Senin, Januari 25, 2021

Khofifah Siap Ijin ke Presiden Jokowi Soal Pilkada Jatim

Yulianis: Mantan Komisioner KPK Tolak Panggil Ibas Karena Alasan Teman

Jakarta, 24/7 - Saksi kunci kasus korupsi wisma atlet Yulianis mengungkapkan dua mantan komisioner KPK Abraham Samad dan Bambang Widjojanto menolak memanggil Edhie Baskoro...

CITA: Target Pajak Sering Menyampingkan Sebuah Sistem

Direktur Eksekutif Centre for Indonesia Taxation Analysis (CITA), Yustinus Prastowo, mengatakan, semua pihak mulai menyadari bahwa pajak adalah nadi kehidupan ekonomi-politik bangsa ini. Akan...

Indonesia – Rumania Kerja Sama di Bidang Kearsipan

Jakarta, 29/7 - Indonesia dan Rumania menjajaki kerja sama di bidang kearsipan nasional untuk memperkuat hubungan bilateral, demikian keterangan pers Kedutaan Besar Republik Indonesia...

Mega Proyek Pemerintah “Angin Segar” Bagi Pengusaha Baja

Bekasi, 21/7 - Kalangan pengusaha industri baja di Indonesia mengalami peningkatan pemesanan hasil produksi setelah bergulirnya sejumlah proyek infrastruktur pemerintah di berbagai daerah sejak...

Sejumlah mahasiswa berfoto bersama Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa di sela-sela kunjungan kerja di UMM, Malang, Jawa Timur, Rabu (19/7). ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/kye/17.

Surabaya, 15/8 – Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa siap menghadap Presiden Joko Widodo untuk meminta izin mencalonkan diri dalam Pemilihan Kepala Daerah Jawa Timur (Pilkada Jatim) yang akan berlangsung tahun 2018.

“Tapi itu kan masih lama, pendaftaran calon Pilkada Jatim masih bulan Januari mendatang,” ujarnya saat ditanya wartawan tentang rencana pencalonannya di Pilkada Jatim ketika menghadiri acara “Halaqah Kebangsaan” di Kantor Dewan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur Jalan Kertomenanggal Surabaya, Selasa malam.

Dia mengatakan persiapannya sejauh ini masih saling bersilaturahmi dan membangun komunikasi dengan sejumlah partai politik.

“Ambil formulir pendaftaran di beberapa partai politik yang telah membuka pendaftaran calon Pilkada Jatim saja belum,” ucapnya.

Dia mengakui ada sedikitnya empat partai politik yang telah intens berkomunikasi untuk mengusung dirinya sebagai calon gubernur di Pilkada Jatim 2018.

Hanya saja, Khofifah masih merahasiakan nama-nama partai politik tersebut.

“Saya tidak ingin dengan partai-partai politik yang sudah berirama dan berseiring untuk membangun Jawa Timur ini nantinya hanya sekadar menjadi kendaraan semata. Khususnya bagi saya, bukan sekadar sebagai pintu masuk untuk menuju pencalonan Pilkada Jatim 2018,” katanya.

Karenanya, sampai sekarang, kata dia, bersama para pimpinan dan elit partai-partai politik tersebut masih terus membangun komunikasi untuk mencari format bersama terkait pembangunan Jawa Timur ke depan.

“Pada akhirnya kalau misalnya sudah ketemu titik di mana kita siap untuk turun, ya, nanti akan turun bersama dengan partai-partai politik pendukung ini,” ucapnya.

Dia mengatakan setelah ada dukungan partai-partai politik untuk pencalonannya di Pilkada Jatim 2018, langkah pertama yang dilakukannya adalah menghadap Presiden Joko Widodo untuk meminta restu.

“Apapun keputusan Presiden nantinya, tentu saya akan mengikutinya. Karena bagaimanapun saya masih sedang membawa mandatnya presiden sebagai Menteri Sosial,” katanya.

(Sumber: Antara)

Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Warna, Nada, dan Keberagaman Bangsa

Rifa Rosydiana Ratal SMAN 24 Jakarta Pemenang Lomba Menulis Esai “Mengenal Indonesia, Mengenal Diri Kita”. Sahabat Khatulistiwa. Desember 2020 Berbagai kontras yang dimiliki warna dan berbagai...

Kebiri Kimia Amputasi HAM

Pada 7 Desember 2020 lalu, Presiden Jokowi menandatangani Peraturan Pemerintah No. 70 Tahun 2020 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tindakan Kebiri Kimia, Pemasangan Alat Pendeteksi...

Sastra dan Jalan Lain Filsafat

Persinggungan eksistensial manusia dengan beragam realitas peradaban tidak mengherankan melahirkan berbagai pertanyaan fundamental – filosofis. Mempertanyakan, membandingkan, dan memperdebatkan beragam produk peradaban, salah satunya...

Ujian Konsistensi Penanganan Konsistensi Sengketa Hasil Pilkada

Jelang sengketa hasil pemilihan kepala daerah di Mahkamah Konstitusi kerap timbul bahasan atau persoalan klasik yang selalu terjadi. Sebagai lembaga peradilan penyelesai sengketa politik,...

Larry King, Wawancara dengan Sejarah

Oriana Fallaci beruntung. Ia seakan mendapat wangsit mendadak untuk menjuduli bukunya dengan cemerlang, "Intervista con la storia", himpunan interviunya dengan para pemimpin dunia yang...

ARTIKEL TERPOPULER

Revolusi Azyumardi Azra

Ketika masih sekolah di Pendidikan Guru Agama (PGA), setingkat SMA, di Pariaman, Sumatera Barat, Azyumardi Azra mengirim puisi berbahasa Inggris ke Harian The Indonesian...

Larry King, Wawancara dengan Sejarah

Oriana Fallaci beruntung. Ia seakan mendapat wangsit mendadak untuk menjuduli bukunya dengan cemerlang, "Intervista con la storia", himpunan interviunya dengan para pemimpin dunia yang...

Pandji yang Sedikit Tahu, tapi Sudah Sok Tahu

Siniar (podcast) komedian Pandji Pragiwaksono kian menegaskan bahwa budaya kita adalah sedikit tahu, tapi sudah merasa sok tahu. Sedikit saja tahu tentang gambaran FPI...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

The Social Dilemma: Logika Eksploitatif Media Sosial

Seorang teman baru bebas dari dunia gelap. Mengkonsumsi narkoba menjadi gaya hidupnya. Padalah kehidupannya tak terlalu suram bagi ukuran kelas menengah. Tapi kehidupannya itu...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.