, dia menambahkan, kalau kasus ini diungkap, ada kemungkinan para politisi akan melemahkan KPK melalui undang-undang.

Selain itu, Apung menyebutkan bahwa KPK memiliki target menyelesaikan kasus BLBI sebelum kadarluasa pada Februari 2016. Namun, target tersebut tidak akan terealisasi karena terjadi penggembosan di internal KPK. Salah satu orang yang konsen pada kasus BLBI adalah jaksa Yudi Kristiana yang ditarik oleh Kejaksaan Agung. Padahal, Yudi mempunyai konsep untuk menyelesaikan kasus BLBI.

“Penarikan Yudi ini adalah salah satu bukti untuk menggembosi target KPK dalam menyelesaikan kasus BLBI. Itu yang sekarang terjadi. Hampir 15 tahun komitmen penuntasan BLBI bukan kepada penegak hukum, tapi komitmen ekonomi politik rezim,” ujar Apung.

Terkait revisi Undang-Undang KPK, Apung mencermati beberapa poin. Menurut dia, penyadapan dan pencegahan tidak memiliki korelasi dalam kasus BLBI. Menurutnya, surat penghentian penyidikan perkara (SP3) merupakan korelasi yang tepat dalam kasus BLBI. Sebab, ketika kasus ini kadarluasa dan tidak memiliki bukti hukum yang konkret, kasus ini dihentikan dengan SP3.

“SP3 bukan hanya kasus kecil, tapi kasus besar seperti BLBI. Artinya, secara hukum UU KPK baru akan melegalkan kasus BLBI berhenti,” kata Apung. “Tak hanya itu, secara paket ekonomi, UU Pengampunan Pajak akan memberikan karpet merah kepada pelaku kejahatan dan membawa uang tersebut masuk ke Indonesia. Jadi, dua paket ini menyempurnakan kejahatan korupsi ekonomi di Indonesia, apabila di kemudian hari disahkan DPR dan pemerintah.”

Avatar
Reja Hidayat
Reporter GeoTIMES.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Fisika dan Kemajuan Teknologi Bidang Transportasi

Era globalisasi telah mengubah kehidupan manusia di muka bumi ini akibat dari Revolusi Industri 4.0 yang ditandai dengan penemuan internet pada akhir–akhir Revolusi Industri...

Menilik Proses Pembentukan Hukum Adat

Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dikaruniai Tuhan Yang Maha Kuasa kekayaan yang begitu melimpah di segala bidang. Segala jenis tumbuhan maupun binatang...

Milenial Menjawab Tantangan Wajah Baru Jatim

Tahun berganti arah berubah harapan baru muncul. Awal tahun masehi ke-2021 terlihat penuh tantangan berkelanjutan bagi Jawa Timur setelah setahun penuh berhadapan dengan Covid-19...

Menghidupkan Kembali Pak AR Fachruddin

Buku Pak AR dan jejak-jejak bijaknya merupakan buku biografi yang ditulis oleh Haidar Musyafa. Buku ini dicetak pertama kali pada bulan April 2020 dengan...

Menata Kinerja Buzzer yang Produktif

  Buzzer selalu hadir membingkai perdebatan carut-marut di ruang media sosial atau paltform digital lainnya. Seperti di twitter, facebook, instagram, dan media lainnya. Buzzer memiliki...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Bagaimana Menjadi Muslim Moderat

Pada tahun 2017 saya pernah mengikuti Halaqah Ulama ASEAN yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama. Kampanye yang digaungkan Kemenag masih seputar moderasi beragama. Dalam sebuah diskusi...

Narkoba Menghantui Generasi Muda

Narkoba telah merajalela di Indonesia .Hampir semua kalangan masyarakat positif menggunakan Narkoba. Bahkan lebih parahnya lagi adalah narkoba juga telah merasuki para penegak hukum...

Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Pendidikan di Indonesia

Sudah 8 bulan lalu kasus virus Covid-19 menyerang dunia. Begitu cepatnya perubahan wabah Covid-19 dari Endemi hingga memenuhi syarat menjadi Pandemi, wabah yang mendunia....

“HUTRI72 – Makna ‘Dari Sabang sampai Merauke’: Pesan untuk Pemimpin dan Generasi Muda”

“HUTRI72 – Makna ‘Dari Sabang sampai Merauke’: Pesan untuk Pemimpin dan Generasi Muda” Oleh Ali Romdhoni   “…’Dari Sabang sampai Merauke’, empat perkataan ini bukanlah sekedar satu...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.