Sabtu, Oktober 31, 2020

Komitmen Jokowi Selesaikan Kasus HAM Papua Dipertanyakan

Transportasi Lokal akan Terintergrasi dengan Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Pemerintah Joko Widodo akan mulai meletakkan batu pertama kereta api cepat Jakarta-Bandung pada 21 Januari 2016. Peletakan batu pertama itu menghubungkan jalur dari Halim...

KPU: Revisi UU Pilkada Harus Diprioritaskan

Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengungkapkan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2017 masih banyak kendala akibat aturan yang kurang lengkap. Karena itu, perlu revisi Undang-Undang...

SBY Bertemu dengan Prabowo, Salah Satunya Bahas RUU Pemilu

Jakarta, 27/7 - Pertemuan antara Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dan Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto di rumah SBY...

Pemerintah Didesak Tingkatkan Kinerja di Bidang Pangan

Pemerintahan Joko Widodo diminta meningkatkan kinerja di bidang pangan. Kedaulatan pangan merupakan agenda mendesak yang harus dilakukan pemerintahan saat ini. Alasannya, jumlah produksi pangan...
Avatar
Reja Hidayat
Reporter GeoTIMES.

hampapuaPeneliti Elsam dan Abdurrahman Wahid Center UI Budi Hernawan (kiri) bersama Anggota Tim Kerja United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) Markus Haluk (tengah) dan pengamat hukum Universitas Cenderawasih Marinus Yaung (kanan) dalam diskusi bertema “Jokowi, Kenapa Tak Urus HAM Papua” di kantor Komnas HAM, Jakarta, Jumat (4/3).  ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/foc/16.

Pemerintah Joko Widodo sempat cukup serius merespons kasus-kasus kekerasan bernuansa pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di Papua. Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan HAM telah menyampaikan delapan kebijakan Jokowi terhadap penyelesaian kasus Papua. Namun, dalam praktiknya terjadi kontradiksi terkait penyelesaian kasus Papua, terutama pelanggaran HAM.

“Sayangnya komitmen pemerintahan Jokowi dalam mengatasi persoalan HAM di Papua kembali dipertanyakan,” kata Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Natalius Pigai di Jakarta, Jumat (4/3). “Pasalnya, kendati orang nomor satu Indonesia ini sudah mengunjungi Papua, kehadirannya di tengah warga hanya sebatas mengurusi infrastruktur pembangunan. Fokusi ini telah mengabaikan kebutuhan mendasar masyarakat Papua akan tegaknya HAM.”

Dia menambahkan, selama satu tahun kepemimpinan Presiden Jokowi, telah terjadi berbagai peristiwa pelanggaran HAM, penangkapan, penganiayan, penyiksaan, dan pembunuhan terhadap sekitar 700 orang Papua.

Berdasarkan data Komnas HAM, sedikitnya 41 anak meninggal secara misterius di Kabupaten Nduga, kematian empat siswa dan 17 anak (Desember 2014), lalu penembakan di Kabupaten Yahukimo, Dogiyai, Tolikara, Timika pada 2015, dan penangkapan sekitar 500 orang.

Menurut Natalius, kekerasan di Papua umumnya dilakukan oleh aparat kepolisian dan anggota militer. Peristiwa tersebut sering terjadi di wilayah dataran tinggi yang terpencil. Di sana, aparat keamanan berulang kali menyerang warga desa dengan dalih aksi balas dendam.

Dia juga menambahkan, tindak kekerasan dan intimidasi yang dilakukan terhadap masayarakat Papua juga berakibat pada pengungsian dalam jumlah yang tak sedikit. Bahkan tindak kekerasan juga dialami para aktivis politik karena mengalami kriminalisasi, penahanan, dan tak jarang pembunuhan.

Marinus Yaung, analis hukum dari Universitas Cendrawasih, mengatakan, kunjungan Presiden Jokowi ke Papua harus berkualitas. Untuk apa ke Papua jika tidak menyelesaikan masalah kekerasan dan pelanggaran HAM di Papua.

“Komitmen Jokowi dalam kasus HAM kami pertanyakan. Ini pertarungan Jokowi dalam menyelesaikan kasus Paniai. Sebab, ada ketidakpercayaan orang Papua terhadap orang Jakarta. Kami selama ini dijadikan objek, bukan subjek,” kata Marinus.

Avatar
Reja Hidayat
Reporter GeoTIMES.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Menjaga Kesehatan Tubuh dari Covid-19

Menjaga kesehatan menjadi hal yang penting dilakukan semua kalangan. Apalagi dengan kondisi alam yang semakin merabahnya virus covid 19. Terkadang hal sederhana yang rutin...

Kesehatan Mental dan Buruh

Kerja adalah cerminan kesehatan jiwa. Semakin baik tempat kerja, semakin kecil kemungkinan kita mengalami masalah kejiwaan. Adam Smith dalam bukunya Wealth of Nation secara...

Charlie Hebdo, Emmanuel Macron, dan Kartun Nabi Muhammad

Majalah satir Charlie Hebdo (CH) yang berkantor di Paris kembali membuat panas dunia. CH merilis kartun Nabi Muhammad untuk edisi awal September 2020. Padahal...

Imajinasi Homo Sapiens Modern dalam Menguasai Dunia

  Foto diatas ini mewakili spesies lainnya yang bernasib sama, tentu bukan hanya Komodo, masih ada dan masih banyak lagi hewan yang bernasib sama sebut...

TBC Mencari Perhatian di Tengah Pandemi

Pada awal Maret, Indonesia melaporkan kasus Coronavirus Disease-2019 yang dikenal sebagai COVID-19, terkonfirmasi muncul setelah kejadian luar biasa di Wuhan, Cina. Penyakit ini disebabkan...

ARTIKEL TERPOPULER

Sandiwara Dibalik Pernikahan Raja Majapahit Bali

Belakangan di Bali ramai pemberitaan mengenai acara pertunangan Raja Majapahit Bali bernama lengkap Abhiseka Ratu Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Pandangan 2 Mazhab Hukum Terhadap Putusan MA Soal Eks Napi Koruptor

Pertengahan tahun 2018 ini publik dikagetkan dengan hadirnya PKPU No. 20/2018 yang dalam Pasal 4 ayat (3) menyatakan bahwa Pengajuan daftar bakal calon anggota...

KDRT Saat Pandemi

Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) atau yang lebih dikenal dengan nama COVID-19 adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini...

Menyerupai Suatu Kaum: Hadits, Konteks Budaya, dan Tahun Baru 2018

Hanya dengan satu hadits ini, “Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka” (HR Abu Daud dan Ahmad), banyak ustaz yang lantang...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.